Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel Terbaru  >  Artikel saat ini

Bahan Bukti yang Menyimpulkan

Oleh   /   Selasa 31 Desember 2013  /   Tidak ada komentar

Standar pekerjaan lapangan ketiga mengharuskan auditor untuk mengumpulkan bukti kompeten yang mencukupi untuk mendukung pendapat yang diberikan. Empat faktor yang menentukan apakah suatu bahan bukti dapat memberikan kesimpulan adalah relevansi, kompetensi, kecukupan, dan ketepatan waktu.

keuanganLSM

Bahan Bukti yang Menyimpulkan

Standar pekerjaan lapangan ketiga mengharuskan auditor untuk mengumpulkan bukti kompeten yang mencukupi untuk mendukung pendapat yang diberikan. Empat faktor yang menentukan apakah suatu bahan bukti dapat memberikan kesimpulan adalah relevansi, kompetensi, kecukupan, dan ketepatan waktu.

1. Relevansi

Bukti harus berkaitan atau relevan terhadap tujuan pengujian auditing sebelum dikatakan bersifat dapat menyimpulkan misalkan, auditor berkepentingan bahwa klien tidak membuat faktur penjualan kepada pelanggan untuk pengiriman yang telah dilakukan (tujuan kelengkapan). Kalau auditor memilih suatu sampel salinan faktur penjualan dan menelusuri masing-masing ke dokumen pengiriman yang berhubungan, bahan bukti menjadi tidak relevan untuk tujuan kelengkapan prosedur yang relevan adalah membandingkan satu sampel dokumen pengiriman dengan alinan faktur penjualan terkait untuk menentukan apakah tiap pengiriman telah dibuatkan fakturnya.

2. Kompetensi

Kompetensi mengacu kepada derajat dapat dipercayanya suatu bahan bukti, kalau dari bukti dianggap sangat kompeten, akan sangat membantu meyakinkan auditor bahwa laporan keuangan sajikan dengan wajar. Kompetensi bahan bukti hanya terkaitan dengan prosedur audit yang pilih. Kompetensi tidak dapat diperbaiki dengan memperbesar sampel, atau memilih pos yang lain dari populasi. Kompetensi dapat diperbaiki hanya dengan memilih prosedur audit yang berisi lima karakteristik bahan bukti yang kompeten berikut ini.

a. Independensi Penyedia Data

Bahan bukti yang diperoleh dari sumber di luar suatu satuan usaha akan lebih andal daripada yang diperoleh dari dalam. Misalkan, bahan bukti ekstern seperti komunikasi dengan bank, pengacara, atau pelanggan biasanya dianggap lebih andal daripada jawaban dari tanya jawab dengan klien. Demikian pula, dokumen yang berasal dari luar organisasi klien dipertimbangkan lebih andal daripada yang berasal dari dalam perusahaan, dan tidak pernah meninggalkan organisasi klien. Contoh buat yang pertama adalah polis asuransi dan contoh yang terakhir adalah permintaan pembelian.

b. Efektifitas Stuktur Pengendalian Intern

Kalau struktur pengendalian intern klien efektif, bahan bukti yang diperoleh darinya akan lebih andal daripada kalau pengendalian intern lemah. Misalkan, kalau pengendalian intern atas penjualan dan penagihan efektif, auditor dapat memperoleh bahan bukti yang lebih kompeten dari faktur penjualan dan  dokumen pengiriman daripada kalau pengendalian tidak memadai.

c. Pengetahuan Yang Diperoleh Sendiri Oleh Auditor

Bahan bukti yang diperoleh sendiri oleh auditor melalui auditing fisik, pengamatan, perhitungan, dan inspeksi lebih kompeten daripada informasi yang diperoleh secara langsung misalkan, kalau auditor menghitung marjin sebagai persentase dari sebagai penjualan dan membandingkannya dengan periode sebelumnya. Bahan bukti tersebut lebih andal daripada kalau auditor mempercayakanp ada perhitungan kontroler.

d. Kualifikasi Orang yang Menyediakan Informasi

Meskipun sumber informasi independen, bahan bukti andal kalau orang yang menyediakan informasi tidak mempunyai kualifikasi untuk melakukan hal tersebut. Dengan alasan tersebut, konfirmasi dari pengacara dan bank biasanya sangat lebih diperhatikan daripada konfirmasi piutang usaha dari orang tidak akrab dengan dunia usaha. Demikian pula, bahan bukti diperoleh sendiri oleh auditor dapat menjadi tidak andal kalau dia sendiri tidak memiliki kualifikasi untuk mengevaluasi bahan bukti tersebut. Misalkan, auditing persediaan berlian oleh auditor yang tidak dilatih untuk bedakan berlian dengan gelas tidak akan menyediakan bahan bukti yang andal akan adanya berlian.

e. Tingkat Objektivitas

Bahan bukti yang objektif akan lebih andal daripada bahan bukti yang memerlukan pertimbangan untuk menentukan apakah ia benar. Contoh dari bahan bukti yang objektif adalah konfirmasi piutang usaha dan saldo bank, perhitungan fisik efek-efek dan uang tunai, dan menjumlahkan ke bawah daftar utang usaha untuk menentukan apakah cocok dengan saldo buku besar. Contoh bahan bukti yang subjektif adalah konfirmasi dari pengacara klien mengenai kemungkinan hasil tuntutan yang sedang dihadapi, dan pengamatan persediaan yang usang selama auditing fisik, dan tanya jawab dengan manajer kredit mengenai kolektibilitas piutang usaha yang tidak lancar. Dalam mengevaluasi keandalan bahan bukti yang subjektif, kualifikasi orang yang menyediakan data menjadi faktor yang penting.

3. Kecukupan

Jumlah diukur terutama dengan besar sampel yang dipilih auditor. Dua hal yang paling penting dalam menentukan kecukupan adalah perkiraan auditor atas terjadinya kekeliruan dan efektifitas struktur pengendalian intern.

4. Ketepatan waktu

Ketepatan waktu dari bahan bukti audit mengacu kepada kapan bahan bukti dikumpulkan atau periode yang dicakup oleh audit. Bahan bukti biasanya lebih membantu dalam memberikan

Kesimpulan bagi perkiraan neraca kalau diperoleh sedekat mungkin dari tanggal neraca. Misalkan perhitungan efek-efek pada tanggal neraca lebih dapat memberikan kesimpulan daripada menghitung dua bulan sebelumnya. Bagi perkiraan rugi laba, bahan bukti akan lebih menyimpulkan kalau dilakukan uji petik untuk seluruh periode daripada hanya sebagian periode. Misalkan, uji petik acak rias transaksi selama setahun akan lebih dapat menyimpulkan daripada uji petik hanya enam bulan pertama.

Sumber: Auditing Pendekatan Sektor Publik dan Privat, Penulis: Sekar Mayangsari, Puspa Wandanarum, Hal: 34-37.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →