Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Akuntansi untuk UKM: Tahap-tahap Akuntansi

Oleh   /   Selasa 13 Februari 2018  /   Tidak ada komentar

Sebagaimana sebuah metode, akuntansi juga mempunyai tahapan-tahapan yang harus dijalani untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Tahapan yang satu saling terkait dengan tahapan yang lain. Itulah yang seringkali membuat akuntansi menjadi penting untuk dipelajari karena ketelitiannya.

keuanganLSM

Akuntansi untuk UKM: Tahap-tahap Akuntansi

Sebagaimana sebuah metode, akuntansi juga mempunyai tahapan-tahapan yang harus dijalani untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Tahapan yang satu saling terkait dengan tahapan yang lain. Itulah yang seringkali membuat akuntansi menjadi penting untuk dipelajari karena ketelitiannya.

Secara umum laporan keuangan yang akan didapatkan di akhir proses akuntansi adalah hasil dari semua proses pencatatan yang dilakukan sebelumnya. Proses seperti inilah yang disebut siklus akuntansi. Meski masing-masing bagian akan dibahas lebih detil, sebagai gambaran umum ada baiknya kita perhatikan terlebih dulu.

Tahapan siklus ini terdiri dari:

  • Tahap Pencatatan
  • Tahap Pengikhtisaran
  • Tahap Pelaporan

A. Tahap Pencatatan

Sebagai permulaan, tahapan ini berisi langkah-langkah yang pada intinya memindahkan semua bukti transaksi ke dalam pencatatan berbagai bentuk. Tentang bukti transaksi akan men-dapat penjelasan tersendiri dalam buku ini:

1. Penyiapan Dokumen

Agar semua proses bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya dan teliti, maka bukti transaksi perlu disiapkan. Seringkali karena tidak adanya bukti maka proses pencatatan tidak mencangkupi transaksi itu. Potensi kesalahan penghitungan sudah akan tampak di sini.

2. Pencatatan Transaksi dalam Jurnal

Jurnal akan dibahas di bagian tersendiri. Pada intinya, tahapan ini menghindari kealpaan kita dalam mencatat transaksi yang mungkin dalam sehari begitu banyak.

3. Pembukuan Transaksi ke dalam Buku Besar

Buku besar ini akan menerima berbagai pindahan catatan dari transaksi. Bagian ini juga akan diberi porsi pembahasan sendiri.

B. Tahap Pengikhtisaran

Proses pencatatan akan diteruskan ke dalam pengikhtisaran yang pada intinya memproses dan melakukan berbagai pengecekan sebelum pembuatan laporan. Tahapan ini terdiri dari:

  • Neraca saldo
  • Ayat Penyesuaian
  • Neraca Lajur

Seluruh bagian ini akan dibahas di bab tersendiri. Tidak semua tahapan dalam pengikhitisaran ini dilakukan. Terutama untuk bisnis rumahan. Pembahasan akan difokuskan pada hal-hal yang penting saja.

C. Tahap Pelaporan

Tahapan ini menjadi tahapan terakhir karena sudah menyediakan laporan yang dibutuhkan oleh pihak-pihak pengelola. Dalam kasus bisnis rumahan maka Andalah pemilik dan pengelolanya.

Laporan biasanya terdiri dari tiga jenis yakni:

  • Neraca, adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan bisnis rumahan Anda.
  • Laporan Rugi Laba, adalah laporan yang menghitung dan kemudian menunjukkan berapa besar keuntungan/kerugian bisnis Anda.
  • Infomasi Keuangan Lainnya seperti Laporan Perubahan Modal. Dalam laporan ini Anda akan bisa melihat sebab-sebab terjadinya perubahan modal Anda.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk UKM, Penulis: Anak Suryo, Hal:27-29.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pajak Penghasilan Pasal 23

Selengkapnya →