Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Manajemen Keuangan  >  Artikel saat ini

Bagaimana Mengukur Sebuah Proyek Berdasarkan Garis Awal? (bagian 13/24)

Oleh   /   Jumat 20 Desember 2013  /   Tidak ada komentar

Anda tidak akan dapat menunjukkan secara meyakinkan bahwa Anda telah mencapai sasaran itu, kecuali Anda menunjukkan di mana posisi perusahaan saat proyek dimulai dan di mana posisi perusahaan sekarang ketika proyek berakhir.

keuanganLSM

Menyesuaikan target sebagaimana diperlukan

Menyesuaikan target sebagaimana diperlukan. Jika Anda tidak mengetahui di mana posisi Anda sekarang, jangan dulu tetapkan tujuan, dan jangan tentukan arah Anda akan pergi di masa depan, karena akan mudah sekali untuk menyatakan bahwa di mana pun Anda tiba, itulah tujuan Anda. Sayangnya, bisnis tidak berjalan seperti itu. Proyek dimulai untuk mencapai sasaran bisnis tertentu. Anda tidak akan dapat menunjukkan secara meyakinkan bahwa Anda telah mencapai sasaran itu, kecuali Anda menunjukkan di mana posisi perusahaan saat proyek dimulai dan di mana posisi perusahaan sekarang ketika proyek berakhir.

Pengumpulan bukti ini diawali dengan melakukan beberapa upaya di awal proyek-membuat dokumentasi jadwal yang terencana, biaya, dan hasil yang diinginkan, misalnya desain atau spesifikasi kinerja (kualitas, harga, kecepatan, fitur, dan sebagainya). Anda kemudian perlu mendokumentasi realitas: Kapan tindakan itu dimulai? Diakhiri? Berapa biaya yang sebenarnya? Tingkat-tingkat kinerja mana yang telah diperbaiki?

Langkah akhirnya adalah membandingkan rencana yang ada dengan realitas. Anda tidak akan melenceng 100 persen dari perkiraan. Tidak seorang pun mengalaminya. Anda perlu membedakan masalah kinerja dengan kesalahan perkiraan: contohnya, jika kinerja berada di bawah harapan, mungkin perkiraan Anda tidak realistis atau solusi yang Anda pilih tidak cocok. Jelasnya, memutuskan tindakan yang tepat bergantung pada alasan yang menggarisbawahi kemungkinan kegagalan yang kecil. Hal ini juga berlaku jika Anda melebihi harapan. Apakah perkiraan Anda terlalu konservatif? Apakah Anda yakin sudah mengukur kinerja akhir dengan benar?

Jika Anda tidak mengetahui di mana posisi Anda sekarang, jangan dulu tetapkan tujuan, dan jangan tentukan arah Anda akan pergi di masa depan, karena akan mudah sekali untuk menyatakan bahwa di mana pun Anda tiba, itulah tujuan Anda.

Bagian tugas Anda sebagai manajer proyek adalah memandu tim Anda dalam mengembangkan metode menangani informasi proyek:

Diskusikan informasi penting. Mudah untuk kewalahan oleh banyaknya informasi. Fokuskan pada informasi yang dirasa akan paling berguna untuk keputusan Anda seputar manajemen waktu, tujuan, dan kemajuan proyek.

Caritahu sumber informasi. Jika suatu proyek tertinggal atau berjalan terlalu cepat dari jadwal, siapa yang akan mengetahuinya terlebih dulu? Jika pelanggan tidak senang, siapa yang akan mereka beritahu? Akankah informasi yang ada datang pada Anda, atau haruskah Anda mencarinya sendiri?

Putuskan bagaimana memperoleh informasi. Setelah Anda mengetahui apa yang Anda cari dan di mana informasi itu dihasilkan, putuskan bagaimana dan siapa yang ditugaskan untuk mencari informasi itu.

“Mengumpulkan informasi saja tidak cukup… Informasi itu harus jelas, tepat waktu, akurat, dan dapat dipercaya.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens, bagian (13/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Menyusun Anggaran Sebuah Proyek atau Program

Selengkapnya →