Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Tanya Jawab  >  Artikel saat ini

Apa saja yang membuat terjadinya Fraud?

Oleh   /   Senin 13 Juli 2015  /   Tidak ada komentar

keuanganLSM

Apa saja yang membuat terjadinya Fraud?

(Tanya jawab ini disarikan dari KOPDAR: “Menghadapi Fraud di Lingkungan Kerja”)

Q: Apa saja yang membuat terjadinya Fraud?

A: Adanya kesempatan, sistem pengendalian diri, Leadership, mekanisme pengawasan, hebit.

Q: Apakah kelemahan dalam sistem sangat pengaruh terjadinya Fraud?

A: Tidak, karena yang sangat berpengaruh adalah adanya kesempatan disebabkan memiliki akses langsung melakukan Fraud, kemudian juga internal kontrol yang membuat kesempatan itu ada.

Q: Sampai di level sejauh mana Fraud dalam istilah keuangan? (mas Sardi)

A: Tergantung signifikan kecurangan yang terjadi dalam Fraud.

Q: Bagaimana dalam menghadapi Fraud?

A: Resiko fraud tidak bisa dihilangkan sama sekali, tetapi bisa diminimalisir dengan cara pencegahan (prevention) dan Deteksi fraud (detection).

Q: Bagaimana sikap donor atas Fraud?

A: Sikap donor atas Fraud

  • tidak ada toleransi;
  • Melaporkan setiap percobaan, dugaan, kecurigaan akan adanya penipuan (fraud) pada Direktur;
  • Mengadopsi pendekatan manajemen resiko untuk mencegah, mendeteksi dan menginvestigasi dugaan penipuan (fraud) yang terintegrasi kedalam proses bisnis, praktek managemen dan internal control.
  • Melakukan training mengenai etika dan kesadaran akan penipuan (fraud)
  • Menerapkan Whistle Blower policy
  • Menuntut atau memberikan sangsi kepada pelaku penipuan (fraud).

Q: Apakah Fraud berlaku kesemua lembaga atau hanya lembaga LSM? (mas Sardi)

A: Semua lembaga, bahkan teori ini digunakan dalam bisnis

Q: Apakah di Bank juga terdapat Fraud?

A: Juga ada Fraud, karena adanya keingin seseorang melakukan Fraud biar pun sistem dalam Bank lebih ketat, tapi biasanya Bank itu memang mengundang orang yang bisa membobol sistemnya.

Q: Bagaimana menerapkan sistem yang baik dalam mencegah Fraud? (mas Sardi)

A: Menerapkan dan mempertahakan budaya jujur dan beretika, menetapkan dan mengevaluasi sitem pengendalian internal.

Q: Bagaimana Lembaga membuat sumber daya etika yang jujur? (mas Sardi)

A: Cara membuat sumber daya etika yang jujur yaitu:

  • Pimpinan memberikan teladan etika bagi staf.
  • Memperlukan semua personil di organisasi setara tanpa mempertimbangkan posisi masingmasing.
  • Menetapkan kode etik organisasi. Kode etika harus jelas, dapat dimengerti dan disusun secara partisipatip.

Q: Bagaimana deteksi adanya fraud?

A: Dengan melakukan internal Audit, cara yang paling umum diterapkan.

Q: Bagaimana menjelaskan pressure bisa menyebabkan Fraud?

A: Pressure itu biasanya disebabkan oleh keuangan, contoh karena dia judi jadi hutangnya banyak, atau dia merasa bahwa di gajinya tidak sesuai dengan kerja. Dengan tekanan tersebut membuat pressure yang menyebabkan terjadinya Fraud.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Apakah Accounting bisa Dilakukan oleh Outsource

Selengkapnya →