Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Bagaimana Cara Mendaftar sebagai WP?

Oleh   /   Jumat 28 Oktober 2011  /   Tidak ada komentar

Masih banyak masyarakat (orang pribadi) Indonesia yang belum mendaftarkan diri sebagai WP, padahal berdasarkan kenyataannya mereka sudah memenuhi persyaratan (objektif/material, yakni penghasilannya di atas PTKP).

keuanganLSM

Bagaimana Cara Mendaftar sebagai WP?

Sesuai dengan self assessment system yang memberikan kepercayaan kepada masyarakat (termasuk badan melalui Pengurus) untuk secara aktif melaksanakan kewajiban perpajakannya, di antaranya mendaftarkan diri sebagai WP bila sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan sebagaimana mestinya. Khusus untuk orang pribadi, walaupun penghasilannya masih di bawah PTKP, bila yang bersangkutan membutuhkan atau memerlukan NPWP, maka tidak dilarang atau diperbolehkan untuk mendaftarkan diri sebagai WP. Sistem perpajakan inilah yang mengharuskan bahkan mewajibkan kita untuk mendaftar sebagai WP.

Satu NPWP hanya diberikan untuk setiap satu WP. Satu WP tidak boleh mempunyai dua atau lebih NPWP sekaligus, meskipun dia memiliki rumah atau tempat/lokasi usaha lebih dari satu.Dasar dari kebijakan ini adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Paspor bagi orang pribadi.

Ketika kita mendaftar sebagai WP, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) akan memberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Apabila seseorang mempunyai lebih dari satu NPWP, tentunya akan merepotkan pemerintah, dan menambah beban administrasi perpajakan yang seharusnya tidak terjadi.

Apabila kepercayaan tersebut tidak dilaksanakan oleh masyarakat (termasuk badan), sesuai dengan ketentuan yang berlaku KPP akan menerbitkan NPWP berdasarkan jabatan (official assessment system). Dengan penetapan berdasarkan jabatan, WP dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini tentu akan merugikan WP, sesuatu yang tidak seharusnya dialami bila yang bersangkutan sebelumnya sudah mendaftarkan diri sebagai WP.

Masih banyak masyarakat (orang pribadi) Indonesia yang belum mendaftarkan diri sebagai WP, padahal berdasarkan kenyataannya mereka sudah memenuhi persyaratan (objektif/material, yakni penghasilannya di atas PTKP). Akibatnya, Direktorat Jenderal Pajak melakukan kegiatan ekstensifikasi. Pada tahun 2007, ekstensifikasi perpajakan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah tanah air dengan berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17S/PJ/2006, yakni bagi orang pribadi yang melakukan kegiatan di pusat-pusat perdagangan/bisnis itenanti. Selain itu, ada pula peraturan PER-16/PJ/2007, yakni bagi orang pribadi yang berstatus sebagai karyawan, pengurus badan, dan sebagainya melalui pemberi kerja.

Untuk mendaftarkan diri sebagai WP dapat dilakukan dengan 2 (dua) arah, yaitu 1) Datang langsung ke KPP/KPP Pratama, dan 2) melalui sarana internet (e-Registration). Apabila Anda datang langsung ke KPP, bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Help Desk. Atau bila persyaratan sudah lengkap Iangsung menyampaikan dokumen pendaftaran ke Petugas di tempat Pelayanan Terpadu (TPT). Sedangkan bagi pendaftaran yang dilakukan melalui internet (e-Registration) , pemohon akan diberikan  Formulir Registrasi WP yang berisi Nomor Aplikasi, NPWP, dan identitas lainnya, serta Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang antara lain mencantumkan nama dan alamat KPP tempat WP terdaftar. WP mencetak Formulir Registrasi WP dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara, dan menandatangani Formulir Registrasi WP.

Dalam mendaftarkan diri, sebaiknya Anda sendiri yang datang langsung ke KPP. Karena pada saat mendaftarkan diri, Petugas Pajak akan sekaligus menjelaskan atau memberikan informasi mengenai apa hak dan kewajiban yang harus dilakukan selanjutnya serta terkait lainnya setelah terdaftar sebagai WP dan memperoleh NPWP. WP dapat menanyakan atau berkonsultasi secara langsung mengenai segala hal yang terkait dengan telah terdaftarnya sebagai WP.

Disarikan dari buku: Cara Menghindari 37 Larangan Perpajakan, penulis: Liberti Pandiangan, halaman: 5-9.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →