Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Alat Ukur Kinerja Para Manajer Keuangan

Oleh   /   Rabu 15 Januari 2014  /   Tidak ada komentar

Dengan adanya sekelompok orang yang berkutat melakukan kegiatan harian, Anda sebagai pemilik tiba-tiba berpikir, bagaimana cara saya menilai kerja para ‘manajer’ saya? Paling gampang dan adil adalah menilainya dari kegiatan yang mereka kelola.

keuanganLSM

Alat Ukur Kinerja Para Manajer Keuangan

Dengan adanya sekelompok orang yang berkutat melakukan kegiatan harian, Anda sebagai pemilik tiba-tiba berpikir, bagaimana cara saya menilai kerja para ‘manajer’ saya? Dari absensinya? Dari jumlah penjualan yang mereka dapatkan? Kalau manajer Anda melulu hanya menangani produksi? Dari banyaknya produksi yang lolos control? Bagaimana dengan manajer keuangan Anda? Dari berapa banyak utang bisa terbayar? Paling gampang dan adil adalah menilainya dari kegiatan yang mereka kelola. Kalau mereka mengelola kegiatan operasional, kita nilai dari kegiatan operasional. Kalau mereka mengelola investasi, kita nilai dari kegiatan investasinya, berkembang atau kembang kempis. Kalau mereka mengelola kegiatan pencarian modal, yaitu financing, ya, kita nilai dari kegiatan itu juga.

Tetapi kegiatan investing dan financing di daerah UKM biasanya masih menjadi keputusan si pemilik usaha. Minimal masih kental dengan campur tangan si pemilik usaha. Kapan beli mesin, mobil yang mana yang mau dijual atau diganti, kapan mau cari tambahan utang, rumah mana yang mau dijadikan agunan dan sebagainya. Dan akibatnya, karena Andalah pemilik usaha dan pengambil keputusan, sama seperti Andalah yang menjadi manajer investasi dan manajer keuangannya. Dengan demikian otomatis, Anda juga ikut bertanggung jawab dalam penilaian kinerja di area investasi dan financing ini.

Nah, meskipun ada sederet nama-nama manajer di dalam dunia usaha ini, (di dunia korporat, yang namanya cari tempat buat pasang billboard aja ada manajernya sendiri, heran, ya), kita di skala UKM bisa jadi hanya mengenal beberapa. Dan berapa itu malah dirangkap oleh satu orang. Tergantung di titik mana dari garis UKM ini kita berada.

Kita tahu, rentang UKM ini sangat lebar, dari yang benar-benar usaha rumahan, yang dikerjakan oleh anak istri di rumah saja, sampai usaha yang menaungi aktivitas ekonomi ribuan rumah. Ini benar, lho. Coba Anda lihat ke sekeliling, terutama di desa-desa pengrajin. Para pengrajin masuk ke skala UKM. Betul. Di titik sebelah kiri, kecil. Berapa ribu orang di situ? Banyak sekali. Di samping pengrajin ada si pengepul. Si pengepul, yang menerima barang-barang dari pengrajin masih di daerah UKM juga, tapi di titik sebelah kanan, yang besar. Jika Anda sudah termasuk pada skala yang kedua ini, pastilah Anda sudah punya kelompok yang menangani dan mengambil keputusan untuk kegiatan investasi maupun financing. Dan Anda bisa menilai kinerja mereka dari area yang ditanganinya.

Dengan adanya sekelompok orang yang berkutat melakukan kegiatan harian, Anda sebagai pemilik tiba-tiba berpikir, bagaimana cara saya menilai kerja para ‘manajer’ saya? Paling gampang dan adil adalah menilainya dari kegiatan yang mereka kelola.

Banyak cara mengukur kinerja manajerial dari sudut pandang keuangan:

  1. Besar laba operasional yang dilihat di laporan rugi laba,
  2. Jumlah kas operasional yang bisa dilihat di laporan kas,
  3. ROA (return on asset), seberapa besar aset produktif menghasilkan perolehan,
  4. ROI (return on investment), seberapa besar manajemen menghasilkan duit buat pemilik usaha, dan yang namanya manis,
  5. EVA. EVA ini bukan nama baru, tidak pernah dibahas untuk skala UKM, mungkin dipikir terlalu berbelit, susah, sehingga dianggap hidangan untuk korporat saja yang duitnya berlimpah ruah. Padahal kita perlu tahu Iho. Karena prinsipnya sederhana. EVA ini adalah besar laba perusahaan yang sebenarnya, karena telah memperhitungkan besar investasi yang telah ditanamkan oleh pengusaha. Yang dinilai adalah apakah cukup berharga usaha yang Anda jalankan itu dibanding dengan risiko yang Anda taruh dalam usaha tersebut.
  6. Dan yang terakhir, kinerja manajer Anda bisa dinilai dari yang namanya arus kas bebas. Arus kas bebas ini juga tidak pernah dibahas di area UKM, justru di tempat kas tidak pernah bebas dari kekuasaan pemilik. Sebaiknyalah, penilaian arus kas bebas ini digabungkan dengan EVA. Dan inilah hitungan dari jumlah uang perusahaan yang benar-benar bisa Anda pakai ‘foya-foya’. Nah, karena UKM itu dibanding dengan korporat, lebih kental dan sarat dengan kegiatan PRIVE yang kalau tidak dikontrol bisa menjurus ke bener-bener ‘foya-foya’, bahkan yang ini adalah foya-foya pribadi, bukankah justru UKM lebih perlu mengenal EVA dan arus kas bebas? EVA dan arus kas bebas, keduanya tidak bisa langsung dilihat dari laporan keuangan, tetapi bisa dihitung dari situ.

Disarikan dari buku: Menilai Kinerja Manajer Lewat Laporan Keuangan, Penulis: Peni R, Pramono, Halaman: 2-5.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Desa dan Pemerintahan Desa

Selengkapnya →