Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Apindo Keluhkan Pungutan CSR

Oleh   /   Kamis 19 Mei 2011  /   Tidak ada komentar

Asosiasi Pengusaha Indonesia mengeluhkan pungutan tanggung jawab sosial perusahaan oleh gubernur, wali kota, dan bupati di sejumlah daerah. Padahal, selama ini pengusaha sudah dibebankan dengan berbagai pajak yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembangunan daerah, termasuk infrastruktur jalan.

keuanganLSM

Apindo Keluhkan Pungutan CSR

Sumber : KOMPAS, Kamis 19 Mei 2011, Halaman 18

Jakarta, Kompas – Asosiasi Pengusaha Indonesia mengeluhkan pungutan tanggung jawab sosial perusahaan oleh gubernur, wali kota, dan bupati di sejumlah daerah. Padahal, selama ini pengusaha sudah dibebankan dengan berbagai pajak yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembangunan daerah, termasuk infrastruktur jalan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di Jakarta, Rabu (18/5), mengecam keras pungutan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang tidak sesuai dengan semangat CSR. Peraturan Pemerintah tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan belum keluar, tetapi tim-tim pungutan justru sudah dibentuk sejumlah kepala daerah, seperti di Provinsi Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, dan Riau.

”Dana-dana CSR kami dipungut untuk membangun sarana dan prasarana yang diperlukan pemerintah daerah. Di kota Lampung, lebih hebat lagi. Mereka meminta dana CSR kami untuk membangun jalan-jalan yang rusak di sana,” kata Sofjan.

Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah Agung Pambudhi menyatakan keprihatinannya. Kalau melihat tujuannya, penggunaan dana itu cukup baik. Dalam artian, mereka ingin menyinergikan CSR-CSR agar tepat sasaran program dan tepat lokasinya.

”Pemda seharusnya memaparkan pembangunan yang sudah dilakukannya. Kemudian, memaparkan hal-hal yang masih kurang dilakukan, termasuk lokasi-lokasinya untuk mengajak pengusaha sesuai kemampuan CSR-nya,” ujar Agung. (OSA)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →