Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Profil Anggota  >  Artikel saat ini

Ario Nirmolo

Oleh   /   Senin 27 Mei 2013  /   Tidak ada komentar

keuanganLSM

Ario Nirmolo

Ario Nirmolo, pria easy going yang biasa dipanggil dengan nama Ario ini, adalah ayah dari dua orang puteri hasil pernikahannya dengan Brigita Dewi Tri Setiya Wening. Sejak tahun 1994, Ario sudah tertarik di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia tepatnya di bidang pelatihan. Saat itu, Ario yang masih menimba ilmu di De Britto College, mulai belajar memberikan pelatihan-pelatihan dalam kelas sosial hingga akhirnya pada tahun 2001 bersama rekannya (Amelia Hirawan, sekarang Direktur SinergiaLife Consultant Surabaya, dan Ferdinand Hindiarto, sekarang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unika Soegijapranata Semarang) mendirikan biro training di Semarang saat Ario masih menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang.

Pria sederhana ini, selain aktif berorganisasi, juga sempat menjadi asisten dosen di almamaternya selama 4 tahun untuk beberapa mata kuliah. Sebelum berkarya di SOS Children’s Villages Indonesia, pria humoris ini pernah bekerja di sebuah lembaga pendidikan di Semarang selama 5 tahun. Lalu, pada tahun 2003-2005 Ario bekerja di sebuah PMA Swiss di Sidoarjo sebagai Kepala Personalia.

Ketertarikan pria yang murah senyum ini untuk terlibat di SOS Children’s Villages Indonesia dimulai sejak dia menjadi volunteer di salah satu cabang organisasi tersebut, tepatnya di Semarang pada tahun 1999. Secara resmi, Ario yang saat ini tinggal di Lembang, Bandung, sudah berkarya di SOS Children’s Villages Indonesia sejak tahun 2005. Berdasarkan pengalaman yang dimiliki, Ario mulai merintis karyanya di SOS Children’s Villages Indonesia dengan mendirikanNational Training Centre di Lembang, Bandung. Saat ini Ario berkarya sebagai Assistant to HROD Director.

SOS Children’s Villages adalah organisasi perkembangan sosial non-pemerintah internasional yang aktif di bidang hak-hak anak dan berkomitmen untuk membantu kebutuhan anak-anak sejak tahun 1949. Saat ini SOS Children’s Villages berkarya di 132 negara dan berfokus pada anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua dan anak-anak yang rentan kehilangan pengasuhan orang tua.

SOS Children’s Villages berfokus pada pengasuhan berbasis keluarga dan berjangka panjang, serta anak-anak yang tak dapat lagi tumbuh dengan keluarga biologis mereka. SOS Children’s Villages berusaha menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan dan kasih sayang. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang nyaman dan mereka didukung secara individual sampai mereka menjadi pribadi dewasa yang mandiri dan dapat berkontribusi pada masyarakat.

Selain itu, SOS Children’s Villages juga memiliki Program Pemberdayaan Keluarga untuk keluarga yang kurang beruntung, untuk mencegah terjadinya kondisi terburuk yang bisa menyebabkan anak-anak harus terpisah dari orang tuanya. SOS Children’s Villages melaksanakan berbagai bentuk dukungan untuk memperkuat dan memberdayakan keluarga sebaik mungkin, sehingga mereka dapat mengatur kembali hidup mereka secara mandiri dan kembali merawat anak-anak mereka secara baik.

Program Pemberdayaan Keluarga merupakan cara penting untuk membangun sumber daya keluarga dan masyarakat, menumbuhkan kemampuan mereka untuk mengatur diri sendiri dan bertanggung jawab untuk kesejahteraan anak-anaknya.

SOS Children’s Villages Indonesia berdiri tahun 1972 di Lembang, Bandung. Saat ini SOS Children’s Villages berkembang di beberapa tempat di Indonesia, yaitu di Bandung, Jakarta, Semarang, Tabanan-Bali, Maumere-Flores NTT, Banda Aceh, Meulaboh, Medan, dan Yogyakarta.

Sehari-hari Ario Nirmolo dapat dihubungi lewat email: arionirmolo@yahoo.com.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Muhammad Ari Pratomo

Muhammad Ari Pratomo

Selengkapnya →