Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Apa itu Fraud? Mengapa Penting untuk Diketahui?

Oleh   /   Senin 23 Maret 2015  /   Tidak ada komentar

Dengan mengetahui apa itu fraud beserta jenis-jenisnya, anda menjadi bisa mengenali dan waspada terhadap tindakan fraud tertentu, sekaligus bisa memberikan respon yang tepat (misal dengan memberikan teguran atau melaporkannya kepada pihak manajemen).

keuanganLSM

Apa itu Fraud? Mengapa Penting Untuk Diketahui?

Sebagai orang accounting, harus tahu apa itu fraud dan jenis-jenis fraud. Mengapa?

Supaya Bisa Melakukan Antisipasi Dini/Mencegah Fraud dengan mengetahui apa itu fraud beserta jenis-jenisnya, anda menjadi bisa mengenali dan waspada terhadap tindakan fraud tertentu, sekaligus bisa memberikan respon yang tepat (misal dengan memberikan teguran atau melaporkannya kepada pihak manajemen).

Supaya Tidak Terlibat Tindakan Fraud – Namanya saja accounting, ya harus accountable, bisa dipertanggungjawabkan. ‘Jualan’ kita di akuntansi adalah kepercayaan. Supaya bisa dipercaya makan segala tindakan kita harus bisa dipertanggungjawabkan. Akan menjadi tidak lucu, jika seorang staf accounting tanpa sengaja terlibat tindakan fraud, hanya gara-gara dia tidak tahu apa itu fraud, meskipun di belahan dunia lain, study menunjukan hal yang ironis (fraud banyak terjadi di bagian accounting).

So, apa itu fraud?

Untuk “standard hunter” yang menginginkan segala hal (kata-per-kata) berdasarkan standar, mohon maaf, tidak ada definisi fraud resmi dan standar. Jika diminta mendefinisikan, maka saya akan mengatakan:

“Fraud adalah tindakan curang, yang dilakukan sedemikian rupa, sehingga menguntungkan diri-sendiri/kelompok atau merugikan pihak lain (perorangan, perusahaan atau institusi).”

CGMA menyebutkan:

“Fraud essentially involves using deception to make a personal gain dishonestly for oneself and/or create a loss for another.”

Bagaimana caranya mengidentifikasi; apakah suatu tindakan tergolong fraud atau tidak?

Dari definisi di atas, bisa kita lihat fraud mengandung beberapa unsur, yaitu:

  • Tindakan yang disengaja
  • Kecurangan
  • Keuntungan pribadi/kelompok atau kerugian di pihak lain
  • Misal, untuk teman-teman mahasiswa: Apakah menyontek saat UAS tergolong tindakan fraud?

Untuk menguji, kita lihat apakah unsur-unsur di atas terpenuhi:

  • Apakah menyontek adalah tindakan yang disengaja? IYA
  • Apakah menyontek tergolong curang? IYA
  • Apakah menyontek menguntungkan diri-sendiri/kelompok? IYA

Semua unsur terpenuhi, berarti menyontek saat UAS adalah tindakan fraud. Iya dong, jelas fraud. Tanpa melihat ukuran dan kerugian yang ditimbulkan, asalkan ketiga unsur itu terpenuhi, maka suatu tindakan sudah bisa dikategorikan sebagai fraud.

Di dalam perusahaan tindakan fraud bisa macam-macam bentuknya. Berikutnya kita lihat jenis-jenis fraud.

Disarikan dari website: jurnal akuntansi keuangan 29 Mei 2012

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

amnesti-pajak-sarana-menuju-kemandirian-bangsa

Amnesti Pajak: Sarana Menuju Kemandirian Bangsa

Selengkapnya →