Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Akuntabilitas dan Transparansi LSM (1/3)

Oleh   /   Selasa 16 Juni 2015  /   Tidak ada komentar

Upaya untuk mewujudkan tujuan hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan (alignment) peran-peran kekuasaan yang dimainkan oleh setiap unsur yang ada di dalam organisasi yang bersangkutan.

Akuntabilitas dan Transparansi LSM

Akuntabilitas dan Transparansi LSM

Beberapa Sumbangan Pemikiran

Pembentukan suatu organisasi pada dasarnya merupakan suatu upaya kelompok anggota masyarakat untuk mencapai tujuan kelompok masyarakat tersebut dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian organisasi sering diposisikan sebagai suatu alat untuk mencapai suatu tujuan dengan membekali diri berupa visi, misi, tujuan, sasaran dan strateginya. Upaya untuk mewujudkan tujuan hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan (alignment) peran-peran kekuasaan yang dimainkan oleh setiap unsur yang ada di dalam organisasi yang bersangkutan.

Kinerja LSM banyak menjadi sorotan akhir-akhir ini, terutama sejak timbulnya iklim yang relatif lebih baik dalam kehidupan bernegara. Masyarakat mulai mempertanyakan akan nilai yang mereka peroleh atas dampak yang dilakukan oleh LSM. Hal ini terjadi mengingat ada prepsepsi dari masyrakat yang mengatakan, bahwa ada kecenderungan anggaran yang diberikan oleh lembaga donor atau penyandang dana yang semakin bertambah. Nampaknya masyarakat belum sepenuhnya puas atas kinerja yang dimilki oleh LSM oleh satu hal atau berbagai pertimbangan lainnya. Pandangan tersebut sangat mungkin timbul di lingkungan masyrakat, mengingat selama ini pengukuran keberhasilan maupun kegagalan dari LSM dalam menjalankan fungsinya tidak mudah dilakukan secara objektif. Kesulitan ini diduga disebabkan oleh belum disusunnya secara komprehensif suatu sistem pengukuran kinerja yang dapat menginformasikan tingkat keberhasilan LSM.

Kesulitan lain adalah cara pengukuran tingkat kinerja LSM lebih ditekankan kepada kemampuan LSM tersebut dalam menggunakan anggaran yang diterimanya. Dengan kata lain, suatu LSM akan dinyatakan berhasil apabila dapat menyerap 100% anggran, walapun hasil maupun dampak yang dicapai dari pelakasanaan program tersebut masih berada jauh dibawah standard. Oleh karena itu, sudah menjadi suatu keharusan untuk disusun suatu sistem pengukuran kinerja yang dapat memberikan informasi atas efektivitas dan efisiensi pencapaian kinerja suatu LSM. Sistem pengukuran kinerja pada gilirannya akan memberikan pengaruh terhadap tingkat akuntabilitas yang dimiliki disamping transparansi yang mengandung pengertian, bahwa setiap informasi harus diterima oleh mereka yang membutuhkannya

Disarikan dari buku: Kritik & Otokritik LSM, Penulis: Hamid Abidin, Mimin Rukmini, Hal: 104-105.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tak Cuma Marketplace, ShopBack juga Rangkul UKM Indonesia

Selengkapnya →