Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Referensi  >  Referensi Buku  >  Artikel saat ini

Catatan Satu Dekade Krisis

Oleh   /   Kamis 31 Januari 2013  /   Tidak ada komentar

Celakanya, masih banyak dari kita yang belum menyadarinya sehingga masalah-masalah itu cenderung tak terlihat dan terabaikan.

keuangan LSM

Catatan Satu Dekade Krisis

Penulis: Faisal Basri
Penerbit: Esensi, Divisi Penerbit Erlangga, 2009.

Transformasi, Masalah Struktural, dan Harapan Ekonomi Indonesia

Sudah lebih dari satu dasawarsa sejak Indonesia terjerembab ke dalam krisis moneter yang kemudian meruyak menjadi krisis ekonomi secara keseluruhan. Akapah krisis itu sudah berlalu dan kondisi perekonomian Indonesia sudah menjadi lebih baik? Faktanya, dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga dihantam krisis sejak tahun 1997. Indonesia paling lambat menjalani koreksi dan pemulihan. Sementara negara-negara lain sudah mulai bisa berlari beberapa tahun setelah krisis, Indonesia masih tertatih-tatih.

Negara-negara lain lebih cepat pulih karena memiliki struktur ekonomi (dan politik) yang lebih baik dan kokoh. Sementara Indonesia terhambat oleh sistem politik yang tertutup dan otoriter, birokrasi yang kelewat gemuk dan korup, penegakan hukun yang sangat lemah, korupsi di segala bidang, berkembangnya sistem kapitalisme semu yang lebih mencuatkan pola-pola ekonomi rente, struktur perbankan yang sangat lemah, sektor riil yang kurang mendapatkan perhatian, dan sebagainya. Itu semua merupakan fakta lama yang sudah sama-sama kita ketahui.

Fakta barunya adalah terjadi berbagai perubahan mendasar yang merombak bangunan ekonomi Indonesia sehingga memunculkan masalah dan kerawanan-kerawanan baru. Celakanya, masih banyak dari kita yang belum menyadarinya sehingga masalah-masalah itu cenderung tak terlihat dan terabaikan.

Buku ini bertujuan untuk membantu kita memahami perkembangan yanga da serta mencermati langkah-langkah pemerintah yang telah dan akan diambil untuk mengatasinya. Dengan demikian kita bisa mengetahui apakah pemerintahan yang sekarang dan yang akan datang benar-benar serius atau tidak dengan janji-janjinya untuk menyehatkan dan menggairahkan ekonomi demi meningkatkan taraf hidup rakyat. Pemberdayaan diri kita, termasuk dalam memahami situasi ekonomi yang ada, merupakan bagian penting dari usaha menjadi masyarakat madani.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Akuntansi Desa

Selengkapnya →