Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Bagaimana Menutup Proyek secara Maksimal? (Bagian 23/24)

Oleh   /   Sabtu 24 Desember 2011  /   Tidak ada komentar

“Fase penutupan proyek harus diberi perhatian manajemen proyek sebanyak atau lebih banyak dari fase apa pun dari proyek tersebut. Membawa proyek pada hasil akhir yang sukses membutuhkan perhatian yang besar.”

keuanganLSM

Bagaimana Menutup Proyek secara Maksimal? (Bagian 23/24)

Menyelesaikan hal-hal yang terbengkalai. Anda dan rekan sesama tim telah bekerja keras mungkin selama berbulan-bulan. Ketika proyek nyaris selesai, energi sudah terkuras, tetapi tim enggan dibubarkan-jika proyek itu menjadi pengalaman yang sangat menarik! Anggota tim mungkin tersinggung atas sesuatu yang dinilai sebagai “kebutuhan administratif”, yaitu menyelesaikan dokumentasi, memperoleh persetujuan, dan seterusnya. Tim itu mungkin mulai hancur sebagai kesatuan yang fungsional-anggota tim yang telah menyelesaikan tugas mungkin berhenti menghadiri rapat. Komunikasi dapat menjadi sulit.

Di atas semua pokok permasalahan tim, ada hal-hal manajerial yang terbengkalai, yang perlu Anda perhatikan secara pribadi, seperti memastikan data resmi sudah akurat, menyerahkan tagihan akhir (dan memastikan tagihan sudah dibayar), serta menutup kode-kode akuntansi (jika ada).

Meskipun tingkat energi Anda sudah rendah, Anda tak boleh membiarkan proyek itu bergulir begitu saja sampai selesai. Jika Anda melakukan itu, berarti Anda membahayakan hasil dan dapat membuat marah banyak orang.

“Fase penutupan proyek harus diberi perhatian manajemen proyek sebanyak atau lebih banyak dari fase apa pun dari proyek tersebut. Membawa proyek pada hasil akhir yang sukses membutuhkan perhatian yang besar.”

Untuk mengakhiri proyek dengan sukses, pikirkan bertindak dengan cara-cara berikut:

Selesaikan pekerjaan proyek. Sudah menjadi tugas Anda untuk memastikan hasil akhir proyek Anda (produk, pelayanan, kebijakan, atau proses baru) digunakan sebagaimana telah dirancang, dan memenuhi sasaran bisnis. Karena hasil akhir proyek akan terus digunakan setelah proyek selesai, Anda perlu memastikan seseorang-Anda sendiri atau seseorang di area fungsional-telah mengemban tanggung jawab untuk membuat tindak lanjut pada semua pokok persoalan yang belum terpecahkan atau masalah baru yang mungkin muncul.

Permudah transisi anggota tim. Anda harus lebih banyak tampil dibanding saat-saat lain sejak proyek dimulai. Anda perlu menjadi sangat terorganisasi, menyimpan daftar “apa yang harus dilakukan” terbaru, dan mengingatkan anggota tim tentang tanggung jawab mereka dalam membantu menyelesaikan semua itu. Pastikan anggota tim merasakan hasil akhir proyek, bahwa mereka tidak sekadar pergi dan bertanya-tanya apa hasil akhirnya.

Koordinasikan hubungan pelanggan. Proyek Anda memiliki satu pelanggan atau banyak pelanggan-orang-orang yang akan menggunakan atau mendapat manfaat dari proyek itu. Dengan bersikap resmi ketika menyerahkan hasil proyek pada pelanggan adalah cara yang baik untuk menjaga hubungan yang kuat dengan pelanggan dan mengakui apa yang berhasil dicapai oleh tim.

“Fase penutupan proyek harus diberi perhatian manajemen proyek sebanyak atau lebih banyak dari fase apa pun dari proyek tersebut. Membawa proyek pada hasil akhir yang sukses membutuhkan perhatian yang besar.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens, bagian (23/24)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →