Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

206 Ribu UKM Sidoarjo Bakal Jadi Sasaran Program UMKM Go Online

Oleh   /   Rabu 27 Desember 2017  /   Tidak ada komentar

Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo dan pelaku bisnis e-commerce bersama–sama melakukan Gerakan Nasional digitalisasi UMKM.

206 Ribu UKM Sidoarjo Bakal Jadi Sasaran Program UMKM Go Online

Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo dan pelaku bisnis e-commerce bersama–sama melakukan Gerakan Nasional digitalisasi UMKM untuk mendorong kekuatan ekonomi nasional yang berbasis UMKM.

Pelaku bisnis e-Commerce antara lain BLANJA.com, MatahariMall.com, Lazada, Shopee, Blibli, Tokopedia dan Bukalapak. Gerakan Nasional ini juga didukung oleh dua program pemerintah yaitu delapan juta UMKM dan Ekonomi Kerakyatan.

“Terdapat 206 ribu UKM Sidoarjo yang akan menjadi sasaran dari program UMKM Go Online dari Kementerian Kominfo RI,” tutur Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, Rabu (8/11/2017).

Nur Ahmad menilai program Go Online UMKM ini sangat bagus sekali, ini merupakan program nasionalisasi gerakan kembali menggunakan dan mengkonsumsi produk buatan sendiri yang dihasilkan oleh UMKM karena di tengah persaingan global negara harus hadir memberikan perhatian dan dukungan kepada pelaku UMKM.

“Pemkab Sidoarjo juga akan memfasilitasi para pelaku usaha kecil dengan memberikan kredit pinjaman lunak melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo,” ujar Cak Nur sapaan akrab Wakil Bupati Sidoarjo.

Ratusan pelaku usaha kecil menengah mendapat pembinaan dari Kementerian Kominfo RI di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo. Mereka diberikan pelatihan dan wawasan bagaimana cara melakukan penjualan melalui online dan bekerja sama dengan pelaku bisnis e-commerce dalam menjual produknya.

Visi ekonomi Indonesia 2020 ialah menjadi “The Digital Energy of Asia” dengan target pertumbuhan transaksi e-commerce sebesar US$ 130 miliar.

Dalam mengejar visi ini, ada dua tantangan utama yang harus diselesaikan secara seimbang dan serentak yaitu globalisasi dan sistem ekonomi yang adil dan produktif, yang berpihak pada rakyat serta terjaminnya sistem insentif ekonomi yang adil dan mandiri.

Sumber: bisnis.liputan6.com.

    Cetak       Email
  • Publish: 4 minggu ago on Rabu 27 Desember 2017
  • By:
  • Last Modified: Desember 21, 2017 @ 10:14 pm
  • Filed Under: Berita Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Kreatif, Koperasi di Garut Ini Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Selengkapnya →