Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Beberapa Istilah Akuntansi Menurut IFRS

Oleh   /   Jumat 18 Mei 2012  /   Tidak ada komentar

Dalam hal standar atau interpretasi tidak menyebut transaksi tertentu, peristiwa lain, atau kondisi, maka manajemen harus mengembangkan dan menggunakan suatu kebijakan akuntansi dimana informasi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pengambilan keputusan pengguna.

keuanganLSM

Beberapa Istilah Akuntansi Menurut IFRS

Kebijakan akuntansi (accounting policies). Prinsip, dasar, konvensi dan aturan serta praktik praktik tertentu yang diterapkan oleh suatu entitas dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan.

Perubahan estimasi akuntansi (change in accounting estimates). Suatu penyesuaian terhadap jumlah yang tercatat dari suatu aset atau suatu liabilitas, atau jumlah konsumsi berkala suatu aset, yang merupakan hasil dari penilaian status sekarang dari, dan harapan imbalan masa depan dan kewajiban yang terkait dengan, aset dan liabilitas. Perubahan di dalam estimasi akuntansi yang ditimbulkan dari informasi baru atau pengembangan baru dan oleh karenanya bukan koreksi kesalahan.

Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS). Standar dan interpretasi yang diadopsi oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB). Standar dan interpretasi tersebut meliputi:

  • Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS)
  • Standar Akuntansi Internasional (IAS).
  • Interpretasi yang dikembangkan oleh Komite Intrepretasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC) atau mantan Komite Kerja Interpretasi (SIC)·

Dalam hal standar atau interpretasi tidak menyebut transaksi tertentu, peristiwa lain, atau kondisi, maka manajemen harus mengembangkan dan menggunakan suatu kebijakan akuntansi dimana informasi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pengambilan keputusan pengguna.

Demikian pula, laporan keuangan harus:

  • Mewakili posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas sepenuhnya.
  • Mencerminkan substansi transaksi ekonomis, peristiwa lain, atau kondisi; dan
  • Menjadi netral, waspada, lengkap di dalam semua aspek yang bersifat material.

Bilamana menentukan suatu pertimbangan tersebut tadi, maka manajemen harus menerapkan sumber-sumber berikut dalam urutan dimulai yang terendah:

  • Ketentuan di dalam standar dan interpretasi yang berhubungan dengan isu yang sejenis dan terkait ;
  • Definisi, kriteria pengakuan, dan konsep pengukuran untuk aset, liabilitas, pendapatan, dan beban sebagaimana yang dirincikan di dalam Kerangka Kerja IASB; dan
  • Pernyataan yang terbaru mengenai badan penentu standar lainnya yang menggunakan kerangka kerja konseptual yang sejenis untuk mengembangkan standar, literatur akuntansi lain, dan menerima praktik industri, hingga sebatas tidak menimbulkan konflik dengan sumber yang disebutkan sebelumnya.

Peristiwa setelah periode pelaporan (events after the reporting period). Peristiwa yang menguntungkan dan tidak menguntungkan, yang terjadi antara tanggal pelaporan dan tanggal bilamana laporan keuangan diotorisasi untuk diterbitkan.

Peristiwa yang disesuaikan setelah periode pelaporan (adjusting events after the reporting period).Peristiwa yang terjadi setelah tanggal pelaporan yang memberikan bukti kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan.

Peristiwa yang tidak disesuaikan setelah periode pelaporan (non adjusting events after the reporting period). Peristiwa yang terjadi setelah tanggal pelaporan yang merupakan indikasi yang timbul setelah periode pelaporan.

Tanggal otorisasi (authorization date). Tanggal di mana laporan keuangan dapat dipertimbangkan untuk diotorisasi secara legal untuk diterbitkan. Suatu entitas harus mengungkapkan tanggal di mana laporan keuangan diotorisasi untuk diterbitkan dan siapa yang berhak memberikan otorisasinya.

Aset (asset). Suatu sumber yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu (misalnya pembelian atau penciptaan sendiri) dan dari manfaat ekonomis masa depan (arus kas masuk atau aset lain-lain) yang diharapkan.

Aset Tidak Berwujud (intangible asset). Suatu aset non-moneter yang dapat diidentifikasi tanpa subtansi secara risiko Riset (research). Investigasi orisinal dan terencana yang dilakukan dengan harapan untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah atau pemahaman teknis atas ilmu baru.

Pengembangan (development). Penerapan temuan riset atau pengetahuan lainnya pada suatu rencana atau desain untuk produksi bahan baku, alat-alat, produk, proses, sistem atau jasa baru atau yang dapat ditingkatkan secara substansial, sebelum dimulainya produksi atau penggunaan komersial.

Disarikan dari buku: Memahami IFRS, Penulis: Nandakumar Ankarath, Dr. T.P. Ghosh, dkk.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Cara Perhitungan Pajak dari Pegawai

Selengkapnya →