Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Umum  >  Artikel saat ini

Investasi: Bentuk Hukum Reksa Dana di Indonesia

Oleh   /   Jumat 10 Februari 2012  /   Tidak ada komentar

Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal nomor 8 tahun 1995 pasal 18 ayat 1, bentuk hukum reksa dana di Indonesia dibagi menjadi dua bentuk, yakni reksa dana berbentuk perseroan terbatas (PT Reksadana) dan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK).

keuangan LSM

Reksa dana berbentuk perseroan terbatas (PT Reksadana) dan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK)

Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal nomor 8 tahun 1995 pasal 18 ayat 1, bentuk hukum reksa dana di Indonesia dibagi menjadi dua bentuk, yakni reksa dana berbentuk perseroan terbatas (PT Reksadana) dan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK).

Reksa dana berbentuk perseroan

Pada reksa dana berbentuk perseroan, perusahaan reksa dana (PT Reksadana) menghimpun dana dengan cara menjual saham melalui melalui penawaran perdana (initial public offering/IPO) kepada masyarakat. Dana yang terkumpul dari penjualan tersebut kemudian diinvestasikan pada berbagai jenis surat-surat berharga.

Reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK)

Reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif merupakan perjanjian kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian yang mengikat pemegang unit penyertaan reksa dana. Dalam kontrak tersebut, manajer investasi diberi wewenang penuh untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan bank kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi secara kolektif.

Fungsi kontrak investasi kolektif mirip dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam suatu perusahaan.

KIK mengatur tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak, tujuan dan jenis investasi yang akan dilakukan, tata-cara transaksi, biaya-biaya yang timbul, hak pemegang unit penyertaan, dan aturan-aturan lain yang menyangkut pengelolaan reksa dana.

Berbeda dengan reksa dana berbentuk perseroan, reksa dana KIK menerbitkan unit penyertaan sampai sejumlah yang ditetapkan dalam AD/ART. Masyarakat yang tertarik berinvestasi dapat membeli unit penyertaan reksa dana dan akan mendapat tanda bukti berupa surat konfirmasi pembelian dari bank kustodian.

Disarikan dari buku: Memulai Investasi Reksadana, Penulis; Nofie Iman, Halaman: 48-49.

    Cetak       Email
  • Publish: 7 tahun ago on Jumat 10 Februari 2012
  • By:
  • Last Modified: Juni 8, 2015 @ 5:41 pm
  • Filed Under: Umum
  • Tagged With: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →