Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Bagaimana Mempertimbangkan Isu-isu yang Muncul Pasca Proyek? (Bagian 17/24)

Oleh   /   Sabtu 12 November 2011  /   Tidak ada komentar

Pikirkan proyek yang telah Anda kerjakan di masa lalu. Apa yang terjadi enam bulan atau satu tahun setelah proyek itu resmi selesai? Apakah hasilnya terjaga? Atau, apakah hasil akhir Anda hanya dikumpulkan dalam map proyek yang kemudian tergeletak di laci meja dan berdebu?

keuanganLSM

Bagaimana Mempertimbangkan Isu-isu yang Muncul Pasca Proyek?

Mengelola pada saat sekarang. Pikirkan proyek yang telah Anda kerjakan di masa lalu. Apa yang terjadi enam bulan atau satu tahun setelah proyek itu resmi selesai? Apakah hasilnya terjaga? Apakah seseorang mengambil alih dan merangkaikannya ke dalam cara di mana pekerjaan itu terselesaikan? Atau, apakah hasil akhir Anda hanya dikumpulkan dalam map proyek yang kemudian tergeletak di laci meja dan berdebu?

Jika hasilnya termasuk “berdebu”, Anda tidak sendirian. Anda dapat menghindari nasib itu di masa mendatang jika segala hal yang Anda rencanakan dan lakukan selama proyek berlangsung dilakukan dengan pertimbangan seputar apa yang akan terjadi setelah proyek selesai. Ini disebut memiliki perspektif daur kehidupan penuh. Contohnya, saat mempertimbangkan solusi, pikirkan siapa yang akan melaksanakan solusi tersebut, di bawah kondisi apa, dan dengan latar belakang dan pelatihan apa. Pikirkan modal kolateral jangka panjangnya: keringanan dan ongkos pemeliharaan peralatan, kemudahan memperbarui instruksi, dan seterusnya.

Pengetahuan anda tentang bagaimana, mengapa, kapan, dan di mana proyek Anda akan digunakan harus membentuk dasar pembuatan keputusan selama proyek berlangsung.

Pertimbangkan kepraktisan dan kemudahan. Ketika mempertimbangkan gagasan solusi, cantumkan “kepraktisan” di puncak daftar. Memiliki suatu solusi yang kurang sempurna tetapi dapat dipakai orang itu jauh lebih baik daripada solusi yang sempurna namun tidak terpakai. Semakin baik Anda memahami pelanggan atau kebutuhan pengguna, semakin besar kemungkinan Anda akan dapat memperoleh gagasan, yang akan digunakan oleh orang-orang jauh setelah proyek selesai.

Pertimbangkan ikatan hubungan jangka panjang. Pastinya ada seseorang-biasanya manajer atau supervisor di area kerja-yang akan memakai hasil dari proyek Anda dalam jangka panjang. Libatkan orang ini dalam perencanaan sejak awal. Adakan rapat penyerahan spesifik di mana tanggung jawab dialihkan pada orang itu.

Buatlah lebih mudah untuk melakukan “hal baru”. Dengan adanya peluang, kita akan melakukan apa yang “telah dicoba”, bahkan jika hal itu tidak lagi dirasa “benar”. Proyek Anda akan menghasilkan pengambilalihan yang membutuhkan sejumlah penyesuaian-menggunakan metode baru, menawarkan pelayanan baru, mengikuti pedoman yang berbeda. Pastikan semua instruksi, dokumentasi, perangkat lunak, materi pelatihan, dan sebagainya, diperbarui, serta gunakan taktik pembuktian kesalahan untuk mencegah orang terjerumus kembali pada kebiasaan lama.

“Apa yang terjadi setelah proyek selesai seringkali lebih penting daripada proyek itu sendiri.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens, bagian (17/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (2/4)

Selengkapnya →