Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel Terbaru  >  Artikel saat ini

Bagaimana Bersikap Objektif Menghadapi Risiko dalam Proyek? (Bagian 14/24)

Oleh   /   Senin 6 Januari 2014  /   Tidak ada komentar

Risiko dan ketidakpastian tidak terhindarkan dalam kehidupan proyek. Walaupun di satu sisi seorang manajer proyek yang baik harus bersikap optimis dan positif dalam mengerjakan apa yang perlu dilakukan.

keuanganLSM

Hitung dan analisalah risikonya

Mengambil sikap serbabisa. Risiko dan ketidakpastian tidak terhindarkan dalam kehidupan proyek. Walaupun di satu sisi seorang manajer proyek yang baik harus bersikap optimis dan positif dalam mengerjakan apa yang perlu dilakukan, sangatlah berbahaya untuk mengabaikan ancaman nyata.

Setiap proyek diharapkan pada sederetan risiko, dari yang paling kecil (melebihi anggaran sebesar $100) sampai yang paling besar (menunda pelemparan produk ke pasar sampai enam bulan). Waspadai bahwa menanggapi risiko itu menghabiskan sumberdaya. Sebagai manajer cerdas, Anda harus mengevaluasi ancaman yang dihadapkan pada proyek Anda, tentukan ancaman mana yang paling penting untuk dihadapi, kemudian putuskan tindakan yang perlu diambil.

Terdapat empat cara dasar menangani risiko. Anda dapat menghindari ancaman itu: pilihlah tindakan yang dapat mengurangi paparan pada ancaman. Anda dapat mengalihkan dampak risiko itu: seperti halnya asuransi, Anda tidak menghindari risiko, tetapi sebaliknya membuat diri Anda kebal terhadap konsekuensi terburuk. Anda dapat mengandaikan risiko itu: memegang pengertian bahwa Anda setuju untuk menghadapi konsekuensi terburuk. Anda dapat mencegah atau mengurangi risiko itu: ambillah tindakan untuk menangkal sumber risiko atau setidaknya mengurangi dampaknya.

“Jika Anda mencoba memimpin suatu proyek tanpa memikirkan risiko dan ketidakpastian,… Anda akan terus menghadapi banyak hal yang akan menyelewengkan Anda ke arah yang tidak direncanakan.”

Sebagaimana kita ketahui, pencegahan sering kali merupakan hal paling murah dan strategi yang paling dapat diandalkan dalam menghadapi risiko-khususnya pada situasi yang berdampak besar. Kapan pun masuk akal, berfokuslah pada ukuran-ukuran yang mencegah atau menghindarkan risiko.

Mengenai risiko sebenarnya berkaitan dengan perencanaan:

Kenali risiko terbesar. Bagian proyek apa saja yang Anda (dan perusahaan) ketahui paling sedikit? Pertimbangkan jangkauan, pengaturan waktu, dan ongkos teknologi, sumberdaya, serta faktor pasar.

Hitung dan analisalah risikonya. Walaupun sulit untuk dilakukan, coba hitung sifat alami risiko itu (misalnya, penjualan yang hilang jika jendela pasar terlewat, penjualan yang lebih rendah jika target ongkos produksi tidak terpenuhi, dan sebagainya). Tentukan kemungkinan dan dampak setiap risiko: kemungkinan dari kejadian tak diinginkan yang benar-benar terjadi, serta pengaruhnya pada proyek.

Definisikan rencana darurat. Kenali tindakan spesifik yang harus diambil jika muncul masalah tertentu. Tentukan pendekatan terbaik untuk menangani risiko yang kemungkinan besar akan muncul dan/atau yang akan berdampak besar pada proyek (dan pelanggan).

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis Gary R. Heerkens, bagian (14/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

amnesti-pajak-sarana-menuju-kemandirian-bangsa

Amnesti Pajak: Sarana Menuju Kemandirian Bangsa

Selengkapnya →