Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Aktivitas Hidup Koperasi

Oleh   /   Rabu 27 Juli 2016  /   Tidak ada komentar

Kenyataan membuktikan bahwa kehidupan tidak bebas dari tantangan atau ancaman atau persaingan, semuanya itu merupakan sesuatu hal yang biasa, wajar dan alamiah, tetapi akan menjadi ancaman ketika tidak bisa mengelola dengan baik.

Aktivitas Hidup Koperasi

Aktivitas Hidup Koperasi

Didepan sudah dikemukakan bahwa rasa nyaman dan hangat bisa menjadi penyebab tinmulnya masalah di kemudian hari. Setiap aktivitas hidup koperasi akan trejebak dalam rutinitas yang static lantaran merasa sudah mapan, hangat dan nyaman dengan penuh kebanggaan. Kemampuan kenyamanan dan kehangatan dapat menjadi racun pembunuh, lantaran merasa sudah nyaman tidak tertantang untuk lebih berkembang lalu tidak kreatif, kemudian puas diri. Bisajadi koperasi hanya berusaha untuk bertahan pada posisi yang mapan tanpa kreatif dan inovasi. Atau para pengelola tidak paham bagaimana mengelola koperasi yang benar.

Kenyataan membuktikan bahwa kehidupan tidak bebas dari tantangan atau ancaman atau persaingan, semuanya itu merupakan sesuatu hal yang biasa, wajar dan alamiah, tetapi akan menjadi ancaman ketika tidak bisa mengelola dengan baik. Maka koperasi harus mampu menghadapi kenyataan hidup itu dengan cerdas dan bijak. Artinya bahwa koperasi tidak perlu hidup dalam nuansa ketakutan atau “perang” demi kemenangan. Tetapi berusaha membangun keunggulan dan keunikan dengan menggali potensi melalui berbagai kreativitas yang inovatif akan mendorong tumbuhnya kekuatan dan keunggulan yang tidak mudah ditiru, maka apabila koperasi mampu membangun keunggulan dan selalu kreatif tentu tidak akan lapuk kena hujan dan lekang kena sinar matahari atautenggelam karena arus deras.

Keunggulan dapat dibangun melalui; penguatan sumberdaya insani, efektivitas biaya dan modal, produk dan pelayanan jejaring dan kerjasama atau yang lain, Semuanya tergantung dari kecerdasan dan kejelian para pengelole dalam memanfaatkan kesempatan dan mengoptimalkan sumberdaya.

Membangun Kepercayaan dan Harapan
Visi yang sudah dinyatakan bukan lagi milik kelompok tertentu, bukan hanya milik pengelola, pengurus, pengawas pelaksana, tetapi milik koperasi dan pemangku kepentingan, Artinya bahwa, ketika visi sudah ditetapkan dan dinyatakan ia akan menjadi perhatian banyak pihak. Maka visi yang dinyatakan mestinya merupaka kristilalisasi semangat para anggota dan pemangku kepentingan. Visi harus mencerminkan semangat dan komitmen bagi koperasi maupun pemangku kepentingan.

Dengan demikian visis menjadi kekuatan yang mampu menggugah dan menggerakan hati anggota koperasi, pengurus, pengawas, karyawan dan para pihak yang berkepentingan menjadi sebuah keyakinan dan kepercayaan bahwa di masa depan ada harapan baru, peluang baru yang lebih baik.

Hal kepercayaan atau trust tidak lepas dari keyakinan atau billieve tentang kebenaran atau truth. Kepercayaan adalah pengakuan atas sesuatu hal yang diyakini sebagai kebenaran atau ketidakbenaran atas sesuatu hal yang diyakini sebagai kebenaran atau ketidakbenaran atas suatu hal. Visi yang baik akan menjadi kekuatan untuk membangun kepercayaan bagi para pihak yang berkepentingan, utamanya kepercayaan atas harapan.

Kepercayaan akan tumbuh apabila visi yang dinyatakan mengandung kebenaran serta tidak kabur maknanya, utamanya tentang kesejahteraan. Visi dasar koperasi adalah memajukan kesejahteraan. Tentu yang dimaksud, dalam hal ini, adalah kesejahteraan dalam dimensi ekonomi dan sosial. Kiranya tidak ada seorang pun yang tidak percaya bahwa kemajuan kesejahteraan itu ada dan bisa diupayakan dan bisa dicapai. Yang pasti dalam upauya perwujudan kesejahteraan itu harus dilalaui secara bertahap dari waktu ke waktu dengan penuh prjuangan, maka setiap periode program kerja harus ditentukan visinya lebih dahulu.

Misalnya visi dasar selama tiga tahun dinyatakan; “Kemajuan Kesejahteraan Anggota“. Pada program kerja pada tahun utama visi ditetapkan; “Menggembangkan Potensi Menuju Kemandirian Anggota”. Tahun ke dua dan ke tiga bisa ditentukan yang lain. Visi tersebut cukup realistic untuk diturunkan dalam berbagai program kerja. Para pembaca tentu tidak terlalu kesulitan memahami visi tersebut dan akan percaya sebab tidak mengada-ada atau ngayawara Permasalahanya adalah bagaimana menjabarkan arti kemandirian itu seperti apa dalam hal apa dan apa ukuranya.

Visi yang baik akan menumbuhkan semangat baru dari masa ke masa sehingga terjadi perubahan yang signifikasin. Semangat baru yang dinamis akan mendorong para anggota dan pengelola mampu menumbuhkan inspirasi baru, kreasi baru dan inovasi baru dan harapan baru. Misalnya munculnya ide-ide kreatif untuk disrvikasi produk, ide perubahan cara kerja dan lain-lain. Ide-ide baru yang dapat diwujudkan dalam karya nyata akan menumbuhkan semangat dan menghasilkan produk koperasi yang dapat diunggulkan dan menjadi andalan. Keberhasilan mewujudkan visi yang bisa dirasakan oleh anggota maupun masyarakat dan akan memberi pengaruh positif yang signifikan sehingga koperasi yang bersangkutan bisa menjadi inspirasi banyak pihak.

Dengan demikian visi mampu mambangkitkan energy positif bagi para anggota maupun para pemangku kepentingan bergerak bersama dalam fungsi yang berbeda mencapai cita-cita dan membangun harapan baru. Dengan kata lain visi mampu mentimulasi semangat perubahan budaya yang dibutuhkan koperasi.

Energi positif yang berbentuk pasti memberikan harapan masa depan yang lebai baik. Visi bisa diibaratkan sebagai “gambaran pria atau wanita idaman”. Setap orang pasti bercita-cita mendapat pasangan hidup idaman, ideal dan membahagiakan. Setiap orang akan berjuang dengan menggunakan cara-cara yang wajar dan masuk akal untuk mendapatkan pasangan idamanya agar ia bisa bahagia dalam berkeluarga. Demikian pula dalam koperasi.

Pasangan ideal dapat mewakili sepenggal gambaran cita-cita masa depan koperasi yang harus diperjuangkan untuk diraih, seangkan upaya dan perjuanganya untuk memperoleh bisa mewakili program yang harus dilaksanakan. Gambaran pasangan yang ideal misalnya; seseorang yang lumrah, rendah hati, bersemangat dan jujur tidak perlu ganteng,gagah dan perkasa atau cantikk tetapi sembada, yang kelak mempu membahagiakan keluarga.

Ada ungkapan bijak; “Harapan adalah milik orang yang percaya dan yakin, tetapi ia juga harus berjuang”. Ungkapan tersebut cukup jelas, bahwa kepercayaan dan keyakinan adalah pangkal harapan bahwa sesuatu akan dapat diwujudkan. Harapan tidak dating dengan sendirinya namun sebagai akibat dari pengamatan dan pengalaman seseorang yang mampu mengelola gagasan sehingga memiliki keyakinan dan kepercayaan yang dapat diandalkan. Harapan akan menjadi daya dorong untuk lebih bersemangat hidup. “mengembangkan Potensi Menuju Kemandirian Anggota”, tentu memiliki pengaruh yang luas.

  • Sebagai anggota koperasi tentu memiliki harapan akan memperoleh kesempatan menggali dan mengembangkan potensi masing-masing melalui berbagai program yang akan dilakasanakan, misalnya pendampingan, bantuan dan teknis, keuangan dan lain-lain;
  • Bagi pengelola akan mendorong lebih ekspresif melakukan kerya-karya yang inovatif dan produktif;
  • Bagi pemangku para kepentingan akan memiliki kesempatan untuk ambil bagian melalui berbagai peluang yang ada Misalnya Koperasi Susu tentu akan membuka peluang bagi supplier makan sapi, obat-obat, alat pengolahan susu, macam-macam produk susu oleh, transportasi, pupuk kandang, bio gas dll.

Disarikan dari buku: Mengembangkan Koperasi, Penulis: H. Soetjopto, Hal: 42-46.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Akuntansi Desa, Keuangan Desa dan Pengelolaan Keuangan Desa

Selengkapnya →