Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Bagaimana Cara Menghitung Pajak yang Terutang?

Oleh   /   Kamis 24 Mei 2012  /   Tidak ada komentar

Dalam melakukan penghitungan untuk masing-masing jenis pajak, haruslah memperhatikan besarnya tarif pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian untuk dasar pengenaan pajak juga harus memperhatikan komponennya untuk setiap jenis pajak.

keuanganLSM

Bagaimana Cara Menghitung Pajak yang Terutang?

Untuk menghitung besarnya pajak yang terutang yang harus dibayar oleh masyarakat atau Wajib Pajak (WP), ada formula yang umum berlaku, yaitu:

“Pajak adalah Tarif dikalikan Dasar Pengenaan Pajak”

Secara praktik, perhitungan ini disesuaikan dengan jenis pajaknya. Sehingga, ada perhitungan yang sederhana, ada juga yang agak panjang dan kompleks. Dalam melakukan penghitungan untuk masing-masing jenis pajak, haruslah memperhatikan besarnya tarif pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian untuk dasar pengenaan pajak juga harus memperhatikan komponennya untuk setiap jenis pajak.

Berikut beberapa contoh untuk penghitungan setiap jenis pajak:

Pajak Penghasilan

PT Asini Roha selama tahun 2007 memperoleh penghasilan kena pajak sebesar Rp2.575.000.000,- atas jumlah tersebut, maka besarnya PPh terutang adalah:

–        10% x Rp50.000.000,00                 = Rp 5.000.000,00

–        15% x Rp50.000.000,00                 = Rp 7.500.000,00

–        30% x Rp2.475.000.000,00            = Rp742.500.000,00

–        PPh terutang                                        = Rp755.000.000,00

Pajak Pertambahan Nilai

PT Samosir Jaya membeli sebuah mobil dari showroom Mobilindo Utama dengan harga jual Rp250.000.000,00. Atas pembelian mobil tersebut dikenakan PPN dengan perhitungan berikut:

PPN = 10% x Rp250.000.000,00 = Rp25.000.000,00

Dalam melakukan penghitungan untuk masing-masing jenis pajak, haruslah memperhatikan besarnya tarif pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian untuk dasar pengenaan pajak juga harus memperhatikan komponennya untuk setiap jenis pajak.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah

PT Wangi Parfumindo mengimpor sejumlah parfum dari Prancis dengan nilai impor Rp650.000.000,- atas impor parfum tersebut dikenakan PPnBM dengan tarif 20%, perhitungannya sebagai berikut:

PPnBM = 20% x Rp650.000.000,00 = Rp130.000.000,00

Pajak Bumi dan Bangunan

Tuan Amani Erika memiliki rumah dengan luas 200 m2 yang dibangun di atas sebidang tanah dengan luas 300 m2. NJOP bangunan rumah Rp1.250.000,00/m2, sedangkan NJOP tanah Rp400.000.00/m2. Atas rumah dan tanah tersebut dikenakan PBB dengan perhitungan berikut:

–       NJOP tanah                          = 300 x Rp400.000,00         = Rp120.000.000,00

–       NJOP bangunan(rumah)   = 200 x Rp1.250.000,00      = Rp250.000.000,00

–       NJOP tanah dan bangunan                                                 = Rp370.000.000,00

–       NJOP tidak kena pajak                                                          = Rp  12.000.000,00

–       NJOP kena pajak                                                                     = Rp358.000.000,00

–       NJKP = 20% x Rp358.000.000,00                        = Rp71.600.000,00

–       PBB terutang = 0,5% x Rp71.600.000,00            = Rp358.000,00

 

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

PT Damai Sejahtera membeli sebuah rumah untuk keperluan direksi dengan harga Rp750.000.000,00. Atas pembelian rumah tersebut dikenakan BPHTB dengan perhitungan berikut:

5% x (Rp750.000.000,00 – Rp60.000.000,00)

= 5% x Rp690.000.000,00

= Rp34.500.000,00

Bea Materai

PT Horasdo Abadi akan melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Toba Nauli untuk suatu pekerjan pengadaan kopi selama tahun 2008. Atas surat perjanjian tersebut dikenakan bea materai dengan tarif Rp6.000,00.

Disarikan dari buku: Cara Menghindari 37 Larangan Perpajakan, Penulis: Liberti Pandiangan, Halaman: 91-94.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Arti Hukum bagi Perkembangan Ekonomi

Selengkapnya →