Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Agenda  >  Artikel saat ini

Akuntansi untuk UKM: Menyusun Jurnal

Oleh   /   Selasa 3 Maret 2015  /   Tidak ada komentar

Jurnal bisa diartikan sebagai catatan pendebetan dan perkreditan secara urut waktu dan dilengkapi keterangan-keterangan yang diperlukan. Proses ini disebut journalizing. Saat Anda melakukan proses ini pada bisnis rumahan, sebenarnya pada saat itu juga sedang menerapkan sifat-sifat jurnal yang akan mempermudah melakukan proses pencatatan.

keuanganLSM

Akuntansi untuk UKM: Menyusun Jurnal

Selanjutnya bukti pencatatan yang di bagian sebelumnya sudah disiapkan dimasukkan ke dalam proses pencatatan. Salah satu proses pencatatan itu adalah jurnal. Dalam hal ini jurnal sangat penting mengingat besarnya risiko kekeliruan jika Anda langsung memindahkan semua transaksi ke dalam buku besar.

Berikut adalah beberapa keuntungan penggunaan jurnal:

  • jurnal memungkinkan pencatatan sesuai urutan waktu (kronologis) dari semua transaksi yang dilakukan dalam bisnis rumahan Anda.
  • jurnal memiliki ruang perkiraan yang lebih lebar sehingga memungkinkan memberi penjelasan yang lebih lengkap.
  • jurnal memungkinkan kita menemukan kesalahan seperti kealpaan memasukkan kolom debet dan kredit.
  • jurnal menghindarikan kita dari kesalahan memindahkan angka-angka dari beberapa pos kredit/debet.

Dengan begitu jurnal bisa diartikan sebagai catatan pendebetan dan perkreditan secara urut waktu dan dilengkapi keterangan-keterangan yang diperlukan. Proses ini disebut journalizing.

Saat Anda melakukan proses ini pada bisnis rumahan Anda, sebenarnya pada saat itu juga Anda sedang menerapkan sifat-sifat jurnal yang akan mempermudah Anda melakukan proses pencatatan. Sifat tersebut adalah:

1. Pencatatan
Jika Anda melakukan proses pencatatan dalam jurnal pada saat itu Anda harus memasukkan semua transaksi. Jangan sampai ada satu transaksi sekalipun yang terlewat dari pencatatan tersebut. Intinya, catat satu catatlah semua.

2. Historis
Pencatatan dalam jurnal dilakukan dengan memakai urut-an waktu sehingga terstruktur dan bisa diiikuti. Ia tidak mencatat sekenanya sehingga asal terjadi catatan jurnal.

3. Analisis
Pemasukan transaksi dalam jurnal haruslah dianalisis sebelumnya. jika Anda ingat beberapa bukti transaksi di atas, Anda tentu paham bahwa ada beberapa perbedaan di antar tiap transaksi. Demikian juga kolom dalam jurnal nantinya juga akan mempunyai fungsi sendiri-sendiri.

4. Instruktif
Secara otomatis pencatatan dalam jurnal memerintahkan siapa saja yang melakukan untuk mengikuti perintah-perintah di dalamnya. Tahapan-tahapan inilah seperti yang sudah disinggung sebelumnya yang akan menjadikan proses akuntansi sebagai proses yang rapi dan berguna.

5. Informatif
Karena ia dilakukan dengan sifat-sifat yang sudah disebutkan sebelumnya maka ia akan mempunyai banyak penjelasan yang bisa digunakan dalam proses akuntansi selanjutnya.

Selanjutnya bagaimana membuat jurnal?

Pertanyaan ini akan dijawab dengan terlebih dahulu menjelaskan bentuk jurnal. Untuk bisnis rumahan bentuk jurnal yang lazim dipakai adalah jurnal dengan dua kolom jumlah dan secara kronologis memungkinkan proses pencatatan. Contoh:

37a

Contoh di atas tentu bukanlah contoh jurnal yang lengkap. Contoh itu ditulis untuk menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembuatan jurnal. Yakni:

  • Pastikan bahwa setiap halaman jurnal tertulis kode halamannya seperti yang tersedia di pojok kanan contoh di atas.
  • Tahun, Bulan dan Tanggal dituliskan sekali saja kecuali ada perubahan di masing-masing penunjuk waktu tersebut. Untuk tanggal, yang ditulis adalah tanggal terjadinya transaksi dan bukan tanggal pencatatan.
  • Perkiraan yang di debet ditulis rata ke sisi kiri dan angka dimasukkan pada kolom Debet. Perkiraan yang di kredit ditulus agak ke kanan (lihat contoh) dan angka dimasukkan ke kolom Kredit.
  • Jika sifat transaksi sudah jelas maka penjelasan tidak perlu ditulis dalam jurnal. Kolom itu disediakan untuk menuliskan hal-hal yang bisa menambah sifat informatif jurnalnya.
  • Pada kolom Ref. Anda bisa memberikan nomor kode transaksi pada saat isi jurnal ini dipindahkan ke dalam buku besar. Cara pemberian kode transaksi akan dibahas tersendiri di bagian lain buku ini.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk UKM, Penulis: Anak Suryo, Hal:35-38.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →