Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  >  Artikel saat ini

Apakah Akuntabilitas LSM itu Unik?

Oleh   /   Senin 23 September 2013  /   Tidak ada komentar

Banyak yang berargumentasi bahwa ke rangka regulasi yang umum, digabung dengan keharusan melapor pada donor dan akuntabilitas yang didorong oleh perhatian publik di lokasi LSM bergerak, lebih dari cukup sebagai akuntabilitas.

keuanganLSM

Banyak yang berargumentasi bahwa ke rangka regulasi yang umum

Salah satu pertanyaan yang menjadi inti perdebatan ialah apakah LSM-LSM memiliki isu-isu dan kebutuhan akan akuntabilitas yang khusus. Beberapa orang akan melontarkan argumentasi bahwa semua peraturan dan pengaturan khusus bagi LSM tidak pada tempatnya karena LSM-LSM harus diatur di bawah kerangka ketentuan hukum yang lebih umum, misalnya, tentang menyelewengkan dan mengungkapkan (disclosure). Banyak yang berargumentasi bahwa ke rangka regulasi yang umum, digabung dengan keharusan melapor pada donor dan akuntabilitas yang didorong oleh perhatian publik di lokasi LSM bergerak, lebih dari cukup sebagai akuntabilitas. Di sisi lain, sebagian yang lain berargumentasi bahwa LSM-LSM menghadapi tantangan-tantangan yang unik bagi akuntabilitasnya.

Inti dilemanya ialah bahwa akuntabilitas yang didorong oleh misi sering kali kepada orang-orang, ‘penerima manfaat yang dituju’, yang memiliki sedikit pengaruh dan pada umumnya tanpa kekuasaan terhadap organisasi, sementara akuntabilitas kontraktual di pusat kekuasaan berada, pada umumnya berada di tangan orang-orang di ujung lain dari saluran yang sama, yakni para pendana. Baik artikel Ali Kings maupun Sarah Hobson, yang ditarik dari khusus Zurich Community Trust dan International Development Exchange, menyoroti kemungkinan memberikan lebih banyak pengambilan keputusan pada penerima hibah. Tetapi pengalaman ini tidak memberikan sinyal perubahan-perubahan dalam kekuasaan yang mendasari hubungan antara pendana dan penerima hibah. Penting untuk tidak mengelirukan antara perubahan-perubahan dalam daya tanggap dan bentuk-bentuk keterlibatan dengan perubahan-perubahan pada akuntabilitas. Dari perspektif ini, Dewan Penyantun/Dewan Pengurus dan para manajer LSM menghadapi, dan akan terus menghadapi, delema akuntabilitas yang sangat berbeda dengan yang dihadapi oleh para pelaku bisnis atau lembaga publik. Tujuan-tujuan yang sejalan dengan misi dan akuntabilitas yang terlembagakan yang mendasarinya pada umumnya berjalan dengan arah yang sangat berlainan. Dibandingkan hal yang lain-lain, hal ini menjadikan perlu adanya perdebatan dan penyelesaian khusus pada topik akuntabilitas LSM.

Disarikan pada buku: Peluang dan Tantangan Akuntabilitas LSM, Pengarang: Zaim Saidi, Hal: 8-9.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Akuntabilitas dan Tranparansi LSM: Perspektif Pemerintah Daerah

Selengkapnya →