Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Aset Tetap

Oleh   /   Kamis 14 Agustus 2014  /   Tidak ada komentar

mur ekonomis aset tetap adalah merupakan taksiran. Aset tetap yang memiliki umur ekonomis akan mengalami penurunan nilai seiring waktu atau pemakaian.

KeuanganLSM

Aset Tetap

Aset tetap merupakan aset yang umur ekonomisnya lebih dari setahun dan merupakan pendukung operasi perusahaan. Aset tetap dapat berupa tanah, gedung, mesin, dan properti lainnya. Harus dibedakan aset yang terklasifikasi sebagai aset tetap dan investasi dalam properti. Suatu properti diklasifikasikan sebagai aset tetap jika properti tersebut digunakan untuk mendukung operasi perusahaan.

Properti yang digunakan sebagai gedung pemasaran atau gudang penyimpanan adalah termasuk dalam klasifikasi aset tetap. Tetapi, bila properti diadakan untuk menghasilkan pendapatan langsung seperti pendapatan sewa, properti tersebut termasuk dalam klasifikasi investasi dalam properti. Berdasarkan masa pemakaian, aset tetap dapat diklasifikasikan dalam aset tetap yang umur ekonomisnya terbatas dan aset tetap yang umur ekonomisnya tidak terbatas.

Yang dimaksud dengan umur ekonomis adalah masa penggunaan di mana aset tetap dapat beroperasi pada kapasitas yang diharapkan. Aset tetap seperti mesin, bangunan, atau peralatan setelah mencapai pemakaian atau umur tertentu tidak dapat dipergunakan lagi karena secara alamiah mengalami aus. Mesin yang umur ekonomisnya ditaksir 5 tahun, mungkin masih bisa digunakan pada tahun keenam.

Akan tetapi, produktivitasnya tidak lagi berada pada kapasitas yang seharusnya jika digunakan pada tahun keenam. Jika dipaksa terus digunakan, mungkin mesin akan menghasilkan produk-produk yang cacat dan lainnya. Aset tetap tertentu yang high tech mungkin masih layak digunakan setelah umur ekonomis berakhir tetapi telah ketinggalan zaman dan akan lebih efisien menggunakan mesin dengan teknologi baru yang kondisinya jauh lebih baik.

 

Aset Tetap yang Umur Tidak Terbatas

Aset jenis ini adalah tanah yang tidak dikelola, melainkan sebagai tempat bangunan atau lapangan. Apabila tanah dipakai untuk tanaman tertentu, tanah tersebut dianggap memiliki umur ekonomis terbatas karena tanah tersebut harus direnovasi kembali agar bisa dioperasikan kembali dan itu memerlukan biaya yang sangat besar. Tanah disajikan pada awalnya sebesar harga perolehan. Setelah masa perolehan, tanah dapat dinilai kembali pada nilai wajarnya.

 

Aset Tetap yang Memiliki Umur Ekonomi

Setiap aset tetap yang masa manfaat terbatas diklasifikasikan sebagai aset tetap yang memiliki umur ekonomis. Aset tetap ini misalnya bangunan, peralatan, mesin, dan lainnya. Umur ekonomis aset tetap adalah merupakan taksiran. Aset tetap yang memiliki umur ekonomis akan mengalami penurunan nilai seiring waktu atau pemakaian. Penurunan nilai aset oleh waktu yang normal dalam istilah akuntansi disebut penyusutan (depreciation).

Penyusutan adalah beban bagi perusahaan karena penyusutan akan mengurangi nilai aset tetap hingga suatu saat aset tetap harus dihentikan pemakaiannya dan diganti. Beban penyusutan akan dijelaskan pada pembahasan mengenai “Beban”.

Ketika suatu aset tetap dihentikan pemakaiannya, mungkin saja aset tersebut masih memiliki nilai. Nilai ini disebut residu atau nilai sisa setelah aset dihentikan pemakaiannya. Besarnya jumlah nilai residu pada akhir pemakaian aset adalah merupakan taksiran yang didasarkan pada pengalaman atas nilai sisa aset sejenis.

SAK mewajibkan aset tetap dalam neraca disajikan dengan mengungkapkan nilai aset dan akumulasi nilai aset yang telah disusutkan. Misalkan, PT X ingin menyusun neraca per tanggal 31/12/2014. PT X memiliki peralatan dengan harga pokok Rp 10 Milyar yang dibeli awal tahun 2013. Dengan demikian, PT X telah memiliki peralatan tersebut selama 2 tahun. Pada tahun 2013, mesin telah mengalami penyusutan Rp l Milyar dan pada tahun 2014 peralatan mengalami penyusutan Rp 2 Milyar. Akumulasi penyusutan adalah Rp 3M.

Ada banyak metode untuk menghitung jumlah penyusutan. Ada yang biasa disebut metode penyusutan, antara lain metode garis lurus, metode saldo menurun, metode saldo menurun berganda, metode pemakaian jam, atau metode lainnya.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntansi, Penulis: Golrida Karyawati P, Hal: 30-33.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →