Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Manajemen Keuangan  >  Artikel saat ini

Bagaimana Melakukan Analisis Keuangan Proyek? (Bagian 4/24)

Oleh   /   Kamis 31 Oktober 2013  /   Tidak ada komentar

Tidak ada perusahaan yang mau membuang-buang uang untuk proyek yang kurang menguntungkan. Peran utama manajer proyek adalah menelusuri investasi keuangan dan hasilnya pada proyek mereka.

keuanganLSM

Mengabaikan hasil investasi.

Mengabaikan hasil investasi. Tidak ada perusahaan yang mau membuang-buang uang untuk proyek yang kurang menguntungkan. Peran utama manajer proyek adalah menelusuri investasi keuangan dan hasilnya pada proyek mereka. Empat ukuran umumnya adalah net present value, internal rate of return, payback period, dan cash hole. Net Present Value (NPV) menjawab pertanyaan, “Beberapa banyak uang yang dihasilkan atau dihemat oleh proyek ini?” NPV menaksir nilai sekarang dari semua arus kas masa kini dan masa depan yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Dengan kata lain, apakah hasil jangka panjang proyek tersebut pada hari ini? Internal Rate of Return (IRR) menunjukkan seberapa cepat investasi akan menghasilkan laba. Payback Period menaksir berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas. Cash Hole (juga dikenal sebagai paparan maksimal) adalah perkiraan jumlah uang terbesar yang diinvestasikan sewaktu-waktu.

Ukuran-ukuran ini adalah bagian dari analisis keuangan lengkap. Perkiraan sebelum proyek ini penting untuk membantu manajemen Anda memutuskan proyek mana yang layak mendapatkan investasi dan bagaimana investasi itu akan berpengaruh pada keuangan perusahaan Anda dalam jangka pendek dan jangka panjang. Perkiraan itu hanya akan berlaku jika analisis tersebut mencakup semua hal di mana suatu proyek akan mempengaruhi pendapatan, pertumbuhan, dan biaya. Angka-angka yang ada harus selalu diperbarui selama dan setelah proyek, seiring dengan bertambahnya pengetahuan Anda tentang apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran-sasaran finansial.

“Walaupun Anda mungkin tidak terlibat mendalam pada sebuah analisis keuangan penuh, namun sebagai manajer proyek, Anda harus memahami bagaimana analisis itu dibuat dan terminologi yang digunakan.”

Libatkan diri dalam analisis finansial dengan:

Perkirakan uang masuk. Pikirkan masak-masak untuk menemukan bagaimana proyek Anda akan membantu meningkatkan pemasukan atau porsi pemasukan yang dapat diterima oleh perusahaan Anda. Pertimbangkan pendapatan yang meningkat melalui penjualan yang lebih tinggi, margin yang lebih besar terkait dengan biaya operasi yang lebih rendah, penghematan materi, dan pengurangan limbah.

Perkirakan uang keluar. Kenali setiap pengeluaran untuk proyek itu, termasuk gaji, materi, peralatan, TI, konsultan eksternal, dan sebagainya. Pikirkan juga pengeluaran tak berkesudahan yang mungkin terjadi, semisal biaya operasional yang meningkat.

Buatlah sebuah tabel arus kas. Ringkaslah uang keluar dan uang masuk berdasarkan tahun (atau caturwulan, tergantung industri Anda). Bekerjasamalah dengan ahli keuangan internal Anda untuk mengenali discounted value jika hasil proyek Anda akan terakumulasi setiap tahunnya, untuk menghadapi inflasi.

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens, bagian (4/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

harapan masyarakat atas lembaga non profit

Harapan Masyarakat Atas Lembaga Non-Profit

Selengkapnya →