Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Bagaimana Mengenali Ukuran Kesuksesan dari sebuah Proyek? (Bagian 20/24)

Oleh   /   Sabtu 3 Desember 2011  /   Tidak ada komentar

Setiap organisasi memiliki pandangannya sendiri terhadap persoalan pada hasil akhir proyek. Anda dapat saja mengenai beberapa sasaran dasar, tetapi karena kesuksesan proyek akan mempengaruhi bagaimana Anda dipandang sebagai manajer proyek.

keuanganLSM

Bagaimana Mengenali Ukuran Kesuksesan dari sebuah Proyek? (Bagian 20/24)

Mengenai sasaran proyek dasar. Setiap organisasi memiliki pandangannya sendiri terhadap persoalan pada hasil akhir proyek. Anda dapat saja mengenai beberapa sasaran dasar, tetapi karena kesuksesan proyek akan mempengaruhi bagaimana Anda dipandang sebagai manajer proyek, akan sangat berguna jika Anda memakai pandangan yang lebih luas terhadap kesuksesan proyek.

Tingkat pertama adalah memenuhi harapan. Catatlah bahwa variasi yang lazim di kedua sisi-lebih atau kurang dari sasaran-dijadikan perhitungan. Selalu bergerak melampaui sasaran berarti orang itu terlalu konservatif; perusahaan Anda bisa kehilangan peluang terobosan besar. Selalu berada di bawah sasaran berarti siapa pun yang menetapkan sasaran menutup mata terhadap kapasitas nyata perusahaan Anda atau bahwa keahlian Anda masih kurang dalam menyelesaikan proyek tepat pada waktunya dan tidak melebihi anggaran. Kedua situasi ini menciptakan keadaan yang tak dapat diduga bagi organisasi.

Tingkat kesuksesan kedua adalah efisiensi proyek. Jika proyek memenuhi sasaran, tetapi pelanggan, anggota tim, atau pihak lain memperoleh dampak yang merugikan, kecil kemungkinannya proyek itu dipandang sukses. Eksplorasi berbagai cara untuk mengevaluasi efisiensi. Bagaimana Anda dapat mengukur tingkat gangguan di tempat kerja Anda atau klien Anda? Apa bentuk sumber aplikasi yang efisien? Apa yang mengindikasikan bahwa tim Anda mengatasi konflik sebagai satu kesatuan?

Tingkat ketiga adalah keuntungan bagi pelanggan atau pengguna. Apa masalah semula terpecahkan? Apa ada peningkatan penjualan, pendapatan, atau laba? Apa Anda mengetahui penghematan yang dudah diperkirakan? Apa pelanggan (internal atau eksternal) benar-benar menggunakan hasilnya?

Tingkat keempat adalah kinerja organisasi. Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari proyek itu? Bagaimana dan di mana pelajaran itu diterapkan di tempat lain?

Setiap organisasi memiliki pandangannya sendiri terhadap persoalan pada hasil akhir proyek. Anda dapat saja mengenai beberapa sasaran dasar, tetapi karena kesuksesan proyek akan memengaruhi bagaimana Anda dipandang sebagai manajer proyek.

Untuk meningkatkan rasio kesuksesan di semua tingkatan:

Perjelas semua harapan. Bicarakan dengan manajer Anda, pimpinan proyek lainnya, dan orang lain untuk menyelidiki segala harapan di luar harapan resmi (kemungkinan besar berkaitan dengan partisipasi, komunikasi, batasan tidak resmi, dan sebagainya).

Pahami kebutuhan sebenarnya. Telaah lebih jauh sasaran yang telah ditetapkan untuk mengungkap kebutuhan yang melandasi proyek. Apa masalah yang coba dipecahkan oleh orang-orang, bukan hanya solusi yang mereka anggap akan berhasil? Apa peluangnya?

Dokumentasikan tujuan dan prestasi. Tidak ada orang lain di perusahaan yang akan menjadi familier dengan proses dan hasil akhir proyek selain Anda dan rekan tim Anda. Jadilah departemen publikasi Anda sendiri dengan mendokumentasikan ukuran kesuksesan pada keempat tingkatan.

“Organisasi berkinerja tinggi belajar dari kegagalandan kesuksesandan menggunakan pengetahuan itu untuk meningkatkan peringkat kesuksesan sedikit demi sedikit.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens, bagian (20/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →