Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Bagaimana Mengambil sebuah Pelajaran dari Proyek? (Bagian 24/24)

Oleh   /   Sabtu 31 Desember 2011  /   Tidak ada komentar

Salah satu cara terbaik untuk menebar manfaat proyek di luar batasan proyek dan mendukung peningkatan berkelanjutan dalam manajemen proyek di organisasi Anda ada dalam wujud studi “pelajaran yang telah didapat”.

keuanganLSM

Bagaimana Mengambil sebuah Pelajaran dari Proyek? (Bagian 24/24)

Terus melangkah ketika proyek berakhir. Organisasi yang bertumbuh dengan cepat belajar bagaimana meraup pengalaman dari keuntungan organisasi sebagai satu kesatuan. Salah satu cara terbaik untuk menebar manfaat proyek di luar batasan proyek dan mendukung peningkatan berkelanjutan dalam manajemen proyek di organisasi Anda ada dalam wujud studi “pelajaran yang telah didapat”. Meninjau pengalaman proyek akan secara sistematis membantu Anda memahami karakteristik pengalaman yang baik dan buruk-pelajaran yang kemudian dapat Anda serahkan pada manajer proyek lain di perusahaan Anda.

Bagian pertama dari studi ini adalah bersama tim meninjau dokumentasi tentang masalah yang berkaitan dengan manajemen proyek yang Anda peroleh selama proyek berlangsung. Jika catatan ini tidak tersimpan, baca kembali agenda rapat serta rekaman yang ada untuk melihat apakah semua itu dapat menggugah ingatan Anda.

Bagian kedua adalah memperluas dasar pengetahuan Anda dengan melakukan peninjauan 3600, mendapat masukan dari para pemegang kepentingan (anggota tim, karyawan pendukung, pelanggan, manajemen, dan karyawan di area kerja yang terkena imbas). Tinjauan ini dapat memiliki banyak bentuk, tetapi sering dimodelkan setelah sesi sumbang-saran pada sebuah rapat tim: artinya, Anda mengumpulkan orang, memberi mereka sasaran yang jelas, melakukan sumbang-saran untuk mencari gagasan, kemudian memilah dan mengolah hasilnya.

Mungkin hasil akhir paling berharga dari studi ini adalah informasi yang dapat Anda bagikan tentang berbagai masalah yang dihadapi dan cara-cara untuk menghindari masalah itu di kemudian hari. Ambillah sikap umum dalam pemikiran Anda: jelasnya, tidak ada orang yang akan menjalankan proyek yang sama persis seperti proyek Anda, tetapi mestinya ada atau akan ada proyek lain yang memiliki pokok permasalahan serupa atau memiliki struktur serupa dengan proyek Anda.

Salah satu cara terbaik untuk menebar manfaat proyek di luar batasan proyek dan mendukung peningkatan berkelanjutan dalam manajemen proyek di organisasi Anda ada dalam wujud studi “pelajaran yang telah didapat”.

Akhirnya, jangan hanya membuat daftar “apa yang berjalan dengan baik” dan “apa yang tidak berjalan dengan baik”. Itu tidak akan membantu siapa pun untuk menerapkan apa yang telah Anda pelajari. Sebaliknya, Anda perlu melakukan hal-hal berikut:

Dokumentasikan masalah dan dampaknya. Masalah apa yang diingat oleh pemegang kepentingan Anda? Apa dampaknya bagi mereka?

Carilah penyebabnya. Apa perkiraan terbaik Anda tentang alasan munculnya masalah tertentu? Apa yang dapat Anda lakukan untuk memeriksa penyebab itu? Mengapa masalah itu tidak terduga sebelumnya? (Telusuri masalah di bagian perencanaan, pengawasan, dan pengendalian).

Lakukan peningkatan yang disarankan. Bagaimana tim berikut dapat menghindari masalah itu? Jika masalah tak dapat disingkirkan sepenuhnya, bagaimana masalah itu dapat dideteksi dengan lebih cepat? Tindakan apa yang akan membantu mengurangi dampaknya? Apakah ada basis data pusat di mana Anda dapat mendokumentasikan semua gagasan Anda? Jika tidak ada, dapatkah Anda membantu membuatnya?

“Jika Anda tidak membuat struktur informasi di mana orang lain dapat menerapkan pelajaran yang telah Anda dapatkan, organisasi Anda belum benar-benar berutung.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens,bagian (24/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →