Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Apa itu Value for Money (VfM)?

Oleh   /   Kamis 3 Januari 2013  /   Tidak ada komentar

Tuntutan baru (transparansi dan akuntabilitas) dalam organisasi sektor publik harus memperhatikan value for money (VfM) dalam menjalankan aktivitasnya. VfM merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.

keuanganLSM

Apa itu Value for Money (VfM)?

Tuntutan baru (transparansi dan akuntabilitas) dalam organisasi sektor publik harus memperhatikan value for money (VfM) dalam menjalankan aktivitasnya. VfM merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas (Mardiasmo, 2002).

Ekonomi, merupakan perolehan masukan (input) dengan kualitas dan kuantitas tertentu dengan harga terendah. Ekonomi merupakan perbandingan antara masukan (yang terjadi) dengan nilai masukan (yang seharusnya). Ekonomi terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalisir sumber daya yang digunakan, dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak produktif.

Efisiensi, merupakan pencapaian keluaran (output) yang maksimum dengan masukan tertentu atau penggunaan masukan terendah untuk mencapai keluaran tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan keluaran/masukan (output/input) yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan.

Efektivitas, merupakan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output. Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok VfM, sedangkan tambahannya, dua elemen lain yaitu keadilan (equity).

keuangan LSM

Gambar: I. gambar Value for Money (VfM) secara Skematis. Sumber: Mardiasmo (2002:5)

 

Masukan (Input)

Masukan merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan suatu kebijakan, program, dan aktivitas. Sebagai contoh: dokter di RS, tanah di jalan, guru di sekolah, dan sebagainya. Dapat dinyatakan secara kuantitatif (jumlah guru, luas tanah, dsb), dinyatakan dengan nilai rupiah (biaya dokter, harga tanah, gaji guru dsb). Penentuan metode harganya: harga pasar, harga beli, dsb. Apakah opportunity cost relevan dipertimbangkan ?

Keluaran (Output)

Keluaran merupakan hasil yang dicapai dari suatu progam, aktivitas, dan kebijakan. Harus diingat pula keluaran yang diinginkan, dan keluaran lainnya yang tidak diinginkan yang merupakan efek samping. Mengukur keluaran (kualitatif) lebih sulit dilakukan pada pelayanan sosial, pendidikan, keamanan, dan kesehatan. Pengukuran kualitatif dapat dilakukan berupa kenaikan nilai, atau nilai tambah seperti peningkatan kualitas hidup.

Sasaran Utama (Throughput)

Analisis VfM memerlukan data masukan dan keluaran yang memadai. Masalahnya adalah tidak tersedianya data keluaran yang lengkap, sehingga sulit mengukur data keluaran, sehingga perlu digunakan keluaran antara (intermediate output) atau indikator kinerja (performance indicator), misalnya perbaikan kesehatan masyarakat, peningkatan harapan hidup.

Value for money dapat tercapai apabila organisasi telah menggunakan biaya masukan paling kecil untuk mencapai keluaran yang optimum dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Pencapaian hasil (Outcome)

Hasil adalah dampak yang ditimbulkan dari suatu aktivitas tertentu. Misalnya hasil pengumpulan sampah oleh Dinas Kebersihan untuk lingkungan kota yang bersih dan sehat. Biasanya dikaitkan dengan tujuan (objectives) atau target yang hendak dicapai.

Ada beberapa hal yang menyebabkan outcome sulit ditetapkan atau diukur:

  1. Tidak dapat dijelaskan dengan sederhana yang memudahkan monitoring;
  2. Adanya masalah politik dalam proses penetapan outcome, tergantung penguasa;
  3. Penentuan outcome perlu pertimbangan kualitas, output meningkat, lebih ekonomis dan efisien, atau sudah berkualitas?

Value for money dapat tercapai apabila organisasi telah menggunakan biaya masukan paling kecil untuk mencapai keluaran yang optimum dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Konsep VfM sektor publik gencar dilakukan seiring dengan meningkatnya tuntutan akuntabilitas dan good governance. Manfaat konsep VfM pada organisasi sektor publik antara lain:

  1. Meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
  2. Meningkatkan mutu pelayanan publik
  3. Menurunkan biaya pelayanan publik karena efisiensi dan penghematan input
  4. Alokasi belanja yang berorientasi pada kepentingan publik
  5. Meningkatkan kesadaran atas penggunaan uang publik, demi akuntabilitas
    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Desa dan Pemerintahan Desa

Selengkapnya →