Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Aset Tidak Berwujud yang Diperoleh Melalui Pembelian

Oleh   /   Senin 6 Agustus 2012  /   Tidak ada komentar

Aset tidak berwujud pada awalnya harus diakui sebesar biaya perolehan. Pengakuan biaya dalam jumlah tercatat dari aset tidak berwujud dihentikan saat aset tersebut berada dalam kondisi dapat beroperasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan manajemen.

keuanganLSM

Aset Tidak Berwujud yang Diperoleh Melalui Pembelian

Aset tidak berwujud pada awalnya harus diakui sebesar biaya perolehan. Biasanya, harga yang dibayarkan oleh entitas untuk perolehan terpisah suatu aset tidak berwujud akan diharapkan untuk diperoleh dari aset tersebut. Selain itu, biaya aset tidak berwujud yang diperoleh secara terpisah biasanya dapat diukur secara andal. Hal itu akan tampak jelas jika pembayaran dilakukan dalam bentuk uang tunai atau aset moneter lainnya.

Biaya perolehan aset tidak berwujud terdiri dari:

  1. Harga beli, termasuk bea masuk (import), dan pajak pembelian yang tidak dapat dikembalikan, setelah dikurangkan diskon dan rabat: dan
  2. Segala biaya yang dapat dikaitkan secara langsung dalam memperisapkan aset tersebut sehingga siap untuk digunakan.

Contoh dari biaya yang dapat dikaitkan langsung adalah:

  1. Biaya imbalan kerja (seperti yang dijelaskan dalam PSAK No. 24 (revisi 2004): Imbalan Kerja) yang timbul secara langsung dengan membawa aset ke kondisi kerja (siap digunakan);
  2. Biaya profesional yang muncul secara langsung untuk membawa aset ke kondisi kerja (siap digunakan):
  3. Biaya untuk menguji apakah aset tersebut dapat berfungsi dengan baik.

Contoh dari pengeluaran yang tidak termasuk biaya aset tidak berwujud adalah:

  1. Biaya untuk memperkenalkan produk atau jasa baru (termasuk biaya iklan dan kegiatan promosi):
  2. Biaya memindahkan usaha ke tempat atau ke tingkat konsumen baru (termasuk biaya pelatihan pegawai); dan
  3. Biaya administrasi dan overhead lainnya.

Pengakuan biaya dalam jumlah tercatat dari aset tidak berwujud dihentikan saat aset tersebut berada dalam kondisi dapat beroperasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan manajemen. Oleh sebab itu, biaya yang terjadi dalam menggunakan atau mengembangkan kembali aset tidak berwujud tidak termasuk dalam jumlah tercatat aset.

Misalnya, biaya-biaya berikut ini tidak termasuk dalam jumlah tercatat dari aset tidak berwujud:

  1. Biaya yang dikeluarkan saat aset sudah dapat digunakan sesuai dengan keinginan manajemen, tetapi aset tersebut tidak digunakan; dan
  2. Kerugian operasi awal, seperti halnya biaya dikeluarkan ketika ada pemintaan atas aset.

Beberapa operasi terjadi berkaitan dengan pengembangan aset tidak berwujud, namun tidak menjadikan aset tersebut berfungsi sesuai dengan keinginan manajemen. Operasi insidental tersebut mungkin terjadi sebelum maupun selama kegiatan pengembangan. Karena operasi incidental tersebut tidak diperlukan untuk menjadikan aset tersebut berfungsi sesuai keinginan manajemen maka pendapatan dan beban yang dihasilkan kegiatan tersebut segera diakui dalam laporan laba rugi, dan dimasukkan dalam klasifikasi pendapatan dan beban yang sesuai.

Jika pembayaran untuk suatu aset tidak berwujud ditangguhkan sampai melebihi periode penjualan kredit yang normal, biaya perolehannya adalah setara nilai tunainya . Selisih antara nilai tersebut dan total pembayaran diakui sebagai beban bunga pada periode penjualan kredit, kecuali selisih tersebut dapat dikapitalisasi sesuai dengan PSAK No. 26 (revisi 2008): Biaya Pinjaman.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Proses SDM Berbelit-Belit

Selengkapnya →