Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  -  Halaman 19
Terbaru

Aturan Main OMS yang Terkait

Oleh   /  Sabtu 28 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Isu lain yang juga tak kalah signifikan dalam membentuk gaya sistem manajemen keuangan OMS Indonesia adalah “aturan main” resmi yang berlaku, yakni hukum atau perundang-undangan di Indonesia. Karena setiap “karakter produk hukum ditentukan oleh konfigurasi politik” yang sedang berlangsung.

Selengkapnya →
Terbaru

Standar Pelaporan Keuangan OMS

Oleh   /  Jumat 27 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Khusus berkaitan dengan pelaporan keuangan OMS, pada 23 Desember 1997, Komite Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia (KSAK-IAI), berhasil menyusun “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba”.

Selengkapnya →
Terbaru

Dari Nilai menjadi Teori dan Prosedur, serta Instrumen

Oleh   /  Kamis 26 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Secara sederhana, formulasi manajemen keuangan bermula dari “nilai paradigmatik”, yang lantas diturunkan menjadi “teori” dan “prosedur/aturan main”, akhirnya dipraktikkan melalui penyusunan dan penerapan “instrumen”.

Selengkapnya →
Terbaru

Rantai Keberlanjutan OMS

Oleh   /  Rabu 25 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Kesadaran bersama di kalangan masyarakat sipil Indonesia kini tumbuh semakin kuat: bahwa gerakan sosial harus menjadi “karya peradaban”, yang hanya boleh dilaksanakan dengan penuh sikap kesabaran, dedikasi, hati-hati, kritis, mandiri-merdeka, dan dalam jangka panjang”.

Selengkapnya →
Terbaru

Peran Khusus di Posisi Keempat

Oleh   /  Selasa 24 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Apa yang ditawarkan NGDOs adalah inovasi di dalam masyarakat sipil, artikulasi kepentingan masyarakat sipil kepada aktor-aktor lainnya, keahlian mediasi dan negosiasi, serta—bila dimandatkan—representasi suara warga negara.

Selengkapnya →
Terbaru

Dukungan Sumber Daya bagi OMS

Oleh   /  Senin 23 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Konteks makro-ekonomi-politik yang termutakhir, yakni berkuasanya rezim Neo-Liberal yang mengendalikan tata dunia melalui perjanjian-perjanjian politik, sosial, hukum, dan ekonomi dalam wadah UN dan WTO, adalah suatu tantangan nan mahaberat yang sudah di depan mata.

Selengkapnya →
Terbaru

Tradisi Kemunculan Masyarakat Sipil

Oleh   /  Sabtu 21 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Dalam pengalaman Indonesia, benih-benih masyarakat sipil telah tumbuh sejak lama. Sebagai sebuah gejala modern, pertumbuhan dan dinamika masyarakat sipil Indonesia bisa dilacak menurut perkembangan sejarah rezim politik yang pernah berdiri di Indonesia.

Selengkapnya →
Terbaru

Kategorisasi Organisasi Masyarakat Sipil

Oleh   /  Jumat 20 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Masyarakat sipil, umumnya, mencakup keragaman ruang-ruang, aktor-aktor, dan bentuk-bentuk kelembagaan, yang tingkat-tingkat formalitas, otonomi, dan kekuasaannya masing-masing bervariasi. Arena masyarakat sipil dihuni oleh berbagai bentuk organisasi-organisasi.

Selengkapnya →
Terbaru

Konsep Masyarakat Sipil

Oleh   /  Kamis 19 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Definisi tentang konsep masyarakat sipil amatlah bervariasi—sebagaimana wajah unsur-unsur di dalamnya pula. Akibatnya, setiap usaha untuk mendefinisikannya, tak pelak, telah menjadi suatu arena pertarungan tersendiri, yang begitu rumit.

Selengkapnya →
Terbaru

Karakter & Orientasi Arena, Sektor, dan Aktor

Oleh   /  Rabu 18 Mei 2011  /  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  /  Tidak Ada Komentar

keuangan LSM

Suatu upaya penyeimbangan, bahkan resistensi dan pukulan balik, dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat sipil (civil society groups), dari tingkat lokal hingga nasional. Kelompok-kelompok masyarakat sipil bermetamorfosis, membentuk suatu “masyarakat sipil global”.

Selengkapnya →