Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Audit  >  Artikel saat ini

Audit Kinerja (Performance Audit)

Oleh   /   Rabu 25 September 2013  /   Tidak ada komentar

Audit kinerja adalah pemeriksaan secara objektif dan sistematik terhadap berbagai macam bukti, untuk dapat melakukan penilaian secara independen atas kinerja entitas atau program/kegiatan Pemerintah yang diaudit.

keuangan LSM

pemeriksaan secara objektif dan sistematik

Audit kinerja adalah pemeriksaan secara objektif dan sistematik terhadap berbagai macam bukti, untuk dapat melakukan penilaian secara independen atas kinerja entitas atau program/kegiatan Pemerintah yang diaudit. Dengan audit kinerja dimaksudkan untuk dapat meningkatkan tingkat akuntabilitas Pemerintah dan memudahkan pengambilan keputusan oleh pihak yang bertanggung jawab untuk mengawasi atau memprakarsai tindakan koreksi. Audit kinerja mencakup audit tentang ekonomi, efisiensi, dan program. Berikut ini dijelaskan masing-masing jenis audit kinerja tersebut.

A. Audit Ekonomi dan Efisiensi

Audit ekonomi dan efisiensi menentukan apakah:

  1. Entitas telah memperoleh, melindungi dan menggunakan sumber dayanya (seperti karyawan, gedung, ruang, dan peralatan kantor) secara hemat dan efisien;
  2. Penyebab timbulnya ketidakhematan dan ketidakefisienan;
  3. Entitas tersebut telah mematuhi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kehematan dan efisiensi.

Audit ekonomi dan efisiensi dapat mempertimbangkan apakah entitas yang diaudit telah:

  1. Mengikuti ketentuan pelaksanaan pengadaan yang sehat;
  2. Melakukan pengadaan sumber daya (jenis, mutu, dan jumlah) sesuai dengan kebutuhan dan dengan biaya yang wajar;
  3. Melindungi dan memelihara semua sumber daya negara yang ada secara memadai,
  4. Menghindari duplikasi pekerjaan atau kegiatan yang tanpa tujuan dan kurang jelas tujuannya:
  5. Menghindari adanya pengangguran atau jumlah pegawai yang berlebihan;
  6. Menggunakan prosedur kerja yang efisien;
  7. Menggunakan sumber daya (staf, peralatan dan fasilitas) secara optimum dalam menghasilkan atau menyerahkan barang/jasa dengan kuantitas dan kualitas yang baik serta tepat waktu;
  8. Mematuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perolehan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya negara;
  9. Telah memiliki suatu sitem pengendalian manajemen yang memadai untuk mengukur, melaporkan, dan memantau kehematan dan efisiensi pelaksanaan program;
  10. Telah melaporkan ukuran yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai penghematan dan efisiensi.

B. Audit Program

Audit program mencakup penentuan:

  1. Tingkat pencapaian hasil program yang diinginkan atau manfaat yang telah ditetapkan oleh undang-undang atau badan lain yang berwenang;
  2. Efektivitas kegiatan entitas, pelaksanaan program, kegiatan, atau fungsi instansi yang bersangkutan;
  3. Apakah entitas yang diaudit telah menaati peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan program/ kegiatannya.

Contoh pelaksanaan audit program:

  1. Menilai tujuan program, baik yang baru maupun yang sudah berjalan, apakah sudah memadai dan tepat atau reIevan;
  2. Menentukan tingkat pencapaian hasil program yang diinginkan;
  3. Menilai efektivitas program dan atau unsur program secara sendiri-sendiri;
  4. Mengidentifikasi faktor yang menghambat pelaksanaan kinerja yang baik dan memuaskan;
  5. Menentukan apakah manajemen telah mempertimbangkan altematif-altematif untuk melaksanakan program tersebut, yang mungkin dapat memberikan hasil yang lebih baik dengan biaya yang rendah;
  6. Menentukan apakah program tersebut melengkapi, tumpang tindih atau bertentangan dengan program lain yang terkait;
  7. Mengidentifikasi cara untuk dapat melaksanakan program tersebut dengan lebih baik;
  8. Menilai ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk program tersebut;
  9. Menilai apakah sistem pengendalian manajemen sudah cukup memadai untuk mengukur, melaporkan, dan memantau tingkat efektivitas program;
  10. Menentukan apakah manajemen telah melaporkan ukuran yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai efektivitas program.
    Cetak       Email
  • Publish: 3 tahun ago on Rabu 25 September 2013
  • By:
  • Last Modified: September 25, 2013 @ 10:21 am
  • Filed Under: Audit
  • Tagged With:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pelaksanaan Kegiatan Pemeriksaan Internal

Selengkapnya →