Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Tanya Jawab  >  Artikel saat ini

Bagaimana SA Memberikan Panduan Penerapan bagi Auditor dalam Audit Suatu EBK?

Oleh   /   Senin 29 Juni 2015  /   Tidak ada komentar

keuanganLSM

Bagaimana SA Memberikan Panduan Penerapan bagi Auditor dalam Audit Suatu EBK?

(Tanya jawab ini disarikan dari Institut Akuntan Publik Indonesia)

Secara spesifik SA mengantisipasi penerapannya untuk audit EBK. Sebagai contoh, dalam kaitannya dengan ketentuan:

  • SA menentukan prosedur alternatif terkait dengan pemahaman atas proses penilaian risiko entitas ketika entitas tersebut belum menetapkan proses tersebut atau memiliki suatu proses khusus (umum terjadi di suatu EBK).[1]
  • SA menentukan pilihan prosedur audit berdasarkan kondisi tertentu (misalnya, pilihan atas respons terhadap risiko yang telah dinilai terkait estimasi akuntansi dalam SA 540, dalam hal terdapat pilihan menggunakan bukti yang timbul dari peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan sering menjadi respon yang efektif dalam audit EBK, ketika bukti-bukti tersebut relevan untuk estimasi akuntansi dan terdapat jeda waktu panjang antara tanggal laporan posisi keuangan dan tanggal laporan auditor).[2]
  • SA mengindikasikan suatu ketentuan mungkin tidak perlu dilakukan (kondisional) ketika pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan manajemen adalah pihak yang sama (situasi yang sering terlihat di dalam EBK).[3]

Fakta bahwa SA juga mencakup panduan yang membantu auditor dalam memahami atau menerapkan ketentuan spesifik SA dalam konteks audit EBK sangat relevan bagi auditor tersebut. Panduan tersebut telah tercakup dalam seksi dari materi penerapan di dalam SA di bawah subjudul, “Pertimbangan Spesifik bagi Entitas yang Lebih Kecil”.[4] Beberapa contoh dari jenis panduan yang tersedia tertera di bawah ini:

  • Program audit standar atau checklist yang disusun dengan asumsi hanya terdapat beberapa aktivitas pengendalian yang relevan, dapat digunakan untuk rencana audit dari suatu audit EBK tersebut dimodifikasi sesuai dengan keadaan [5]
  • Karena informasi keuangan interim atau bulanan mungkin tidak terdapat di EBK untuk tujuan prosedur analitis dalam mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material, auditor mungkin perlu merencanakan untuk melaksanakan prosedur analitis ketika draft awal laporan keuangan entitas [6]
  • Bukti audit untuk unsur-unsur lingkungan pengendalian pada EBK mungkin tidak tersedia dalam bentuk Sebagai konsekuensinya, sikap, kesadaran, dan tindakan manajemen atau pemilik-pengelola merupakan hal penting bagi pemahaman auditor atas lingkungan pengendalian pada EBK.[7]

Pertimbangan spesifik untuk EBK juga menangani bagaimana menerapkan SA jika suatu audit dilaksanakan seluruhnya oleh rekan perikatan, sebagai contoh, dalam kaitannya dengan ketentuan bahwa rekan perikatan bertanggung jawab untuk mengarahkan dan supervise anggota tim perikatan.[8] beberapa pertimbangan mungkin dapat berguna dalam audit entitas terbuka (tbk) yg lebih kecil.

Sebagai tambahan, pedoman lainnya mengindikasikan bahwa aspek-aspek tertentu dari audit akan bervariasi sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat entitas, misalnya, yang berhubungan dengan:

  • Sifat dan luas aktivitas perencanaan [9]
  • Pertimbangan auditor atas faktor-faktor risiko kecurangan [10]
  • Proses komunikasi antara auditor dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, dan bentuk komunikasi [11]
  • Tingkat kerincian dalam mengomunikasikan defisiensi signifikan dalam pengendalian [12]
  • Pertimbangan apakah suatu pengendalian relevan dengan [13]

[1] SA 315, paragraf 17

[2] SA 540, Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar & Pengungkapan Ybs, paragraf 13.

[3] SA 260, Komunikasi Dengan Pihak Yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola, paragraf 13.

[4] Ketika panduan telah dikembangkan terutama dengan entitas tertutup, maka beberapa pertimbangan mungkin dapat berguna dalam audit entitas terbuka (tbk) yg lebih kecil.

[5] SA 300, Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuangan, paragraf A19

[6] SA 315, paragraf A10.

[7] SA 315, paragraf A77-A78

[8] SA 220, Pengendalian Mutu Untuk Audit Atas Laporan Keuangan, paragraf 15 dan SA 300, paragraf A15.

[9] SA 300, paragraf A1.

[10] SA 240, Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit atas Laporan Keuangan, paragraf A26.

[11] SA 260, paragraf A30 dan A38.

[12] SA 265, Pengomunikasian Defisiensi Dlm Pengendalian Internal Kpd Pihak Yg Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola & Manajemen, paragraf A15.

[13] SA 315, paragraf A61.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Apakah Accounting bisa Dilakukan oleh Outsource

Selengkapnya →