Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Penggalangan Dana  >  Artikel saat ini

Apakah yang Dimaksud dengan CSR?

Oleh   /   Selasa 10 Desember 2013  /   1 Komentar

Definisi lain menyangkut bagaimana kepentingan bisnis berhubungan dengan hal-hal mengenai hukum, etika, komersial, dan harapan-harapan lain yang dimiliki oleh pihak-pihak yang berkempentingan serta masyarakat luas terhadap bisnis tersebut.

keuanganLSM

Apakah yang Dimaksud dengan CSR?

Dalam istilah yang paling sederhana, CSR adalah hal-hal yang menyangkut cara perusahaan ‘memberikan manfaat timbal balik’ kepada masyarakat.

Definisi lain menyangkut bagaimana kepentingan bisnis berhubungan dengan hal-hal mengenai hukum, etika, komersial, dan harapan-harapan lain yang dimiliki oleh pihak-pihak yang berkempentingan serta masyarakat luas terhadap bisnis tersebut. Beberapa orang memandang CSR sebagai tindakan moral, sedangkan yang lain mungkin memandangnya sebagai cara strategis untuk menaikkan citra bisnisnya di mata publik. Di bawah ini terdapat beberapa definisi lain tentang CSR.

Canadian Business for Social Responsibility (Tanggung jawab Sosial Bisnis Kanada) secara umum mengartikan CSR sebagai “peran sukarela kalangan bisnis dalam memberikan kontribusi demi terciptanya masyarakat yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih melebihi komitmen modal dan keuangannya”.

The World Business Council for Sustainable Development (Dewan Bisnis Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan) mengartikan CSR sebagai “komitmen berkesinambungan yang dimiliki oleh kalangan bisnis untuk bersikap etis dan memberi kontribusi bagi pembagunan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup tenaga kerjanya berserta keluarga mereka dan juga masyarakat setempat serta masyarakat yang lebih luas”.

Business for Social Responsibility/ BSR (Bisnis untuk Tanggung Jawab Sosial) mendefinikasikan CSR sebagai “pencapaian keberhasilan komersial dengan cara-cara yang menghormati nilai-nilai sosial dan menghargai orang, masyarakat serta lingkungan alam”.

 

CSR di luar Eropa dan Amerika Utara

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh ACNielsen di empat kota besar Indonesia, 52% responden menganggap penting untuk memilih produk yang ramah lingkungan. Survei tersebut juga menyebutkan bahwa 99% dari responden menganggap perusahaan perlu menyadari akan adanya bahwa konsumen menginginkan perusahaan berbuat lebih banyak terhadap kelestarian lingkungan, dan mendorong perusahaan di Indonesia untuk mengambil bagian dalam program CSR.

keuanganLSM

Walaupun sebagian besar isi buklet ini membahas tentang Indonesia, namun diharapkan gagasannya bisa dipakai di negara-negara lain di Asia dan negara-negara sedang berkembang di dunia. Banyak kota besar di Asia yang membangun pusat bisnis. Kehadiran perusahaan internasional juga semakin meningkat, dan banyak dari perusahaan tersebut telah menerapkan program CSR yang berasal dari kantor pusat mereka di luar negeri. Perusahaan-perusahaan ini bisa menjadi titik awal bagi LSM dalam mencari dana, dan keterlibatan mereka bisa menjadi bagian untuk memberikan dukungan bagi perusahaan-perusahaan nasional agar lebih aktif dalam menerapkan CSR.

Sekarang ini, fokus perusahaan-perusahaan yang menerapkan program CSR di Indonesia cenderung untuk mendanai komunitas lokal. Contohya, dalam bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, program air bersih dan sanitasi. Akan tetapi, seringkali CSR dipengaruhi pemegang posisi tinggi dalam perusahaan karena program CSR masih merupakan konsep yang baru di Indonesia. Hal ini berbeda dengan konteks di Amerika Utara karena program CSR cukup ditangani oleh staf yang berpartisipasi dalam persetujuan proposal dan mereka bersedia memberikan waktu untuk bertugas mengelola program CSR. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah menghubungi orang yang tepat dalam perusahaan ketika kita melakukan pendekatan untuk mendapatkan dana (lihat halaman 7).

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai relevansi CSR di Indonesia, berikut ini terdapat kata sambutan yang disampaikan oleh Ibu Darwina Widjajanti, Direktur Eksekutif LEAD Indonesia. Kata-kata ini adalah bagian dari kita sambutan yang disampaikannya pada seminar Corporate Social Responsibility: A New Business Mainstream toward Sustainable Development (Tanggung jawab Sosial Perusahaan: Arus Utama Baru dalam Bisnis Menuju Pembangunan Berkelanjutan):

“… bagi Indonesia inilah saatnya untuk membahas CSR secara lebih mendalam. Sejak reformasi, Indonesia telah menjadi negara semakin terbuka. Tiga aspek CSR – ketahanan ekonomi, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan – telah menggarisbawahi tiga bentuk CSR. CSR di Indonesia adalah konsep yang masih berkembang, namun diharapkan bahwa pelatihan yang dimulai hari ini akan mendukung diskusi yang lebih mendalam mengenai pendekatan CSR yang sesuai dengan konteks Indonesia”.

Disarikan dari buku: Buklet Sumber Dana Kreatif (Buklet 5 dari 11 Seri Pengerahan Sumber Daya), Penulis: Nina Doyle (VSO) & Deborah Nolan (CUSO), Halaman: 2-4.

    Cetak       Email

1 Comment

  1. Antera Jaya berkata:

    Persoalan dana memang perlu dicermati dengan kwalitas organisasi penerima dan pelaku program, tetapi persoalan sasaran akhir apa masyarakat ?? atau kelembagaan ??. Perkembangan lsm yang diikuti ada juga mengaku lembaga Pembina Swadaya Masyarakat. Kami pernah dicematkan ” social worker “.Namun dipastikan perkembangan LSM/LPSM adalah tergantung dana sponsor, hingga lembaga swadaya bubar, kami tetap berupaya menggerakkan pola swadaya yang akhirnya perkembangan kemandirian berlangsung dengan tanpa ikatan, yang artinya keluarga miskin itu mampu melakukan kewjibanya. Saat ini telah 2 tahun terakhir kami membentuk wadah Yayasan Antera dengan pembinaan mental/moral dengan ” moto : rakyat membangun rakyat “, kami menggerakkan semangat dari pemberdayaan sendiri, yang akhirnya kelompok kami juga berkembang diminati di 3 propinsi. Kemudian sekarang ini kami mau merintis membentuk Koperasi Nasional agar dilaksanakan pembrdayaan di tiga provinsi, seandainya UU N0 17 tahun 2012 tentang perkopeasian tidak menyebutkan adanya modal awal 300 juta, kami pasti sudah mulai merangkak. Sesungguhnya modal tersebut seolah mendorong rakyat berjalan masih banyak rintangan.
    Kami tidak berniat mengemis, namun peraturanya memaksa ! Lalu sesunguhnya selama 2 tahun berjalan belum pernah kami menyentuh badan-dana yang memang menurut informasi lsm terdahulu alamt sumber itu memang ada. Namun kami tetap membangun lembaga Antera peduli rakyat untuk kehidupan berkelanjutan dengan keyakinan adalah sama-sama ciptaan tuhan yang maha Kuasa,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Hal-hal yang Dibutuhkan OMS-OMS

Selengkapnya →