Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Tanya Jawab  >  Artikel saat ini

Bagaimana SA Dapat Memberikan Panduan bagi Auditor?

Oleh   /   Jumat 3 Juli 2015  /   Tidak ada komentar

keuanganLSM

Bagaimana SA Dapat Memberikan Panduan bagi Auditor?

(Tanya jawab ini disarikan dari Institut Akuntan Publik Indonesia)

Bagaimana SA Dapat Memberikan Panduan bagi Auditor dalam Menerapkan Ketentuan Dokumentasi dengan Cara yang Efektif dan Efisien?

Dokumentasi audit yang tepat seharusnya tidak memberatkan. SA banyak mendorong auditor untuk menyiapkan dokumentasi audit yang dapat dimengerti secara efektif dan efisien.

Pertama, ketentuan dokumentasi di dalam SA, yang menetapkan apa yang diharapkan dari auditor, dirancang untuk menghasilkan dokumentasi audit yang cukup dan tepat sebagai dasar laporan auditor dan bukti-bukti bahwa audit telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan SA serta hukum dan peraturan yang berlaku.[1] Untuk tujuan ini, SA 230 mengharuskan auditor untuk menyusun dokumentasi audit yang memungkinkan seorang auditor berpengalaman, yang tidak memiliki keterkaitan sebelumnya dengan audit tersebut, dapat memahami hal-hal spesifik. Hal ini menetapkan tolok ukur dalam memandu auditor untuk menentukan isi dan luasnya dokumentasi audit.

Dalam konteks ini, SA 230 mengharuskan dokumentasi untuk memasukkan hal-hal signifikan yang timbul selama proses audit dan pertimbangan profesional signifikan yang dibuat untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan atas hal-hal signifikan tersebut.[2]Penekanannya adalah atas hal-hal signifikan dan pertimbangan profesional yang signifikan. SA menjelaskan bahwa satu faktor penting dalam menentukan bentuk, isi, dan luas dokumentasi audit atas hal signifikan adalah luasnya pertimbangan profesional yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan dan evaluasi atas hasilnya.[3]

Kedua, SA juga mengakui bahwa tidak realistis untuk berharap setiap aspek audit dapat didokumentasikan. Oleh karena itu, SA 230 menjelaskan sebagai berikut: “… tidak diperlukan atau tidak praktis bagi auditor untuk mendokumentasikan atas setiap hal yang dipertimbangkan, atau pertimbangan professional yang dibuat dalam suatu audit. … auditor tidak perlu mendokumentasikan secara terpisah. … kepatuhan terhadap hal-hal yang kepatuhannya telah tercermin dalam dokumentasi yang terdapat di dalam folder audit. … Sebagai contoh, keberadaan dokumen perencanaan audit yang memadai menunjukkan bahwa auditor telah merencanakan audit”.[4]

Ketiga, SA secara jelas mendorong auditor untuk mempraktikkan pertimbangan profesional dalam menentukan bentuk dan isi dari dokumentasi. SA juga mengakui bahwa bagaimana luasnya dokumentasi audit dapat bervariasi sesuai keadaan. Contohnya, seperti berikut, termasuk di dalam SA 230 dan SA lainnya:

  • Cara pendokumentasian auditor untuk memenuhi ketentuan SA 315 dilakukan dengan menggunakan pertimbangan profesional.[5]
  • Bentuk, isi, dan luas dokumentasi bergantung pada berbagai faktor, termasuk ukuran dan komplektisitas entitas,[6] serta metodologi dan perangkat audit yang
  • Dokumentasi audit atas entitas yang lebih kecil pada umumnya tidak seekstensif dokumentasi audit atas entitas yang lebih [7] Dokumentasi dapat berbentuk sederhana dan relatif ringkas.[8]

Terakhir, untuk membantu auditor lebih lanjut, SA memberikan contoh bagaimana dokumentasi dalam audit suatu EBK dengan pendekatan yang efisien dan efektif. Sebagai contoh, disarankan sebagai berikut:

  • Dapat memperoleh manfaat dan efisiensi dengan mendokumentasikan beberapa aspek audit secara bersama-sama di dalam satu dokumen, dengan referensi silang ke kertas kerja pendukung yang [9]
  • Dokumentasi pemahaman atas entitas dapat dimasukkan sebagai bagian dari dokumentasi auditor atas strategi dan rencana audit Sama halnya, hasil penilaian risiko dapat didokumentasikan sebagai bagian dokumentasi auditor atas prosedur lebih lanjut.[10]
  • Tidak perlu mendokumentasikan keseluruhan pemahaman auditor tentang EBK dan hal-hal yang berkaitan [11]
  • Suatu memorandum singkat dapat menjadi dokumentasi atas strategi Pada tahap penyelesaian audit, memorandum singkat dapat dibuat dan dimutakhirkan untuk menjadi strategi audit yang didokumentasi untuk perikatan audit tahun berikutnya.[12]

[1] SA 230, paragraf A6 menyatakan: ” Pada prinsipnya, kepatuhan terhadap ketentuan SA ini akan menghasilkan dokumentasi audit yang cukup dan tepat sesuai dengan kondisinya. SA lain berisi ketentuan dokumentasi tertentu yang dimaksudkan untuk mengklarifikasi penerapan SA ini dalam kondisi tertentu dalam SA lain tersebut. Ketentuan dokumentasi tertentu dari SA lain tidak membatasi penerapan SA ini. Lebih lanjut, ketiadaan ketentuan dokumentasi dalam SA tertentu tidak berarti bahwa tidak terdapat dokumentasi yang akan disiapkan sebagai akibat dari kepatuhan terhadap SA tersebut.

[2] SA 230, paragraf 8

[3] SA 230, paragraf A9

[4] SA 230, paragraf A7

[5] SA 315, paragraf A131

[6] SA 230, paragraf A2; SA 315, paragraf A131

[7] SA 230, paragraf A16

[8] SA 230, paragraf A17; SA 315, paragraf A132

[9] SA 230, paragraf A17

[10] SA 315, paragraf A131.

[11] SA 315, paragraf A132

[12] SA 300, paragraf A11 dan A19

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Bagaimana Skema Pembagian (Sharing%) & Pembayaran Premi Antara Perusahaan dengan Karyawan

Selengkapnya →