Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Manajemen Keuangan  >  Artikel saat ini

Bagaimana Mengelola Semua Pemegang Kepentingan Dalam Proyek? (Bagian 12/24)

Oleh   /   Kamis 19 Desember 2013  /   Tidak ada komentar

Belajar mengenali dan menangani antarmuka dapat membawa dampak yang sangat besar pada proyek Anda-pada tingkat ketegangan Anda selama proyek berlangsung dan kepuasan anda akan hasilnya berbulan-bulan kemudian.

keuanganLSM

Bekerja sama secara erat dengan pemegang kepentingan

Mengelola dalam isolasi yang luar biasa. Salah satu hal penting yang dapat Anda lakukan sebagai manajer proyek adalah menyadari bahwa antarmuka (interface) adalah bagian besar dari kehidupan proyek. Proyek Anda tidak eksis dalam kevakuman. Anda, sesama anggota tim, dan pekerjaan yang Anda lakukan memunyai banyak kaitan dengan bagian-bagian lain organisasi. Keluaran proyek Anda harus ditenun menjadi kain organisasi jika Anda ingin proyek tersebut terus berlangsung setelah usai.

Belajar mengenali dan menangani antarmuka dapat membawa dampak yang sangat besar pada proyek Anda-pada tingkat ketegangan Anda selama proyek berlangsung dan kepuasan anda akan hasilnya berbulan-bulan kemudian. Dari sudut pandang yang praktis, antarmuka yang perlu lebih Anda perhatikan adalah orang-orangnya-atau, dalam manajemen proyek, pemegang kepentingan (stakeholder).

Apa yang menjadikan seseorang sebagai pemegang kepentingan? Mereka mungkin mengajukan diri untuk memperoleh atau kehilangan sesuatu dari kesuksesan (atau kegagalan) proyek itu. Mereka mungkin mengendalikan sumberdaya (uang, manusia, peralatan, waktu) yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan proyek. Mungkin mereka dipengaruhi oleh, atau menggunakan, hasil proyek. Atau, mereka mungkin bertanggung jawab atas hasilnya pada orang lain di dalam struktur manajemen perusahaan Anda.

Bekerja sama secara erat dengan pemegang kepentingan dapat membuat proyek Anda berjalan jauh lebih lancar. Mengabaikan pemegang kepentingan akan membuahkan kegagalan.

Perbaiki rasio kesuksesan dengan mengelola relasi dengan para pemegang kepentingan secara aktif:

Kenali pemegang kepentingan Anda. Kenali setiap kelompok atau individu yang terkena dampak proyek itu. Pertimbangkan orang-orang diluar dan dalam perusahaan. Temui mereka secara perorangan (jika mudah) untuk mengetahui apa yang mereka harapkan dari Anda dan kenali prioritas mereka.

Pahami kekuatan dan pengaruh Anda atas mereka. Entah resmi (otoritas posisional) atau tidak resmi (otoritas penuh), Anda memiliki sekurang-kurangnya kendali atas sebagian pemegang kepentingan hanya dengan menjadi pimpinan proyek. Kemungkinan besar, Anda akan mampu memengaruhi mereka yang tak dapat Anda kendalikan.

Kembangkan strategi untuk menangani setiap pemegang kepentingan. Tidak semua pemegang kepentingan diciptakan sama. Padukan pengetahuan Anda tentang pemegang kepentingan serta kekuatan mereka, dengan pengetahuan Anda akan  kebutuhan Anda sendiri dan kekuatan untuk mengembangkan taktik yang diperlukan guna berkomunikasi dengan dan/atau melibatkan pemegang kepentingan secara langsung.

“Tidaklah bijaksana untuk sering-sering menggunakan otoritas posisional, karena hal ini kerap mengarah pada dendam… Orang akan cenderung merespons jika Anda mengembangkan kepakaran Anda, kemampuan untuk memperoleh dukungan melalui pengetahuan atau kapabilitas yang unggul.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens, bagian (12/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Menyusun Anggaran Sebuah Proyek atau Program

Selengkapnya →