Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Audit  >  Artikel saat ini

Apa itu Audit Manajemen/Operasional?

Oleh   /   Senin 21 Januari 2013  /   Tidak ada komentar

Pemeriksaan manajemen merupakan suatu penilaian dari organisasi manajerial dan efisiensi dari suatu perusahaan, departemen, atau setiap entitas dan subentitas yang dapat diaudit. Penekanannya adalah untuk mencapai efisiensi yang lebih besar, efektivitas, dan ekonomisasi dalam usaha dan organisasi yang lain.

keuangan LSM

Pemeriksaan manajemen (Management Auditing) dapat didefinisikan sebagai penilaian sistem manajemen perusahaan (Auditee).

Pemeriksaan manajemen merupakan suatu penilaian dari organisasi manajerial dan efisiensi dari suatu perusahaan, departemen, atau setiap entitas dan subentitas yang dapat diaudit. Penekanannya adalah untuk mencapai efisiensi yang lebih besar, efektivitas, dan ekonomisasi dalam usaha dan organisasi yang lain. Dalam aplikasi praktis yang berbeda, pemeriksaan manajemen (Management Muditing) dikenal sebagai ‘’Operational Auditing’’, ‘’Value – for – Money Auditing’’, ‘’Comprehensive Auditing’’, Performance Auditing’’, dan ‘’Systems Auditing’’. Perbedaan antara istilah tersebut tidak jelas dan sering digunakan secara bergantian.

Dalam mendefinisikan pemeriksaan manajemen, penekanannya adalah pada proses manajemen, khususnya prosedur untuk perencanaan, organisasi dan pengendalian aktivitas yang dipilih untuk audit, guna menetapkan bagaimana baiknya pengelolaan.

Namun, seorang penulis yaitu J Simke (dalam tulisannya ‘’Management, Operational, and Comprehensive Auditing: Extending Traditional Boundaries, CA Magazine, Juni 1982, halaman 52) berusaha mendefinisikan berbagai tipe auditing tersebut sebagai berikut:

  • Pemeriksaan manajemen (Management Auditing) dapat didefinisikan sebagai penilaian sistem manajemen perusahaan (Auditee), apakah sistem tersebut beroperasi secara efektif dan risiko apa yang mungkin timbul apabila sistem tersebut tidak beroperasi secara efisien.
  • Pemeriksaan operasional (Operational Auditing) dapat didefinisikan dalam rerangka yang sama seperti pemeriksaan manajemen, kecuali bahwa pemeriksaan operasional lebih berlaku terhadap sistem operasi auditee daripada sistem manajemennya. Dengan demikian, untuk unit organisasional tertentu, seperti departemen pembelian, pemeriksaan manajemen akan berfokus pada bagaimana baiknya unit tersebut dikelola, sedangkan pemeriksaan operasional akan berfokus pada bagaimana agar unit tersebut benar-benar berprestasi.
  • Pemeriksaan komprehensif (Comprehensive Auditing) merupakan integrasi dari berbagai unsur manajemen, operasional dan pemeriksaan keuangan tradisional. Pemeriksaan komprehensif mencakup penilaian manajemen auditee, operasi, pengendalian finansial dan sistem akutansi untuk menentukan apakah pengendalian dan mekanisme akuntabilitas telah memadai dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemegang sahamnya.

Dalam mendefinisikan pemeriksaan manajemen, penekanannya adalah pada proses manajemen, khususnya prosedur untuk perencanaan, organisasi dan pengendalian aktivitas yang dipilih untuk audit, guna menetapkan bagaimana baiknya pengelolaan. Sebabnya, pemeriksaan operasional terutama berhubungan dengan penilaian aktivitas-aktivitas dalam ruang lingkup audit untuk menentukan bagaimana baiknya mereka dilaksanakan.

Disarikan dari buku: Audit Manajemen Kontemporer, Penulis: Drs. Amin Widjaja Tunggal, AK. MBA., Halaman: 10-11.

    Cetak       Email
  • Publish: 4 tahun ago on Senin 21 Januari 2013
  • By:
  • Last Modified: Januari 21, 2013 @ 8:24 am
  • Filed Under: Audit
  • Tagged With:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pelaksanaan Kegiatan Pemeriksaan Internal

Selengkapnya →