Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Cara Melibatkan Orang dalam sebuah Perubahan

Oleh   /   Sabtu 17 Maret 2012  /   Tidak ada komentar

Orang yang terkena dampak perubahan punya sikap dan kebutuhan beragam. Oleh karena itu program perubahan yang baik harus cukup fleksibel. Rencanakan secara cermat siapa saja yang dilibatkan dalam perubahan, dan bagaimana caranya.

keuanganLSM

Cara Melibatkan Orang dalam sebuah Perubahan

Orang yang terkena dampak perubahan punya sikap dan kebutuhan beragam. Oleh karena itu program perubahan yang baik harus cukup fleksibel. Rencanakan secara cermat siapa saja yang dilibatkan dalam perubahan, dan bagaimana caranya.

Pastikan kebijakan personil kita benar saat merencanakan perubahan.

 

Memilih Strategi

Strategi dalam menentukan sejauh apa dan bagaimana melibatkan orang dalam perubahan tergantung pada situasinya. Jika mungkin, libatkan orang sepenuhnya dalam menentukan tujuan jangka panjang dan merencanakan perubahan serta pelaksanaannya. Tapi jika situasi tidak pasti, jangan dulu libatkan orang untuk menghindari kekhawatiran yang tidak perlu. Secara umum, tarik orang melalui pendidikan dan komunikasi, walaupun kita & mungkin perIu sedikit keras kalau terpaksa.

Gunakan pelatihan sebagai sarana untuk melibatkan orang dalam perubahan.

Menimbang Tanggapan

Saat memilih strategi, pikirkan kemungkinan reaksi mereka dan adanya penolakan. Pelajari daftar orang yang terkena dampak perubahan, baik sebagai individu maupun kelompok (pramuniaga, manajemen menengah, dll). Orang kunci mana yang perIu dilibatkan? Bagaimana kiranya reaksi mereka? Siapa yang akan antusias? Kekhawatiran apa yang membuat orang menolak rencana tersebut? Perlukah keahlian baru atau pelatihan? Rinci positif dan negatifnya, rencanakan dan siapkan tindakan yang perIu dengan cermat seperti program perubahan itu sendiri.

Memutuskan Perlu – Tidaknya Melibatkan Orang
Situasi Penyelesaian
Manager sadar kalau cara kerja perlu diubah dan tahu langkah yang tepat. Ia harus menentukan cara terbaik untuk merencanakan dan melakukan perubahan. Jika mungkin libatkan staf, bentuk badan pekerja, untuk mencari solusi dan merencanakan perubahan.
Jika perlu benar, demi kerahasiaan, manager rencanakan perubahan sendiri, baru disampaikan kepada staf.

Orang yang terkena dampak perubahan punya sikap dan kebutuhan beragam. Oleh karena itu program perubahan yang baik harus cukup fleksibel. Rencanakan secara cermat siapa saja yang dilibatkan dalam perubahan, dan bagaimana caranya.

Menanyakan Karyawan

Semakin banyak orang yang diajak bicara, semakin banyak informasi didapat untuk membuat rencana perubahan. Lagi pula orang yang ikut menentukan perlunya perubahan dan merencanakannya akan lebih siap menghadapi tantangan, bersedia bekerja keras, dan yakin akan komitmen manajemen. Perubahan yang bila datang dari manajer bisa membuat resah, akan lebih mudah diterima bila mereka ikut dalam pengambilan keputusan.

Minta maaf dan jelaskan jika ada yang merasa kurang mendapat informasi.

Menunda Komunikasi

Untuk situasi yang sangat sensitif (seperti akuisisi dan merger), perubahan tidak dapat dikomunikasikan sebelum benar-benar pasti. Perubahan akibat tuntutan eksternal – peraturan baru, misalnya – juga tidak memungkinkan keterlibatan sebelumnya. Dalam kasus ini, libatkan orang segera setelah berita muncul, dan jelaskan mengapa mereka tidak diberitahu lebih awal.

Disarikan dari buku: Managing Change, Penulis: Robert Heller, Halaman: 24-25.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Desa dan Pemerintahan Desa

Selengkapnya →