Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Bagaimana Menciptakan Ruang Belajar dalam Proyek? (Bagian 9/24)

Oleh   /   Rabu 20 November 2013  /   Tidak ada komentar

Sederhanakan rencana pertama jadwal dan anggaran Anda. Bagilah pengaturan waktu dan anggaran berdasarkan fase-fase proyek. Ini juga berlaku untuk grafik. Hindari rencana atau grafik yang mengindikasikan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi daripada yang Anda miliki saat itu.

keuanganLSM

Memikirkan detail

Memikirkan detail. Terdapat celah mendasar antara tingkat kepastian yang diharapkan manajemen dan ketidakpastian yang melekat pada proyek. Di satu sisi, manajemen ingin membuat keputusan yang baik tentang cara menginvestasikan sumberdaya berharga. Di sisi lain, alasan diluncurkannya sebuah proyek adalah penyampaian suatu kebutuhan atau masalah yang cara penyampaiannya masih belum diketahui oleh perusahaan Anda.

Jadi, bagaimana mungkin Anda memberikan kepastian tanpa berkomitmen pada tujuan, target, anggaran, dan sebagainya, yang menjadi tidak berguna justru ketika Anda mengetahui lebih banyak? Melakukan hal ini dapat menjadi salah satu poin tersulit dalam proyek mana pun.

Sebagian solusi terletak pada pengembangan mentalitas “fase”, di mana rencana dan perkiraan Anda dibagi menurut fase proyek sehingga tingkat ketidakpastian akan meningkat seiring dengan lebih jauh Anda mengerjakan proyek tersebut.

Misalnya, pada awalnya, Anda lumayan yakin tentang investasi (waktu, uang) yang diperlukan untuk membentuk tim, mengadakan rapat pertama, dan melakukan eksplorasi awal. Karena Anda tidak mengetahui hasil yang akan muncul dari eksplorasi itu, Anda merasa tidak pasti tentang apa-apa yang dibutuhkan untuk membuat solusi, dan biaya dari semua solusi itu. Setelah Anda menyelesaikan eksplorasi awal, Anda akan mendapat gambaran yang jauh lebih jelas tentang solusi macam apa yang Anda perlu selidiki dan sumberdaya apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan penyelidikan itu.

Untuk mengarahkan Anda melewati ketidakpastian awal, tetapi menghindar dari anggapan tidak kompeten:

Cocokkan detail rencana dengan tingkat ketidakpastian. Sederhanakan rencana pertama jadwal dan anggaran Anda. Bagilah pengaturan waktu dan anggaran berdasarkan fase-fase proyek. Ini juga berlaku untuk grafik. Hindari rencana atau grafik yang mengindikasikan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi daripada yang Anda miliki saat itu.

Ciptakan jangkauan. Semakin Anda merasa tidak pasti, semakin lebar jangkauan perkiraan Anda. Semakin banyak yang Anda pelajari, semakin persis Anda dapat memproyeksikan masa depan dan semakin Anda dapat mempersempit perkiraan Anda.

Jadwalkan rapat “persetujuan fase”. Bekerjasamalah dengan manajemen untuk memutuskan kapan mereka ingin meninjau proyek. Pastikan mereka mengerti bahwa setiap persetujuan hanya menyinggung kapan fase berikut selesai. Jadi, persetujuan fase pertama mungkin berarti, “Selidiki masalah ini, lalu temui kami lagi.” Persetujuan fase kedua mungkin berarti, “Kerjakan solusi ini, lalu temui kami lagi.”

“Tingkatan detail pada semua dokumen Anda harus mencerminkan tingkat pengetahuan dan kepastian Anda.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens, bagian (9/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →