Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Bandung Bangun Monorel Rp 6 Triliun

Oleh   /   Senin 29 September 2014  /   Tidak ada komentar

”Sebagian proyek pembangunan masih ada harus dilaksanakan berkelanjutan hingga 2015,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto.

Bandung Bangun Monorel Rp 6 Triliun

Bandung Bangun Monorel Rp 6 Triliun

Sumber: Kompas, Selasa, 9 September 2014

Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, berencana membangun dua koridor monorel dengan 37 stasiun. Pembangunan sistem transportasi massal yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp 6 triliun tersebut diharapkan bisa dimulai pada semester I-2015.

”Kami akan memilih investor yang bonafide dan investor yang betul-betul punya uang karena dana APBN dan APBD terbatas. Padahal, mimpi (memiliki monorel) harus dikejar,” kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Senin (8/9).

Dia mengatakan hal itu dalam acara Konsultasi Publik Pembangunan Infrastruktur Transportasi Publik Berbasis Rel di Bandung.

Dalam acara itu dipaparkan akan ada dua koridor monorel. Koridor pertama membentang dari utara ke selatan, sedangkan koridor kedua dari barat sampai timur.

Koridor pertama dimulai dari Babakan Siliwangi dan berakhir di Leuwipanjang dengan jarak 10.147 kilometer (km). Kereta di koridor pertama akan melintasi 16 stasiun, di antaranya, Simpang Dago, Jalan Sultan Agung, Bandung Indah Plaza, Balai Kota, Braga, Jalan Tamblong, Karapitan, Tegal Lega, dan Leuwipanjang.

Koridor kedua dimulai dari Cimindi dan berakhir di Gedebage sepanjang 20.046 km. Kereta monorel tersebut melewati 21 stasiun, di antaranya, Stasiun Cimindi, Bunderan Rajawali, Bandara Husein Sastranegara, Istana Plaza, Purnawarman, Taman Pramuka, Stadion Persib, Antapani, dan Gedebage.

Biaya untuk membangun prasarana monorel koridor pertama diperkirakan mencapai Rp 2,2 triliun, sedangkan koridor kedua diperkirakan Rp 3,9 triliun. Prasarana itu antara lain pekerjaan konstruksi jalur, pembangunan stasiun, dan pembebasan lahan. Adapun harga satu set kereta sekitar Rp 23 miliar.

”Kami berharap sudah ada pemenang tender lelang pada bulan ini,” ujar Ridwan.

Rachmadi, konsultan dari tim teknis konsorsium monorel, menilai, monorel merupakan moda yang tepat bagi kebutuhan transportasi umum di Bandung.

”Kapasitas penumpang bisa mencapai 200 orang setiap kereta, yang bisa dirangkai sampai 100 kereta. Waktu tempuhnya relatif singkat. Untuk koridor pertama, misalnya, hanya membutuhkan waktu 30 menit,” kata Rachmadi.

 

Proyek Jembatan

Pemerintah mengalokasikan dana Rp 4,9 triliun untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di Jawa Tengah. Proyek infrastruktur itu meliputi perbaikan jalan dan jembatan di jalur tengah, utara, dan selatan.

”Sebagian proyek pembangunan masih ada harus dilaksanakan berkelanjutan hingga 2015,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto di sela-sela kunjungannya ke proyek pembangunan jembatan Sigandul di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin (8/9).

Beberapa proyek di Jawa Tengah yang ditangani Kementerian PU, antara lain, jembatan Sigandul, jembatan Kranggan, dan jembatan Popoan. Kementerian PU juga memperbaiki jembatan Comal di Kabupaten Pemalang. (HEI/EGI)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Impian Menteri Puspayoga, Anak Usaha Koperasi Lepas Saham

Selengkapnya →