Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

AIG Kejar Pendapatan Premi 60 Juta Dollar AS

Oleh   /   Jumat 26 September 2014  /   Tidak ada komentar

”Kami menargetkan pendapatan premi 35 juta dollar AS untuk jenis aktivitas usaha komersial. Sementara sisanya kami targetkan dari konsumer,” kata Jon-Paul.

AIG Kejar Pendapatan Premi 60 Juta Dollar AS

AIG Kejar Pendapatan Premi 60 Juta Dollar AS

Sumber: Kompas, Kamis, 11 September 2014

Perusahaan asuransi PT AIG Insurance Indonesia mengejar target kenaikan pendapatan premi sekitar 20 persen pada 2014 menjadi total senilai 60 juta dollar AS atau sekitar Rp 706,92 miliar dengan kurs Rp 11.782 per dollar AS. Hingga paruh pertama tahun ini, total pendapatan premi perseroan telah mencapai Rp 402 miliar.

Hal itu diungkapkan President & Chief Executive Officer (CEO) PT AIG Insurance Indonesia Jon-Paul Jones, di Jakarta, Rabu (10/9). Jon-Paul baru saja ditunjuk menggantikan Michael Blakeway. Michael melanjutkan posisinya di AIG Indonesia sebagai Wakil Presiden Komisaris.

”Kami menargetkan pendapatan premi 35 juta dollar AS untuk jenis aktivitas usaha komersial. Sementara sisanya kami targetkan dari konsumer,” kata Jon-Paul.

Target kenaikan pendapatan premi AIG Indonesia ini setara dengan target yang dipasang Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Sebagaimana diungkapkan Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor, beberapa waktu lalu, target itu adalah target rasional industri. Target kenaikan premi tahunan sekitar 20 persen itu dipasang dalam dua tahun terakhir.

Merujuk data AAUI, premi bruto asuransi umum sepanjang 2013 mencapai Rp 46,8 triliun. Realisasi ini bertumbuh 20,1 persen dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencatatkan jumlah premi bruto Rp 38,9 triliun.

Kinerja positif itu masih berlangsung di triwulan pertama tahun ini. Data AAUI menggambarkan triwulan I-2014 pendapatan premi bruto asuransi umum di Indonesia naik sekitar 19,6 persen menjadi Rp 12,7 triliun daripada periode sama tahun lalu senilai Rp 10,6 triliun.

Dibandingkan dengan asuransi jiwa, tingkat pertumbuhan asuransi umum cenderung lebih stabil. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi pada 2013 sebesar Rp 113,93 triliun, tumbuh sekitar 5,8 persen dari total premi tahun 2012.

Total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada triwulan II-2014 turun sekitar 2,50 persen menjadi Rp 53,58 triliun. Premi bisnis baru asuransi jiwa pada triwulan II-2014 senilai Rp 30,57 triliun, turun sekitar 16 persen dari periode sama tahun sebelumnya, Rp 36,52 triliun.

 

Bisnis Kepercayaan

Di tengah tingkat penetrasi asuransi yang masih rendah, Jon-Paul menyatakan, AIG Indonesia percaya asuransi adalah bisnis kepercayaan. Tinggal hampir setahun di Indonesia, ia melihat masih adanya ketidakpercayaan sepenuhnya masyarakat atas pelaku industri.

”Kondisi itu adalah tantangan sekaligus kesempatan bagi kami. Produk harus bagus dengan layanan kelas dunia dan multibahasa serta asistensi secara global,” kata Jon-Paul.

Ia menyatakan siap meluncurkan kembali dua produk lamanya, yakni director and officer liability (D&O) dan cyber protection. D&O merupakan tanggung gugat terhadap direksi dan komisaris perusahaan, sementara cyber protection adalah asuransi atas risiko kehilangan data di dunia maya. Jika sukses, perseroan siap meluncurkan 10 produk tahun depan. (BEN)

 

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Impian Menteri Puspayoga, Anak Usaha Koperasi Lepas Saham

Selengkapnya →