Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Apa itu Fraud dan Apa Saja Jenis-Modusnya?

Oleh   /   Rabu 18 Maret 2015  /   Tidak ada komentar

Fraud, dalam banyak jenis dan modus, sudah menjadi permasalahan klasik di dalam aktivitas bisnis, sejak dahulu kala hingga kini. Begitu banyak contoh kasus fraud yang muncul ke permukaan. Bahkan saya pribadi berani mengatakan: tidak ada perusahaan/lembaga yang sama sekali bebas dari fraud.

keuanganLSM

Apa itu Fraud, Apa Saja Jenis-Modusnya (Plus Contoh), Di Bag. Mana Terjadi?

Apa itu Fraud, Apa Saja Jenis-Modusnya (Plus Contoh), Di Bag. Mana Terjadi?

Fraud, dalam banyak jenis dan modus, sudah menjadi permasalahan klasik di dalam aktivitas bisnis, sejak dahulu kala hingga kini. Begitu banyak contoh kasus fraud yang muncul ke permukaan. Bahkan saya pribadi berani mengatakan: tidak ada perusahaan/lembaga yang sama sekali bebas dari fraud, termasuk perusahaan/lembaga yang bergerak di bidang jasa audit dan anti-fraud sekalipun. Di mana ada uang dan kekayaan (baca: aset), di sana PASTI ada fraud.

Jikapun ada yang mengatakan, “Oh tidak. Di perusahaan/lembaga saya tidak ada yang namanya fraud,” itu karena, either mereka belum tahu cakupan fraud itu sampai dimana, atau karena intensitas dan derajat fraudnya yang lebih halus.

Misalnya: apakah sengaja datang terlambat 30 menit setelah istirahat itu termasuk fraud? Apakah menggunakan komputer dan koneksi internet kantor untuk bersosial mediaria itu termasuk fraud?

Kita di Indonesia, sudah sangat familiar dengan istilah “KKN” (korupsi, kolusi dan nepotisme). Ini karena saking maraknya terjadi baik di ranah oragnisasi (baca: perusahaan) swasta maupun pemerintah.

Apakah perusahaan/lembaga di negara-negara maju sana (yang rule of conduct-nya sudah begitu jelas) aman dari fraud? Ternyata TIDAK. Sebuah headline di Bloomberg, baru-baru ini, menyebutkan:

Limabelas persen CFO, dalam skala global, bersedia “mengeluarkan dana” untuk memenangkan kompetisi bisnis atau melanggengkan hegemoni bisnisnya sesuai dengan hasil survey yang diselenggarakan oleh Ernst & Young. (Sumber: Bloomberg).

“Mengeluarkan dana” yang dimaksudkan dalam hal ini adalah “bribe” alias menyuap bin nyogok. Apakah ini tergolong tindakan fraud? IYA, jelas. Ini jenis fraud yang dilakukan oleh manajemen level atas, alias eksekutif, alias C-suite.

Di level bawah, tindakan suap-menyuap juga banyak (dan lumrah) terjadi. Misalnya:

  • Menyuap buying agent untuk memperoleh order (fraud oleh orang marketing).
  • Menerima suap dari vendor denga mempercepat proses pembayaran
  • Menyuap oknum pemeriksa pajak supaya proses audit dimudahkan
  • Menyuap hanggar bea cukai untuk meloloskan barang impor yang dilarang
  • Menyuap orang imgrasi agar pelanggaran ijin kerja orang asinya tidak dipermasalahkan
  • Dan bentuk-bentuk penyuapan lainnya

Memberikan traktiran kepada staf accounting, supaya mudah dapat cash bond, pun juga tergolong fraud. Dan tindakan menyuap, hanya salah satu diantara banyak jenis dan modus fraud yang lainnya.

Di tulisan ini saya akan share mengenai:

  • Apa itu fraud?
  • Bagaimana caranya menentukan suatu tindakan tergolong farud atau tidak?
  • Apa saja jenis-jenis fraud beserta contohnya
  • Di bagian mana saja fraud terjadi?
  • Fraud dan Profesi Fraud Examiner Di Masa Depan

Note: Supaya lebih fokus, saya batasi pada tindakan fraud yang dilakukan di dalam perusahaan/lembaga saja. Istilah kerennya “internal fraud”. Kita mulai dengan pertanyaan: apa itu fraud?

Disarikan dari website: jurnalakuntansikeuangan.com.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pemkab Batang Dorong Pelaku UMKM agar Manfaatkan Teknologi

Selengkapnya →