Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Cara Koperasi di Sentra Bawang Capai Omzet Rp 712 Miliar

Oleh   /   Senin 26 September 2016  /   Tidak ada komentar

Kondisi koperasi yang umumnya mati suri ternyata tidak berlaku di Brebes, Jawa Tengah.

cara-koperasi-di-sentra-bawang-capai-omzet-rp-712-miliar

Cara Koperasi di Sentra Bawang Capai Omzet Rp 712 Miliar

Kondisi koperasi yang umumnya mati suri ternyata tidak berlaku di Brebes, Jawa Tengah. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Brebes, Sutejo menyebutkan sebanyak 322 dari 396 unit koperasi, atau 81,31 persen, berjalan aktif. Hanya 74 koperasi saja yang tidak aktif dan kini sedang dibenahi.

Sedangkan, jumlah anggota koperasi sebanyak 66.766 orang dengan SHU mencapai Rp 7 miliar. Omzet koperasi sebesar Rp 712 miliar dan asetnya mencapai Rp 498 miliar. Koperasi-koperasi itu berupa koperasi primer, koperasi konsumen maupun koperasi lainnya.

“Di luar tersebut, masih ada 37 koperasi cabang yang mayoritas bergerak di bidang simpan pinjam,” ucap Sutejo.

Salah satu rahasia pengelolaan koperasi di Brebes adalah semangat gotong royong di antara para anggota. “Dengan mendapatkan sentuhan bersama, koperasi di Brebes semakin berkibar,” kata Bupati Brebes Idza Priyanti di Brebes, Senin, 25 Juli 2016.

Idza menyatakan reformasi koperasi untuk mewujudkan ekonomi berdikari harus dilakukan. Termasuk di antaranya mendirikan koperasi di setiap pasar tradisional, di perkantoran, di perkumpulan kemasyarakatan dan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Pembentukan koperasi pasar bertujuan agar permodalan para pedagang pasar makin membaik dan tidak terisap oleh lintah darat. “Semua pasar di Brebes harus punya koperasi agar permodalan para pedagang bisa membaik,” ujar Idza.

Data Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Brebes mencatat jumlah UMKM di Brebes ada 103.366 buah. Sementara, UMKM yang sudah dibina Dinas Koperasi dan UKM Brebes lebih dari 30 ribu UKM.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya menyiapkan penguatan kelembagaan, inovasi dan kreativitas untuk peningkatan kualitas, packing, pemasaran dan IT, dan pelatihan juga. Prasarana juga dilengkapi, begitu pula sinergi antar-SKPD, hubungan dengan pemerintah provinsi dan kementerian.

Hingga kini, pihaknya telah menyalurkan KUR kepada 27 ribu UKM senilai Rp 400 miliar dari berbagai perbankan. Termasuk, Kredit Usaha Produktif (KUP) telah mendorong peningkatan UKM.

“Sinergi yang dibangun telah meningkatkan kesejahteraan pelaku UKM dan masyarakat Brebes pada umumnya,” kata Idza.

Sumber: liputan6.com.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Impian Menteri Puspayoga, Anak Usaha Koperasi Lepas Saham

Selengkapnya →