Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Azas Materialitas

Oleh   /   Sabtu 28 Desember 2013  /   Tidak ada komentar

Definisi dari materialitas dalam kaitannya dengan akuntansi dan pelaporan auditing adalah suatu salah saji dalam laporan keuangan dapat dianggap material jika pengetahuan atas salah saji tersebut dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang rasional.

keuanganLSM

Azas Materialitas

Definisi dari materialitas dalam kaitannya dengan akuntansi dan pelaporan auditing adalah suatu salah saji dalam laporan keuangan dapat dianggap material jika pengetahuan atas salah saji tersebut dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang rasional.

1. Daya Ukur

Nilai uang yang terkandung pada beberapa salah saji tidak dapat diukur secara akurat. Sebagai contoh, keengganan klien untuk mengungkapkan adanya gugatan hukum atau akuisisi perusahaan anak yang baru setelah tanggal penutupan neraca merupakan kekeliruan yang sulit atau malah tidak mungkin untuk diukur dalam nilai uang. Tingkatan materialitas yang harus dievaluasi auditor dalam situasi semacam ini bergantung pada pengaruh dari tidak diungkapkannya penjelasan tersebut untuk membantu keputusan yang dibuat oleh para pemakai laporan keuangan.

2. Hakekat Kesalahan

Keputusan para pemakai laporan keuangan dapat pula dipengaruhi oleh jenis kekeliruan yang terdapat di dalam laporan keuangan. Kekeliruan berikut dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan, dan dengan demikian juga akan mempengaruhi pendapat auditor, dengan cara yang berbeda dari kekeliruan yang lazim terjadi.

  • Transaksi-transaksi yang melanggar hukum atau menyeleweng
  • Sesuatu pos atau unsur yang dapat mempengaruhi periode mendatang, meskipun jumlahnya tidak berarti jika hanya periode sekarang yang diperhitungkan.
  • Sesuatu yang menimbulkan akibat “psikis” (sebagai contoh, laba kecil versus kerugian kecil, atau saldo bank versus cerukan).
  • Sesuatu yang dapat menimbulkan konsekuensi penting bila dipandang dari segi kewajiban kontrak (contoh, pelanggaran persyaratan kredit dapat mengakibatkan dibatalkannya fasilitas kredit tersebut).

Sumber: Auditing Pendekatan Sektor Publik dan Privat, Penulis: Sekar Mayangsari, Puspa Wandanarum, Hal: 29-30.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →