Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Manajemen Keuangan  >  Artikel saat ini

Budgetary Slack dalam Penganggaran Organisasi

Oleh   /   Rabu 2 Januari 2013  /   Tidak ada komentar

Slack anggaran adalah perbedaan antara anggaran yang dinyatakan dan estimasi anggaran terbaik yang secara jujur dapat diprediksikan. Manajer menciptakan slack dengan mengestimasikan pendapatan lebih rendah dan biaya lebih tinggi.

keuangan LSM

Slack anggaran adalah perbedaan antara anggaran yang dinyatakan dan estimasi anggaran terbaik yang secara jujur dapat diprediksikan

Pandangan keperilakuan dari organisasi memandang pencapaian tujuan sebagai sesuatu yang dinamis dan  merefleksikan kebutuhan individual dan tujuan-tujuan dari sub-sub unit yang ada. Kesepakatan mengenai tujuan dan pencapaian sasaran dalam kongruensi tujuan organisasional yang mendukung kelangsungan organisasi pasti menjadi tujuan bersama. Namun, apakah itu bisa dicapai dengan mudah? Jawabannya tidak. Ada banyak variabel dan faktor dalam organisasi yang bisa menghalangi tujuan. Faktor-faktor yang dimaksud bisa bersifat personalitas maupun lingkungan organisasi.

Anggaran merupakan bagian penting dalam organisasi sektor publik. Umum sudah mengetahui bahwa anggaran adalah alat pengendalian. Penting dan urgennya fungsi anggaran sebagai perencana dan pengendali organisasi menjadikan penganggaran sebagai area penting bagi keberhasilan organisasi. Anggaran diharapkan menjadi kerangka kerja untuk menentukan prestasi dan kinerja karyawan. Anggaran merupakan penentu tujuan atau tujuan itu sendiri, dengan kata lain anggaran sebagai alat mengimplementasikan tujuan tersebut. Lebih luas lagi, anggaran dapat mencerminkan kesuksesan karyawan pada tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, anggaran dapat menjadi suatu pertimbangan, melalui perbandingan antara prestasi yang sebenarnya atau yang telah ditetapkan dalam anggaran. Anggaran sektor publik, berupa APBD misalnya merupakan representasi dari tujuan pemerintah sendiri dan dibahas bersama DPRD. APBD merupakan roh dari manajemen pemerintah daerah.

Seringkali organisasi menggunakan anggaran sebagai satu-satunya pengukur kinerja manajemen, karena itu yang tersedia. Penekanan anggaran seperti ini dapat memungkinkan timbulnya slack.

Penilaian kinerja berdasarkan tercapai atau tidaknya target anggaran akan mendorong bawahan untuk menciptakan slack dengan tujuan meningkatkan prospek kompensasi ke depannya.

Slack anggaran adalah perbedaan antara anggaran yang dinyatakan dan estimasi anggaran terbaik yang secara jujur dapat diprediksikan. Manajer menciptakan slack dengan mengestimasikan pendapatan lebih rendah dan biaya lebih tinggi. Yang tahu slack atau tidak adalah si pembuat anggaran.

Disarikan dari buku: Akuntansi Keperilakuan, Penulis: Dr.I Wayan Suartana, S.E., Ak., M.Si, Halaman: 137-138.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Menyusun Anggaran Sebuah Proyek atau Program

Selengkapnya →