Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Akuntansi untuk UKM: Membedakan Utang

Oleh   /   Senin 2 Februari 2015  /   Tidak ada komentar

Utang secara singkat bisa dikatakan sebagai pengorbanan ekonomis yang wajib dilakukan oleh perusahaan di masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva/harta atau pemberian jasa karena transaksi yang sudah dilakukan sebelumnya.

keuanganLSM

Akuntansi untuk UKM: Membedakan Utang

Memahami utang sangat penting dalam akuntansi. Juga dalam kehidupan sehari-hari Anda menjalankan bisnis rumahan. Dengan kemampuan membedakan utang ini, Anda akan bisa mengelola pelunasannya dengan skala prioritas pembayaran.

Dalam akuntansi utang ditulis dengan utang dan bukan hutang sebagaimana biasanya. Hal ini dilakukan untuk membedakan istilah utang dan harta. Dalam persamaan akuntansi yang akan dibahas kemudian, akan tampak bahwa harta disingkat H dan utang disingkat U, bukan hutang (H).

Utang secara singkat bisa dikatakan sebagai pengorbanan ekonomis yang wajib dilakukan oleh perusahaan di masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva/harta atau pemberian jasa karena transaksi yang sudah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan waktu pembayarannya, utang dibedakan menjadi dua bagian yakni:

  • Utang jangka pendek
  • Utang jangka panjang

A. Utang Jangka Pendek

Sama seperti perhitungan harta, perhitungan utang jangka pendek juga didasarkan pada waktu satu tahun atau satu masa perputaran usaha. Artinya utang jangka pendek adalah semua kewajiban yang harus diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.

Yang termasuk dalam utang jangka pendek adalah:

  1. Utang Dagang
    Yang termasuk ke dalam utang dagang adalah semua kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun atau dalam masa perputaran usaha. Biasanya hal ini dilakukan bisnis rumahan pada para supplier yang memasok barang keperluan bisnis. Misalnya untuk bisnis katering, Anda menerima pasokan beras dan telur dan baru akan dibayar bulan depan. Maka Anda mempunyai utang dagang pada penjual beras atau telur tersebut yang harus Anda lunasi.
  2. Biaya yang Akan Dibayar
    Hampir sama dengan utang dagang, yang digolongkan pada utang jenis ini adalah semua biaya sewa sebagai kontraprestasi jasa-jasa yang dipakai oleh bisnis Anda. Misalnya keperluan pembayaran sewa kendaraan, sewa peralatan dan sebagainya.
  3. Penghasilan yang Diterima di Muka
    Jika bisnis Anda sudah menerima pembayaran padahal Anda belum menjalankan kewajiban, maka Anda sedang menerima penghasilan yang diterima di muka. Misalnya untuk jasa perancangan baju, bisnis Anda sudah menerima penghasilan yang diterima di muka (uang muka) dari seluruh pembayaran yang akan Anda terima.

Ada jenis lain yang tidak dimasukkan dalam uraian di sini yakni wesel bayar atau disebut utang wesel, yakni utang/kewajiban kepada pihak lain dengan bukti tertulis yang dibuat sesuai dengan aturan dalam Kitab UU Hukum Dagang. Untuk menyederhanakan bahasan kita karena juga memang jarang dipakai, wesel bayar tidak dibahas.

B. Utang Jangka Panjang

Berbeda dengan utang jangka pendek, jenis utang yang ini memiliki kelenturan pembayaran lebih dari satu tahun. Yang termasuk dalam utang jenis ini sebenarnya banyak sekali. Misalnya dalam perusahaan besar dikenal ada hutang obligasi dan hutang hipotik. Keduanya mungkin tidak akan Anda temui dalam praktik keseharian bisnis Anda.

Yang Anda temui misalnya adalah utang-utang lain yang dengan kesepakatan sendiri antara Anda dengan mitra usaha Anda sehingga memiliki kelenturan pembayaran.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk UKM, Penulis: Anak Suryo, Hal: 21-24.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pemda Jangan Hanya Andalkan DAU-DAK

Selengkapnya →