Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  >  Artikel saat ini

Apa yang Dapat Dilakukan oleh Para Pemimpin Yayasan dan LSM?

Oleh   /   Senin 30 September 2013  /   Tidak ada komentar

Para pemimpin yayasan dan LSM perlu menyadari, dalam kata-kata yang dibuat oleh komandan Apollo 13, bahwa ‘Kita menghadapi masalah’. Seluruh sektor ini sangat rentan dan, kecuali kalau para pemimpin di bidang ini mengakuinya, keadaan akan semakin buruk.

keuanganLSM

Di luar itu, para pemimpin perlu mengambil fokus pada tiga wilayah

Para pemimpin yayasan dan LSM perlu menyadari, dalam kata-kata yang dibuat oleh komandan Apollo 13, bahwa ‘Kita menghadapi masalah’. Seluruh sektor ini sangat rentan dan, kecuali kalau para pemimpin di bidang ini mengakuinya, keadaan akan semakin buruk. Di luar itu, para pemimpin perlu mengambil fokus pada tiga wilayah.

Pertama, mereka perlu melihat struktur tata kelola mereka sendiri. Mereka hendaknya melakukan penilain mandiri Dewan Pengurus menggunakan sumber daya Board Source untuk mengidentifikasi dan menangani masalah. Sumber yang sangat berharga ini tersedia untuk diagnosis LSM kalau mereka berkeinginan meluangkan waktu untuk menggunakannya. Terlampau banyak LSM yang berfikir bahwa tata-kelola dan masalah-masalah akuntabilitas hanya berlaku pada yang lain dan gagal untuk mengambil tindakan buat mereka sendiri. Artikel-artikel pers yang mempertanyakan praktik-praktik LSM mencakup liputan tokoh-tokoh yayasan-yayasan Amerika Serikat dan LSM-LSM utama.

Kedua, yayasan-yayasan perlu melakukan investasi pada tata-kelola dan akuntabilitas. Hal ini dapat mengambil sejumlah bentuk, dari mensyaratkan penerima hibah untuk menunjukkan praktik-praktik baik tata kelola hingga penguatan organisasi yang mempromosikan tata kelola dan akutabilitas yang baik. Dalam pengertian ini, tata kelola dan akuntabilitas hendaknya tidak dilihat sekedar sebagai aspek-aspek negatif agar berada di luar masalah (atau luput dari liputan pers), tetapi juga aspek-aspek positif bagaimana tata kelola dan pengembangan kapasitas kelembagaan yang efektif mendatangkan hasil akhir positif.

Bidang ini secara keseluruhan perlu juga melakukan investasi pada penetapan dan perluasan sistem regulasi mandiri. Sementara ada keterbatasan-keterbatasan melekat terhadap apa yang dapat dilakukan organisasi dalam menetapkan kebijakan sendiri, LSM-LSM dapat berbuat lebih banyak lagi dari apa yang mereka perbuat sekarang dan yayasan-yayasan dapat melakukan investikasi pada regulasi mandiri efektif ini. Hal ini hendaknya mencakup seperangkat luas standar-standar yang disepakati yang diterapkan pada sejumlah besar LSM lintas seluruh spektrum dan membuat standar-standar ini dikenal luas oleh publik sebagai cara-cara terbaik menegakkan peraturan mandiri. Pengaturan mandiri yang efektif penting tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga karena hal ini dapat membantu mencegah regulasi pemerintah yang berlebihan dan tidak seharusnya.

Akhirnya, sektor ini perlu memperlihatkan komitmen yang layak dipercaya dalam pengaturan pemerintah yang efektif. Sekarang juga, masalah ini bukan kekurangan peraturan yang efektif, tetapi lebih merupakan kurangnya sumber daya pemerintah negara bagian dan federal untuk menjamin kepatuhannya. LSM-LSM dan yayasan-yayasan dapat lebih banyak berbuat untuk melobi agar ada peningkatan pendanaan untuk regulator pemerintah. Menjamin bahwa pemerintah memiliki sumber daya untuk menyelenggarakan audit dan menyajikan ancaman yang tegas atas penangkapan mereka yang menyalahkan amanah publik dan menggunakan LSM-LSM demi keuantungan pribadi merupakan kepentingan jangka panjang maupun jangka pendek semua organisasi nirlaba dan filantropi.

Pada saat yang sama, sambil menangani tata kelola dan isu-isu akuntabilitas yang membuat mereka sangat rentan, yayasan-yayasan dan LSM-LSM juga perlu melanjutkan apa yang telah mereka perbuat guna menunaikan misi mereka secara efektif. Perlu bicara dengan berani tentang isu-isu hari ini. Mereka perlu menuntut akuntabilitas pemerintah dan dunia bisnis untuk apa yang mereka lakukan dan dampak dari tindakan mereka. Mereka perlu menjamin bahwa riset mereka benar dan mereka benar pula dalam misi mereka. Bahkan mereka perlu awas waspada terhadap aset besar yang mereka punyai, termasuk amanah publik, informasi dan tujuan moral yang luhur. Dalam isu-isu ini, tidak boleh ada kompromi.

Disarikan pada buku: Peluang dan Tantangan Akuntabilitas LSM, Pengarang: Zaim Saidi, Hal: 28-31.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

16 Prinsip Kode Etik Konsil LSM Indonesia

Selengkapnya →