Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

BPK Temukan Penerimaan Pajak Masih Bocor

Oleh   /   Senin 21 September 2015  /   Tidak ada komentar

Penerimaan pajak masih bocor di berbagai lini. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penerimaan pajak tidak maksimal setiap tahun. Ada kemungkinan pegawai Direktorat Jenderal Pajak salah penghitungan atau kurang teliti.

keuanganLSM

BPK Temukan Penerimaan Pajak Masih Bocor

Sumber: Kompas, 5 September 2015.

Penerimaan pajak masih bocor di berbagai lini. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penerimaan pajak tidak maksimal setiap tahun.

“Ada kemungkinan pegawai Direktorat Jenderal Pajak salah penghitungan atau kurang teliti. Tapi, ada juga kemungkinan yang lebih gawat, yakni ada oknum pajak yang main mata dengan wajib pajak,” kata Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis di Jakarta, Jumat (4/9).

BPK dalam hasil auditnya atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2014 menemukan sedikitnya empat sumber kebocoran penerimaan pajak.

Pertama, penetapan restitusi atau pengembalian kelebihan bayar pajak terlalu besar dari nilai semestinya. Nilainya mencapai Rp 99,55 miliar.

Kedua, DJP kurang menetapkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pertambangan sektor minerba minimal senilai Rp 248,87 miliar. Ini terdiri atas dua hal. Ketiga, DJP kurang menetapkan jumlah pajak terutang senilai Rp 309,93 miliar.

Keempat, DJP belum menagih sanksi administrasi. Untuk hal ini karena DJP belum menagih sanksi administrasi berupa bunga atas pembayaran setoran PPh, PPN, dan PPnBM yang melewati jatuh tempo senilai Rp 3,11 triliun dan DJP belum menagih sanksi administrasi berupa denda atas penerbitan dan pelaporan faktur pajak tidak sesuai ketentuan senilai Rp 30,13 miliar.

Semua hasil audit BPK, menurut Harry, wajib ditindaklanjuti, termasuk temuan atas potensi kekurangan penerimaan negara tersebut.

“Ini menjadi tanggung jawab DJP dan secara umum Kementerian Keuangan untuk menindaklanjuti temuan. Saya kira petugas pajak harus semakin produktif, termasuk dengan cara menindaklanjuti temuan BPK karena mulai tahun ini sudah mendapatkan remunerasi,” kata Harry.

Menindaklanjuti Temuan

Secara terpisah, Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas DJP, Mekar Satria Utama, menyatakan, DJP akan menindaklanjuti semua temuan BPK yang berkaitan dengan DJP. Hal itu secara langsung akan dievaluasi oleh unit yang bersangkutan.

“Temuan-temuan, akan kami tindaklanjuti. Tentu akan dilihat dulu. Jika memang ada kekeliruan, akan kami perbaiki dan akan kami tagih kekurangannya. Kalau ternyata, penghitungan kami benar, tidak akan ada penagihan,” kata Mekar.

Realisasi penerimaan perpajakan 2014 adalah Rp 1.146,86 triliun atau 92,04 persen dari target senilai Rp 1.246 triliun. Dibandingkan dengan realisasi 2013 senilai Rp 1.077 triliun, angka tersebut meningkat 6,46 persen.

Saat ini pemerintah tengah menggenjot penerimaan negara salah satunya melalui penerimaan pajak. Pemerintah melihat hingga sekarang penerimaan dari wajib pajak pribadi masih kecil sehingga masih berpotensi untuk ditingkatkan.

Cara-cara meningkatkan itu antara lain memperbaiki data wajib pajak dan melakukan pencekan kewajiban pajak yang harus dibayar. (LAS)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Sangat Perlu Dukungan Akses Pembiayaan

Selengkapnya →