Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Perpajakan  >  Artikel saat ini

Bagaimana Tahap Pengisian SPT PPh 21 Tahunan?

Oleh   /   Jumat 15 Februari 2013  /   Tidak ada komentar

Tahapan pengisian SPT tahunan PPh 21: mengisi SPT tahunan berdasarkan keadaan yang sebenarnya, mengisi lampiran terlebih dahulu sebelum mengisi induk SPT (mengisi formulir 1721-A1, 1721-A, 1721-C, 1721-B dahulu baru mengisi formulir induk SPT 1721).

keuangan LSM

Bagaimana Tahap Pengisian SPT PPh 21 Tahunan?

Literasi : Pedoman dan Cara Pengisisan SPT PPh Pasal 21 – A. Dianan dan L. Setiawati

Tahapan pengisian SPT Tahunan PPh 21 perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

1.     Isilah SPT Tahunan berdasarkan keadaan yang sebenarnya.

2.     Sebelum mengisi Induk SPT, isilah dahulu lampiran-lampirannya.

Urutan pengisian formulir lampiran adalah sebagai berikut:

a.     Isilah Formulir 1721-A1 terlebih dahulu baru kemudian mengisi Formulir 1721-A.

b.     Isilah Formulir 1721-C terlebih dahulu baru kemudian mengisi Formulir 1721-B

c.      Isilah Formulir Induk SPT 1721.

Tahapan pengisian SPT tahunan PPh 21: mengisi SPT tahunan berdasarkan keadaan yang sebenarnya, mengisi lampiran terlebih dahulu sebelum mengisi induk SPT (mengisi formulir 1721-A1, 1721-A, 1721-C, 1721-B dahulu baru mengisi formulir induk SPT 1721).

3.     Bubuhkan tanda tangan pada Formulir Induk SPT dan Formulir 1721-A1 sebelum SPT Tahunan disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak/Kantor Penyuluhan Pajak.

4.     SPT Tahunan PPh Pasal 21 beserta lampirannya diisi dalam beberapa rangkap, yaitu:

Kode Formulir Jumlah Rangkap
1721 2
1721-A 2
1721-A1 3
1721-B 2
1721-C 2

Keterangan:

Lembar ke-1 untuk KPP

Lembar ke-2 untuk arsip Pemotongan Pajak

Lembar ke-3 untuk Pegawai yang bersangkutan

Bagi Pemotong Pajak yang membayar upah kepada pegawai tidak tetap/ penerimaan upah sebatas atau tidak melebihi ketentuan UMP yang PPh Pasal 21-nya ditanggung oleh pemerintah dan pegawai tidak tetap/ penerima upah yang jumlah penghasilan brutonya melebihi atau di atas ketentuan UMP harus melampirkan suatu daftar khusus yang bentuknya sama dengan Formulir 1721-A yang memuat nama pegawai tidak tetap/ penerima upah, jumlah penghasilan bruto dan PPh Pasal 21 yang berutang.

Catatan:

Formulir 1721-A2 tidak dilampirkan karena pemotong pajak selain Bendaharawan Pemerintah, PT TASPEN, dan PT ASABRI tidak perlu menyampaikan lampiran ini.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Amnesti Pajak: Sarana Menuju Kemandirian Bangsa

Selengkapnya →