Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Bagaimana Menjaga Sistem Keuangan agar Tetap Stabil

Oleh   /   Senin 24 November 2014  /   Tidak ada komentar

Sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis serta dalam upaya menjaga kestabilan sistem keuangan diperlukan upaya kerjasama dari beberapa lembaga terkait yang bertanggung jawab langsung terhadap kestabilan moneter Indonesia seperti Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan.

keuanganLSM

Bagaimana Menjaga Sistem Keuangan agar Tetap Stabil

Sumber: Kompasiana, 29 October 2014

Krisis keuangan yang melanda pada tahun 1998 merupakan titik balik dari sistem keuangan dan moneter di Indonesia. Hal tersebut mengindikasikan pentingnya stabilitas sistem keuangan dalam sistem perekonomian Indonesia karena stabilitas sistem keuangan ini mempunyai pengaruh dan hubungan yang erat dengan stabilitas moneter yang merupakan salah satu unsur pembentuk sistem perekonomian suatu bangsa.

Peneliti Eksekutif Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Bank Indonesia, Dr. Agusman, mengungkapkan bahwa stabilitas keuangan ini dapat dilihat dari dua hal, yakni institusi yang stabil yang dapat dilihat dari tidak adanya bank atau Lembaga Keuangan yang collapse dan dipertaruhkan kredibilitasnya oleh masyarakat, dan yang kedua adalah pasar yang stabil.

Pentingnya SSK ini mempunyai pengaruh langsung terhadap stabilitas makro dalam sebuah sistem perekonomian begitupun sebaliknya. Saat stabilitas makro bergejolak stabilitas keuanganpun akan mendapatkan dampaknya. Kondisi makro ekonomi seperti stabilnya daya beli masyarakat, kuatnya permintaan domestik, serta stabilnya nilai tukar rupiah bisa membawa pengaruh positif bagi kesetabilan sistem keuangan.

Pada tahun 2008 terjadi gejolak keuangan global yang diawali dengan ambruknya sistem perbankan di Amerika. Hal ini membawa pengaruh negatif bagi kestabilan sistem keuangan global termasuk merembet ke daratan asia. Sebagai sebuah pelajaran yang berharga, tentu pemerintah pada saat itu tidak mau kejadian pada tahun 1998 terulang kembali walaupun beberapa pakar ekonomi berpendapat bahwa krisis keuangan global pada tahun 2008 itu tidak akan berpengaruh signifikan terhadap sistem keuangan kita, namun tindakan antisipatif pemerintah terhadap kondisi tersebut patut kita hargai, walaupun pada akhirnya beberapa polemik kemudian muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan beberapa pihak terhadap kebijakan yang diambil pemerintah untuk menyelamatkan sistem keuangan bangsa.

Namun apa yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan sebuah tindakan yang benar karena bertujuan untuk menjaga kestabilan keuangan kita, karena kondisi keuangan global juga salah satu yang mempengaruhi kestabilan keuangan sebuah bangsa. Apalagi kalau dilihat kecenderungan dari globalisasi sektor finansial dan teknologi yang tidak lagi mempermasalahkan batas wilayah dan waktu menyebabkan stabilitas sektor keuangan menjadi semakin sulit dikendalikan.

Ada beberapa alasan pentingnya SSK dalam sistem perekonomian kita, diantaranya:

  • Kestabilan sistem keuangan akan membentuk pasar yang sehat, terkontrol dan alokasi dari berbagai sumber daya yang ada dapat dikondisikan secara optimal.
  • Kestabilan sistem keuangan berdampak langsung dengan kesehatan dunia perbankan, dengan sistem keuangan yang stabil dunia perbankan dapat menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat secara maksimal, tentu hal ini juga akan mempengaruhi sektor riil.
  • Dengan stabilnya sistem keuangan akan mempengaruhi perputaran jumlah uang beredar dimasyarakat karena sistem keuangan berjalan dengan baik, sehingga inflasipun dapat dikendalikan.
  • Biaya dari instabilitas sistem keuangan dapat ditekan karena pengaruh dari instabilitas tersebut menyerang langsung sektor keuangan yang mempunyai biaya restrukturisasi yang tidak murah, seperti sektor perbankan.
  • Instabilitas sistem keuangan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap terjadinya krisis moneter, sehingga diperlukan upaya yang maksimal dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
  • Dalam stabilitas sistem keuangan ada lima pilar yang harus diperhatikan, yaitu lingkungan makro, kerangka pengawasan prudential yang sehat, lembaga keuangan yang dikelola dengan baik, pasar keuangan yang beroperasi secara efisisen, dan sistem pembayaran yang aman dan lancar.

Dalam lima pilar itu, Dr. Agusman menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan:

  • Surveillance (monitoring) berkaitan dengan “peramalan masa depan”,
  • Regulasi yang sangat tergantung pada desain apa yang kita buat agar kepentingan publik tidak teraniaya,
  • Crisis Management, Crisis Management penting sekali karena bila ada krisis maka semua pihak harus membantu dan bekerja sama, semua harus tahu siapa berbuat apa, pada saat apa, bagaimana agendanya, dan bagaimana melakukannya. Semua pihak yang terkait harus bekerja sesuai protokol yang disebut sebagai crisis management protocol”.

Sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis serta dalam upaya menjaga kestabilan sistem keuangan diperlukan upaya kerjasama dari beberapa lembaga terkait yang bertanggung jawab langsung terhadap kestabilan moneter Indonesia seperti Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan. Hal ini pasti disadari betul oleh pemerintah sehingga sejak beberapa tahun belakangan sudah membentuk Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau yang biasa disingkat KSSK yang didalamnya terdapat 3 lembaga yang bersentuhan langsung dengan bidang moneter, yaitu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →