Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Akuntansi sebagai Suatu Proses Aktivitas Jasa

Oleh   /   Rabu 4 Maret 2015  /   Tidak ada komentar

Akuntansi adalah suatu proses pencatatan, yang kemudian diklasifikasikan, serta diringkas dengan cara yang tepat, mengenai transaksi keuangan, dan menginterpretasikan terhadap hasilnya. Definisi tersebut hanyalah menggambarkan suatu prosedur yang harus dilalui dalam rerangka kerja akuntansi.

keuanganLSM

Akuntansi sebagai Suatu Proses Aktivitas Jasa

Definisi akuntansi yang lain adalah menurut American Accounting Association (AAA) yang tidak lagi menyinggung kata “art” tetapi lebih pada kata “process”:[1]

Accounting is “…….the process of identifying, measuring, and comunicating economic information to perrnit informed judgements and decisians by users of the information.”

Definisi yang hampir sama adalah menurut AICPA 1970 (dikutip dari Bambang Sudibyo):[2]

Accounting is a serviee activity. Its functian is to provide information, primarily financiul in nature, ahout economic entities that is intended to be useful in making decisiom, in making reasonable choices among alternatives courses of action.

Definisi menurut AAA tersebut lebih memandang akuntansi sebagai suatu aktivitas klerikal yang rutin. Sedangkan definisi menurut AICPA 1970, akuntansi sebagai aktivitas jasa, yakni jasa mengenai suatu aktivitas klerikal dalam rangka menghasilkan informasi keuangan suatu perusahaan.

Dapat disimpulkan bahwa menurut definisi-definisi di atas akuntansi adalah suatu proses pencatatan, yang kemudian diklasifikasikan, serta diringkas dengan cara yang tepat, mengenai transaksi keuangan, dan menginterpretasikan terhadap hasilnya. Definisi tersebut hanyalah menggambarkan suatu prosedur yang harus dilalui dalam rerangka kerja akuntansi.

Menurut Bambang Sudibyo (1987) pendefinisian akuntansi sebagai suatu seni muncul karena sulitnya membedakan antara akuntansi sebagai bidang studi dan akuntansi sebagai bidang pekerjaan. Pendefinisian akuntansi sebagai suatu seni jelas kurang tepat, karena hanya memandang adanya judgement dalam praktik akuntansi. Kenyataannya memang benar bahwa praktik akuntansi sering menggunakan judgement. Tetapi, praktik di luar akuntansi pun juga menggunakan judgment. Praktik kedokteran, rekayasa sipil, rekayasa listrik, farmasi, dan lain-lain dalam penerapan teknologi juga sering menggunakan judgement. Tentu tidak ada yang sependapat bahwa praktik kedokteran adalah seni. Seni adalah mengenai “rasa” dan “selera” yang bersifat sangat subyektif. Akuntansi tentu tidak ada gunanya jika dilaksanakan secara tidak obyektif. Kemudian ada pendapat yang menyarankan agar akuntansi dikembangkan menjadi suatu bidang ilmu, karena dalam ilmu kesepakatan bisa dicapai melalui observasi objektif.[3]

[1] AAA, A Statement of Basic Accounting Theory, (Evanston: 1966), hal. 1.

[2] Bambang Sudibyo, “Rekayasa Akuntansi dan Permasalahannya di Indonesia”, Akuntansi, Juni 1987, hal. 36.

[3] Ibid

Disarikan dari buku: Tujuan Pelaporan Keuangan, Penulis: Suwaldiman, M.Accy., SE., Akt., Hal: 13.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pemda Jangan Hanya Andalkan DAU-DAK

Selengkapnya →