Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Manajemen Keuangan  >  Artikel saat ini

Bagaimana Membangun Tim Proyek yang Solid? (Bagian 2/24)

Oleh   /   Senin 30 September 2013  /   1 Komentar

Karena manajer proyek berada di bawah banyak tekanan untuk menampilkan kinerja yang baik, mereka sering tergoda untuk melakukan sendiri tugas proyeknya, khususnya ketika para anggota tim tidak menyatu.

keuanganLSM

Tentukan standar kinerja yang tinggi.

Melakukannya sendiri. Karena manajer proyek berada di bawah banyak tekanan untuk menampilkan kinerja yang baik, mereka sering tergoda untuk melakukan sendiri tugas proyeknya, khususnya ketika para anggota tim tidak menyatu. Anda harus belajar menghindari godaan ini karena dua alasan. Pertama, Anda tidak dan tidak dapat mengetahui segalanya. Tim dibentuk karena perusahaan Anda percaya pencapaian tujuan atau pemecahan masalah tertentu dapat dilakukan paling baik dengan mengumpulkan orang-orang yang memiliki sudut pandang berbeda-beda. Kedua, orang-orang bergabung dalam suatu tim dengan harapan mereka berada di sana untuk suatu alasan, bahwa pengetahuan, pengalaman, atau keahlian mereka dapat membantu tim tersebut untuk meraih sukses. Jika peluang untuk memberi kontribusi diabaikan, mereka akan merasa dicurangi.

Menemukan keseimbangan yang tepat antara membiarkan orang-orang untuk tumbuh dalam keahlian mereka sendiri dan melangkah masuk untuk menghindari penundaan yang dapat merusak atau untuk menghindari jalan yang salah adalah hal-hal tersulit yang harus dilakukan manajer proyek. Anda dapat melangkah secara tepat dengan membiarkan orang-orang mengembangkan perasaan memiliki sejak awal. Buatlah anggota tim Anda berpartisipasi dalam membentuk jangkauan dan definisi proyek (dalam bernegosiasi dengan sponsor, tentu saja).

Tentukan standar kinerja yang tinggi. Dalam rapat tim dan dokumentasi tim apa pun (catatan, papan buletin, dan sebagainya), pastikan nama-nama anggota tim yang berkontribusi ditampilkan dengan jelas.

Seiring dengan kemajuan proyek, ambillah keputusan bersama sebanyak mungkin, sejauh itu masih memungkinkan. Biarkan tim memutuskan kapan rapat diadakan, kembangkan rencana untuk merotasi tanggung jawab rapat, kembangkan aturan dasar untuk berpartisipasi, dan delegasikan tanggung jawab proyek. Biarkan tim memutuskan bagaimana membuat keputusan—kapan konsensus diperlukan, kapan harus mendelegasikan pada seorang ahli, dan sebagainya. Anda berada di sana untuk memastikan tidak ada yang terlewat dan menyediakan bimbingan ketika diperlukan.

Membantu memotivasi tidak sulit dilakukan jika Anda:

Menjelaskan bahwa setiap orang itu penting. Jelaskan pada anggota tim tentang tanggung jawab mereka dan bagaimana tugas setiap orang berkontribusi bagi keberhasilan tim. Akui kontribusi yang mungkin biasanya tidak disadari.

Bangunlah rasa percaya diri tim Anda. Hindari godaan untuk melakukan micromangement (manajemen mikro). Dengan membiarkan orang lain “bermain lumpur” terkadang memberi mereka rasa percaya diri bahwa mereka dapat menyelesaikan masalah sendiri. Tetapkan tujuan yang luas. Alihkan otoritas pengambilan keputusan sedekat mungkin ke garis depan.

Kenali kinerja yang bagus. Tentukan standar kinerja yang tinggi. Dalam rapat tim dan dokumentasi tim apa pun (catatan, papan buletin, dan sebagainya), pastikan nama-nama anggota tim yang berkontribusi ditampilkan dengan jelas. Sampaikan kinerja yang baik pada tim sponsor/manajer.

“Bukanlah ide bagus bagi Anda untuk menjelaskan dan merencanakan pekerjaan proyek sendirian, kemudian menyerahkannya pada para anggota tim untuk dilaksanakan. Mereka akan merasa diharuskan menjalankan rencana Anda, bukan rencana mereka, dan kemungkinan besar kinerja mereka akan menjadi buruk.”

 

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R.Heerkens, bagian (2/24)

    Cetak       Email

1 Comment

  1. el berkata:

    nice… terimakasih informasinya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Fraud dan Fraud Examiner Di Masa yang Akan Datang

Selengkapnya →