Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Biaya Jasa Lalu serta Keuntungan dan Kerugian atas Penyelesaian

Oleh   /   Jumat 14 November 2014  /   Tidak ada komentar

Sebelum menentukan biaya jasa lalu, atau keuntungan dan kerugian atas penyelesaian, entitas mengukur kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto menggunakan nilai wajar kini dari aset program dan asumsi aktuaria kini.

KeuanganLSM

Biaya Jasa Lalu serta Keuntungan dan Kerugian atas Penyelesaian

99. Sebelum menentukan biaya jasa lalu, atau keuntungan dan kerugian atas penyelesaian, entitas mengukur kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto menggunakan nilai wajar kini dari aset program dan asumsi aktuaria kini (termasuk suku bunga pasar dan harga pasar lain kini) yang mencerminkan imbalan yang ditawarkan berdasarkan program sebelum amandemen, kurtailmen, atau penyelesaian program.

100. Entitas tidak perlu membedakan antara biaya jasa lalu yang dihasilkan dari amandemen program, biaya jasa lalu yang dihasilkan dari kurtailmen, dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian jika transaksi tersebut terjadi bersamaan. Dalam beberapa kasus, perubahan program terjadi sebelum penyelesaian, seperti ketika entitas melakukan perubahan atas imbalan dalam suatu program dan kemudian menyelesaikan imbalan yang sudah diamandemen. Dalam kasus demikian entitas mengakui biaya jasa lalu sebelum keuntungan atau kerugian atas penyelesaian.

101. Penyelesaian terjadi bersamaan dengan amandemen dan kurtailmen program jika program dihentikan yang mengakibatkan kewajiban tersebut diselesaikan dan program tersebut menjadi berakhir. Namun demikian, terminasi program tersebut bukanlah penyelesaian jika program itu digantikan dengan program baru yang menawarkan imbalan yang, secara substansi sama.

 

Biaya Jasa Lalu

102. Biaya jasa lalu adalah perubahan nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagai akibat dari amandemen atau kurtailmen program.

103. Entitas mengakui biaya jasa lalu sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara:

  • ketika amandemen atau kurtailemen program terjadi, dan
  • ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait (lihat PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi) atau pesangon (lihat paragraf 165).

104. Amandemen program terjadi ketika entitas memulai, atau membatalkan, program imbalan pasti atau mengubah imbalan terutang dalam suatu program imbalan pasti yang ada saat ini.

105. Kurtailmen terjadi ketika entitas mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program. Kurtailmen dapat terjadi karena suatu peristiwa yang berdiri sendiri, seperti penutupan pabrik, penghentian operasi, atau terminasi atau suspensi

106. Biaya jasa lalu dapat bernilai positif (ketika imbalan dimulai atau diubah sehingga nilai kini kewajiban imbalan pasti meningkat) atau negatif (ketika imbalan yang ada ditarik atau diubah sehingga nilai kini kewajiban imbalan pasti menurun).

107. Jika entitas mengurangi imbalan terutang tertentu pada program imbalan pasti dan, pada saat yang sama, meningkatkan imbalan terutang lain pada program untuk pekerja yang sama, maka entitas memperlakukan perubahan tersebut sebagai perubahan neto tunggal.

108. Biaya jasa lalu tidak mencakup:

  • pengaruh perbedaan antara kenaikan gaji aktual dan yang diasumsikan sebelumnya pada kewajiban untuk membayar imbalan untuk jasa pada tahun-tahun sebelumnya (tidak ada biaya jasa lalu karena asumsi aktuaria memperhitungkan proyeksi gaji);
  • estimasi yang berlebih atau kurang atas peningkatan pensiun yang diberikan berdasarkan kebijakan entitas ketika entitas memiliki kewajiban konstruktif untuk memberikan kenaikan tersebut (tidak ada biaya jasa lalu karena asumsi aktuaria memperhitungkan peningkatan tersebut);
  • estimasi perbaikan imbalan yang timbul dari keuntungan aktuaria atau dari imbal hasil atas aset program yang telah diakui dalam laporan keuangan jika entitas diwajibkanoleh ketentuan formal program (atau kewajiban konstruktif yang melebihi ketentuan tersebut) atau perundang-undangan, untuk mempergunakan surplus program tersebut sebagai imbalan bagi para peserta program, walaupun kenaikan imbalan belum diberikan secara formal (tidak ada biaya jasa lalu karena kenaikan yang terjadi pada kewajiban merupakan kerugian aktuaria dan, lihat paragraf 88); dan
  • kenaikan imbalan yang telah vesting (yaitu imbalan yang tidak bergantung pada kontrak kerja masa depan, lihat paragraf 72) ketika pekerja melengkapi persyaratan vesting, dengan asumsi tidak ada imbalan baru maupun peningkatan imbalan (tidak ada biaya jasa lalu karena estimasi biaya imbalan telah diakui sebagai biaya jasa kini ketika jasa tersebut diberikan).

 

Keuntungan dan Kerugian atas Penyelesaian

109. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian adalah perbedaan antara:

  • nilai kini kewajiban imbalan pasti yang sedang diselesaikan, sebagaimana ditentukan pada tanggal penyelesaian; dan
  • harga penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh entitas sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

110. Entitas harus mengakui keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan pasti pada saat penyelesaian terjadi.

111. Penyelesaian program terjadi ketika entitas melakukan transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program imbalan pasti (selain pembayaran imbalan kepada, atau atas nama, pekerja sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi aktuaria), Misalnya, pengalihan one-off kewajiban pemberi kerja yang signifikan berdasarkan program kepada perusahaan asuransi melalui pembelian polis asuransi adalah penyelesaian; pembayaran kas sekaligus, berdasarkan ketentuan dalam program, kepada peserta program sebagai ganti atas hak peserta untuk menerima imbalan pascakerja yang telah ditentukan adalah bukan penyelesaian.

112. Dalam beberapa kasus, entitas melakukan penjaminan polis asuransi untuk mendanai sebagian atau seluruh dari imbalan pascakerja yang terkait dengan masa kerja saat ini dan masa lalu. Penjaminan hak imbalan pascakerja melalui polis asuransi bukanlah suatu penyelesaian jika entitas masih memiliki kewajiban hukum atau konstruktif (lihat paragraf 46) untuk membayar iuran selanjutnya jika entitas asuransi tidak membayar imbalan kerja yang tercantum dalam polis asuransi. Pengakuan dan pengukuran klaim hak pengganti atas polis asuransi yang bukan merupakan aset program diatur di paragraf 116–119.

Disarikan dari: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 24) Tentang Imbalan Kerja, Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia), Hal: 24.33 – 24.36.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

“Judicial Review” dan Kontrol Norma Hukum

Selengkapnya →